Oh My Davis

Oh My Davis
Payah



...~Happy Reading~...


Biasanya, saat mendengar suara dering alarm di pagi hari, Nichole langsung membuka mata dan segera beranjak dari tempat tidur nya dan bergegas membuatkan sarapan untuk Davis.


Namun, berbeda dengan hari ini, entah sudah berapa kali ponsel itu berdering, tapi tidak membuat kedua insan yang baru saja melakukan malam panas dan panjang itu terusik sama sekali.


Jangankan bangun, hanya sekedar membuka mata saja, seolah keduanya begitu berat. Atau memang keduanya begitu malas karena terlalu lelah dalam pertempuran panas dan panjang yang mereka lakukan hampir semalaman.


Hingga, jam sudah menunjuk angka sembilan pagi. Nichole baru membuka mata nya.


Euughhh ...


Nichole menggeliatkan badan dan sedikit menguap. Ia merasa bahwa badan nya begitu sakit dan remuk, hingga saat dirinya sudah membuka mata nya dengan sempurna. Ia melihat tubuh suaminya yang begitu kekar dengan pahatan otot yang begitu terlihat seksi tanpa sehelai benang pun yang menutupi nya.


Selimut yang mereka gunakan, hanya menutupi sebagian bawah milik Davis. Hingga membuat wanita itu kembali teringat akan pertempuran panas nya semalam yang entah sampai jam berapa mereka lakukan.


‘Boleh megang gak sih?’ gumam Nichole dalam hati nya, saat menatap raut wajah Davis yang begitu tenang saat tertidur, sangat berbeda dengan saat laki laki itu terjaga.


‘Aku gak bisa bohong, kamu memang ganteng kok. Dan aku yakin, kamu juga orang baik, tapi kenapa kamu selalu menutup diri dan bersikap begitu dingin dan menyeramkan.’ Imbuh Nichole menghela napas nya panjang.


Nichole memberanikan diri untuk mengangkat tangan nya dan mendaratkan nya dengan sangat perlahan di wajah Davis. Mengusap nya pelan, dari mata, hidung hingga berakhir pada bibir berwarna pink alami yang seketika membuat Nichole kembali terbayang akan ciuman panas nya semalam.


Saat Nichole tengah hanyut menatapi wajah Davis. Tiba tiba, ia di buat terkejut saat melihat mata laki laki itu yang tiba tiba terbuka. Sontak saja, Nichole segera menarik tangan nya dari wajah Davis, namun pergerakan laki laki itu jauh lebh cepat.


“Kenapa?” tanya Davis dengan suara serak nya, khas bangun tidur dengan tangan yang tengah mencekal pergelangan tangan Nichole.


“T—tidak,” jawab Nichole menggelengkan kepala nya dengan gugup.


“Kamu kesiangan!” ucap Davis dengan raut wajah datar nya.


“Bukankah ini yang kamu inginkan?” Davis tersenyum miring menatap wajah Nichole dengan begitu lekat, “Jadi berterimakasih lah padaku.”


“What!” pekik Nichole menatap tak percaya, “Berterimakasih? Kamu sudah menyiksa ku semalaman penuh, dan aku harus berterimakasih? Kamu gila!” seru Nichole menggelengkan kepala nya.


Wanita itu segera bangkit untuk duduk dan hendak pergi, namun lagi lagi, Davis kembali menahan nya.


“Kamu ingat, bagaimana cara mu saat menjebol gawang ku semalam? Aku tahu kau itu tidak berpengalaman, tapi aku tidak menyangka kalau kau sangat payah dalam mengambil hati wanita!” cetus Nichole mencibir, ia masih ingat dengan sangat jelas, bagaimana Davis memasuki nya semalam.


“Kamu terlalu kaku, terlalu dingin dan terlalu payah!” umpat Nichole lagi dengan begitu berani, tentu saja hal itu membuat Davis marah dan merasa terhina.


Ia merasa, harga dirinya sudah di jatuhkan oleh Nichole, “Kau—“


Davis langsung mencengkram tangan Nichole dengan cukup erat lalu menindih nya. Matanya menatap begitu tajam, dengan rahang yang mengeras hingga guratan guratan urat nya tercetak dengan jelas.


“Katakan sekali lagi.” Ucap Davis menahan rasa geram nya.


“Kau itu payah!” kata Nichole langsung memanyunkan bibir nya dengan kesal, bukan takut, wanita itu justru malah memasang wajah cemberut nya, yang mana kini wajah nya malah terlihat begitu lucu dan menggemaskan.


“Aku penasaran, apakah kamu tidak pernah melihat film biru? Umur kamu itu sudah tua, harusnya meskipun kamu belum pernah melakukan nya, kamu bisa belajar mencari frekuensi dari film film biru itu.” Ucap Nichole lagi menghela napas nya panjang, “Apa kamu tahu, rasanya itu sangat sakit.”


Melihat Nichole mengoceh dan mengutarakan keluh kesah nya, entah mengapa malah membuat Davis langsung terdiam seketika. Terlebih saat mata Davis menatap bibir tipis milik Nichole yang di manyunkan, membuat laki laki itu tanpa sadar sampai menelan saliva nya hingga membuat jakun nya bergerak naik turun.


‘Oh shittt!” umpat Davis dalam hati nya.


...~To be continue ......