Oh My Davis

Oh My Davis
Mas



...~Happy Reading~...


"Tunggu dulu!" Nichole langsung menahan tangan Davis, saat tiba di depan pintu sebuah kamar yang berada di lantai dua.


Davis langsung mengerutkan dahi nya, menatap gadis yang sudah ber status menjadi istri nya dengan tatapan yang sulit di jelaskan.


"Begini, k—kita kan sudah menikah. Dan waktu itu, kamu bilang, aku harus memainkan peran seolah mencintai kamu. Tapi,"


"Tidak usah bertele tele, katakan!" ucap Davis segera memotong ucapan Nichole.


"Tapi, bisakah kita tidak tinggal satu kamar?" tanya Nichole pelan seraya menggigit bibir bawah nya.


Davis langsung menghela napas nya dengan berat, menatap gadis yang terlihat begitu takut pada nya dengan seksama.


"Meskipun kita tinggal satu kamar. Aku tidak akan menyentuh mu!" ucap Davis datar, "Masuklah!"


Davis segera masuk lebih dulu, meninggalkan Nichole yang masih terdiam di depan pintu kamar. Dengan menarik napas panjang, akhirnya Nichole memberanikan diri untuk memasuki kamar dan menyusul Davis.


"Kau bisa tidur di sana!" kata Davis menunjuk sebuah sofa panjang yang berada di dekat jendela kamar. Dimana letak sofa itu terbilang cukup jauh dari ranjang tempat tidur.


Mata Nichole seketika langsung menatap ke arah dimana jari Davis menunjuk. Dan seketika itu juga, matanya kini langsung membola.


Ia tidak menyangka, bahwa ternyata Davis akan begitu tega padanya. Bagaimana bisa, laki laki itu menyuruh dirinya untuk tidur di sofa.


"Badan mu sangat kecil. Dan ku rasa, sofa itu sangat pas untuk mu!" Setelah mengatakan itu, Davis segera berjalan memasuki walk in closed untuk mengambil baju ganti.


Hari ini, dirinya belum mulai bekerja karena ia baru saja melangsungkan pernikahan. Dan besok, rencananya dirinya baru akan datang ke kantor untuk melihat lihat dulu.


Deg!


Nichole langsung di buat mematung saat melihat penampilan Davis yang nampak berbeda dari biasanya. Davis yang biasa memakai pakaian formal serba hitam, kini laki laki itu memakai celana pendek dan kaos pendek, serta sendal jepit di dalam kamar. Meskipun pakaian nya masih berwarna hitam, namun kini ia bisa melihat kulit tangan dan kaki dari laki laki tersebut.


"Aku harus memanggil apa?" tanya Nichole setelah tersadar.


"Terserah! Yang jelas, kau itu masih anak kecil! Sangat tidak sopan, jika kau memanggil ku seperti itu!"


Entah setan mana yang merasuki diri Davis. Laki laki itu kembali teringat dan terbayang akan sepasang suami istri yang terlihat begitu romantis. Meskipun, dirinya menikah bukan karena cinta. Namun tidak akan ada salah nya, bukan bila dirinya ingin merasakan di panggil seperti itu juga.


"Om?" tanya Nichole dengan polos, yang justru malah membuat Davis langsung mendelik tajam.


Apakah wajah nya terlihat seperti om om? batin Davis menahan geram. Sementara itu, Nichole yang melihat perubahan ekspresi Davis, ia merasa bahwa laki laki itu tidak menyukai panggilan nya.


"Pak? Bapak? Tuan? Kakak?" tanya Nichole lagi seperti mengabsen nama nama panggilan agar terdengar lebih sopan.


"Bukankah Faisal juga memanggil kakak? Bagaimana kalau kakak saja?" kata Nichole lagi memberikan usul.


Menurut nya, yang cocok untuk memanggil Davis hanyalah panggilan Kakak atau Om. Mengingat umur mereka memang berjarak cukup jauh, yakni hampir sepuluh tahunan, atau mungkin lebih.


"Mas!" ucap Davis spontan dengan ekspresi datar nya, membuat mata Nichole seketika langsung membelalak tak percaya.


...~To be continue... ...


...Siapa pasutri yang menjadi inspirasi akang Davis? 🙈🤣🤣...