
...~Happy Reading~...
“Selamat siang, Ayah. Ada apa ya memanggil Nichole?” tanya Nichole langsung pada inti nya saat ia sudah mendudukkan diri di depan ayah Daris dan ibu Sandrina.
“Langsung saja, apa tujuan mu datang kemari?” tanya ayah Daris dengan raut ekspresi wajah datar nya.
“Tujuan saya?” Nichole menunjuk dadanya sendiri, “BUkankah saya kemari karena di panggil sama ayah Daris?” tanya Nichole terlihat begitu polos.
“Faisal, bukankah tadi kamu yang bilang bahwa ayah memanggil ku? Lantas kenapa sekarang ayah bertanya begitu padaku?” kata Nichole lagi yang kini menatap ke arah Faisal.
“Bukan itu maksud kami!” saut ibu Sandrina terlihat begitu kesal dengan kepolosan menantu nya, “Aku heran, bagaimana bisa Davis menikahi wanita seperti mu. Bodoh!” imbuh nya mencibir.
“Bukankah gadis seperti ku yang Ibu sukai untuk menjadi menantu?” tanya Nichole agi dengan tersenyum ramah, “Karena saya bodoh, jadi Ibu bisa mengatur saya nanti.”
“Kamu—“
“Sudah cukup!” kata ayah Daris dengan tegas dan menggelengkan kepala nya kepada ibu Sandrina.
“Nichole, sejak kapan kamu mengenal putra saya?” tanya ayah Daris kembali menatap ke arah Nichole.
‘Mati aku, harus jawab apa nih?’ gumam Nichole dalam hati.
“Langsung pada inti nya saja, Ayah. Ada apa Ayah memanggil saya kemari?” tanya Nichole menghela napas nya dengan berat, “Apakah Ayah akan memberikan saya sebuah cek atau uang tunai beberapa koper, setelah itu ayah akan menyuruh saya untuk meninggalkan mas Davis?” imbuh Nichole dengan polos nya.
“Maaf Ayah, kalau itu tidak mempan. Karena, menurut drama yang saya tonton dan novel yang saya baca. Itu sangat merugikan bagi saya.” Imbuh Nichole dengan tegas.
“Tentu saja rugi. Kalau saya meninggalkan mas Davis, saya hanya mendapatkan uang yang tak seberapa dari anda. Sementara bila saya bertahan, saya akan memiliki harta yang tak ternilai harga nya.” Imbuh Nichole tersenyum malu malu.
“Jadi benar, kalau kau hanya mengincar harta dan warisan Davis?” kata ayah Daris langsung menatap tajam pada Nichole.
Rahang nya mengeras dengan tangan yang terkepal erat menatap pada menantu nya, yang menurut nya sangat matre dan gila harta.
“Tidak!” Nichole menggelengkan kepala nya, “Harta yang tak ternilai, itu bukan hanya tentang uang. Kami ini pengantin baru, dan kami sudah melakukan melakukan hubungan suami istri, hanya tinggal menunggu benih benih itu tumbuh, maka harta berharga yang ku maksud akan hadir. Bukankah saya akan rugi, bila saya pergi sekarang? Lantas bagaimana dengan anak kami nanti?”
“Maaf Ayah, saya tidak mau bila nanti anak kami tumbuh seperti ayah nya. Yang dimana dia memiliki keluarga tidak utuh, yang membuat nya menjadi sosok dingin tak tersentuh, seperti hantu berwajah kulkas dingin dan datar seperti itu. Saya tidak mau!” jelas Nichole panjang lebar.
Byurrr!
Uhukkk hukkk uhukkk
Mendengar penuturan dan penjelasan seperti itu dari Nichole. Seketika membuat seorang laki laki yang tengah menyeruput kopi nya, langsung menyembur begitu saja. Beruntung, semburan kopi panas nya tidak mengenai wajah seorang asisten yang sejak tadi berdiri di depan nya.
Ya, tanpa sepengetahuan semuanya, Bahwa sejak tadi, Davis tengah melakukan panggilan suara dengan Faisal. Meskipun Davis tidak menyukai Faisal, namun adiknya itu selalu mengejar nya dan mencari perhatian nya.
Tadi, Faisal memberikan laporan kepada Davis, bahwa ayah Daris ingin menemui Nichole. Itulah sebab nya, Davis langsung menelfon Faisal agar ia bisa mendengar semua obrolan antara istri dan orang tuanya.
Dan betapa terkejut nya Davis, saat mendengar pernyataan dari Nichole. Ia tidak menyangka bahwa istri kecil nya, bisa memiliki pikiran seperti itu.
...~To be continue......