
...~Happy Reading~...
Sementara itu, di balik pintu kamar yang tidak tertutup rapat, ternyata Nichole mendengar semua percakapan antara Davis dengan kakek nya.
Ia pikir, hanya keluarganya saja yang hancur dan dirinya yang paling menderita di dunia ini. Namun ternyata ada yang jauh lebih rumit dari kisah perjalanan nya.
Tanpa sadar, Nichole sampai meneteskan air mata, saat membayangkan bagaimana seorang anak kecil melihat kematian ibunya di depan mata karena sebuah penghianatan dari sang suami.
'Mom, apa yang harus Nichole lakukan sekarang?' gumam Nichole dalam hatinya.
Untuk sesaat, Nichole berfikir dan mencoba untuk merenung. Ia kembali mengingat keinginan nya yang ingin segera kabur dan terbebas dari Davis. Namun, entah mengapa kini setelah ia mendengar cerita dan perdebatan antara Davis dengan kakek nya. Membuat Nichole justru ingin bertahan di samping Davis.
Dia laki laki baik, karena sudah banyak membantu nya. Andai saja yang membeli nya kemarin bukan Davis. Mungkin saja, kini dirinya sudah di jadikan budak atau mungkin dirinya bisa mati karena di per kosa.
'Baiklah, bagaimana kalau sebagai balas budi aku akan mengabdi sama kamu.' gumam Nichole sedikit kurang yakin.
'Tapi dia benar jomblo gak sih? Nanti aku terlalu lama disini, ternyata dia sudah punya kekasih?'
Nichole terus menggerutu sambil berjalan bolak balik di dalam kamar. Mencoba memikirkan langkah apa yang akan dia ambil. Tanpa ia sadari, bahwa ternyata Davis sudah berdiri di ambang pintu dan melihat tingkah serta mendengar kata kata Nichole yang bukan dalam hati.
Laki laki itu menatap nya datar, bersandar di ambang pintu seraya bersedekap tangan di dada. Menatap Nichole yang terus berceloteh ke kanan dan ke kiri dengan raut wajah bingung nya.
"Aku tidak memiliki kekasih atau pacar! Jadi, besok kita menikah!" ucap Davis tiba tiba, seketika membuat Nichole terkejut dan langsung tersadar.
"Whattt! M—menikah? Jangan gila!" seru Nichole dengan cepat menggelengkan kepala nya.
"Menikah kontrak?" tanya Nichole meyakinkan.
Davis menganggukkan kepala nya, "Jadi, persiapkan diri kamu! Berpura-pura lah kita menikah karena cinta, bukan paksaan!"
Setelah mengatakan itu, Davis pun pergi keluar kamar dan menuju kamar di sebelah. Ia menghela napas nya dengan kasar, karena terpaksa harus mengambil jalan seperti ini.
"Kalau kamu tidak mau pulang dan mengambil alih perusahaan, kakek hanya khawatir bahwa Sandrina yang akan maju."
Kata kata yang di ucapkan oleh Kakek Austin, selalu terngiang di kepala Davis. Bukan dia gila harta, hanya saja ia tidak rela bila semua harta keluarga nya jatuh ke tangan orang yang salah.
Sandrina adalah wanita yang sangat licik. Ia bisa menghalalkan segala cara untuk bisa memenuhi keinginan nya. Tentu saja, Davis tidak akan membiarkan itu terjadi.
'Dasar bodoh! Seharusnya kau yang maju! Bukan ibu mu! Entah terbuat dari apa otak mu itu!' umpat Davis begitu kesal kepada adik tiri nya.
Meskipun Faisal adalah anak Sandrina, namun keduanya memiliki sifat yang berbeda. Faisal tidak seperti ibu nya yang gila harta. Davis tahu semua tentang Faisal karena selama ini dirinya selalu mengintai keluarga nya dari jarak jauh.
Davis hanya membenci Faisal karena dia adalah anak Sandrina. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya ia juga menyayangi anak tersebut. Terlebih ketika ia tahu, bahwa adiknya tidak seburuk yang ia kira.
Hanya saja, Davis tidak pernah bisa mengucapkan. Dia sama seperti Clayton yang memiliki gengsi tingkat dewa, jadilah ia memilih untuk berpura pura membenci dan tidak perduli. Padahal, ia selalu mengirimkan penjaga untuk mengikuti kemana pun Faisal pergi.
...~To be continue......