
...~Happy Reading~...
Entah sudah berapa lama, Davis terus menatap sosok adik yang selama ini enggan ia akui. Sudah beberapa jam yang lalu, sejak dirinya mendapatkan laporan yang sangat mengejutkan dari anak buah nya, ia langsung menyeret adik nya ke sebuah tempat yang selama ini sudah ia sembunyikan dari keluarga nya.
"Sudahlah kak, aku capek di tatap seperti ini terus." Mendengar ucapan Faisal, seketika membuat Davis langsung menarik napas nya dengan cukup panjang.
"Apa maumu?" tanya Davis masih memberikan tatapan tajam pada adik nya.
"Aku tidak menginginkan apapun. Aku hanya ingin kita hidup rukun, sudah hanya itu!" jawab Faisal menatap kakak nya dengan tatapan yang begitu sayu dan tulus.
Davis bisa merasakan ketulusan Faisal, namun entah mengapa dirinya masih begitu sulit untuk bisa berdamai dan melupakan masa lalu nya. Biar bagaimana pun, ibu kandung nya meninggal karena kehadiran ibu kandung Faisal.
Lantas bagaimana bisa dirinya hidup rukun dengan wanita yang sudah membuat ia kehilangan ibu kandung nya?
"Sejak kapan kau menyelidiki semua ini? Dan sejak kapan kau terjun di dunia itu?" tanya Davis lagi mengalihkan pembicaraan.
Dunia yang di maksud Oleh Davis, ialah dunia mafia yang entah sejak kapan Faisal masuki. Bahkan, sifat dan sikap Faisal selama ini sama sekali jauh dari sosok seorang mafia.
Dan entah mengapa, melihat penampilan Faisal selama ini juga ternyata diam diam dia mendalami dunia seperti itu, seketika Davis teringat akan sosok Edward. Membuat nya merasa semakin pusing kala memikirkan pekerjaan sampingan sang adik selama ini.
"Aku ingin menjadi seperti mu!"
Jawaban yang sangat simple dari Faisal, namun mampu menusuk relung hati Davis yang terdalam. Meskipun, ia sudah merasa bahwa adik nya akan menjawab demikian, namun tetap saja ia merasa terkejut dan tidak menyangka.
"Aku tahu, bahwa selama ini kakak selalu mengintai ku, mengikuti kemana pun aku pergi. Aku tahu kak, maka dari itu, aku selalu penasaran dengan kakak. Dan aku ingin menjadi seperti kakak, aku selalu belajar dan belajar agar bisa seperti kakak." jelas Faisal seketika membuat Davis tercengang.
Untuk kali ini, Davis sama sekali tidak menyangka, bahwa ternyata Faisal menyadari bahwa sedang di intai oleh orang suruhan nya.
"Kakak menyayangi ku kan? Lantas mengapa kakak tidak bisa menyayangi ibu juga? Percayalah Kak, dia orang baik, walau hanya seperempat saja!" imbuh Faisal yang lagi lagi membuat Davis menghela napas berat.
"Jadi selama ini, kau hanya pura pria menjadi bodoh!"
Faisal langsung menganggukkan kepala nya, "Kalau aku tidak bodoh, maka kakek tidak akan memanggil mu kemari," jawab Faisal tersenyum lebar, seolah usaha nya adalah sebuah ide yang sangat cemerlang.
"Astaga!" desis Davis langsung memijit pelipis nya, "Apakah itu juga anak kamu?" imbuh Davis ketika ia mengingat satu hal.
Untuk kali ini, Faisal tidak menjawab. Laki laki yang tadinya tersenyum begitu lebar itu, seketika langsung terdiam dengan raut ekspresi wajah datar nya.
"Berapa kali?" tanya Davis seolah mengerti akan tatapan wajah dari Faisal.
Dan kala itu, Faisal langsung menggelengkan kepala nya, hingga membuat Davis mengerutkan dahi. Apa arti dari gelengan kepala itu? Tidak tau atau tidak terhitung seperti dirinya? batin Davis dalam hati.
...~To be continue... ...