Oh My Davis

Oh My Davis
Tampan



...~Happy Reading~...


Pagi harinya, Nichole membuka mata saat mendengar suara kicauan burung yang berasal dari ponsel di atas nakas. Ia mengerjapkan matanya beberapa saat, lalu ia melirik ke arah sekitar nya.


Dan betapa terkejutnya ia saat mendapati seorang laki laki yang masih tertidur pulas di samping nya dengan posisi membelakangi dirinya.


Nichole menarik napas nya panjang, berusaha mengingat dan mengingat siapa laki-laki itu dan mengapa dia ada satu ranjang dengan nya. Dan setelah beberapa saat, ia baru sadar bahwa laki-laki itulah yang sudah membelinya, dan semalam ...


Glek!


Nichole langsung menelan saliva nya saat mengingat bagaimana laki laki itu berusaha melepaskan nya dari pengaruh obat pe rangsang. Antara malu, namun dirinya juga bersyukur karena dirinya bisa sembuh dan mahkota nya masih terjaga.


Satu hal yang tidak ia sangka, bahwa ternyata laki laki di depan nya itu sangat baik dan bisa menjaga dirinya. Entah apa alasan yang membuat Davis mau membeli nya, namun tidak mau merusak nya. Padahal, bisa saja Davis langsung memakan nya, karena laki-laki itu sudah membayar mahal akan dirinya.


Euugghh!


Deg deg deg ...


Jantung Nichole semakin berdetak dengan cepat saat ternyata Davis membalik tubuh nya, hingga kini laki laki itu menghadap ke arah nya.


‘A—apa yang harus ku lakukan?’ gumam Nichole dalam hati, seraya menatap wajah Davis yang masih dengan mata terpejam.


‘Ternyata dia sangat tampan. Bahkan, lebih tampan dari Ferry,’ gumam Niche lagi yang mulai tergoda akan ketampanan manusia kulkas di depan nya.


“Mandilah, kau bisa memakai pakaian ku.” Ucap Davis dengan raut wajah datar nya. Dan setelah mengatakan itu, Davis segera bangkit dari tempat tidur dan bergegas keluar kamar.


Meskipun raut wajah nya terlihat datar, namun dalam hatinya ia sedang merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa, ia ketiduran di kamar yang sama dengan Nichole. Dan bagaimana bisa, dirinya lupa mengenakan pakaian nya kembali.


Masih teringat dengan begitu jelas di ingatan Davis, bagaimana semalam, untuk pertama kalinya ia bermain begitu jauh. Meskipun tidak sampai kepada tahap inti, namun baginya itu sudah sangat menguji adrenalin nya.


Mungkin, bila di suruh memilih, dirinya akan memilih untuk membunuh orang saja, daripada harus di hadapkan dengan wanita seperti Nichole. Sangat berbeda dengan Edward, mungkin bila laki laki itu di hadapkan dengan wanita, maka laki laki itu akan merasa senang dan akan langsung memakan nya.


Sesampainya di dalam kamar yang berbeda, Davis langsung menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur. Ia menatap pada langit langit kamar nya. Saat ini, dirinya hanya mengenakan celana pendek di atas lutut tanpa atasan sama sekali. Ia menatap kedua tangan nya, seolah ingin memberikan apresiasi karena sudah bekerja keras semalaman.


(Jangan tanyakan bagaimana Davis melakukan nya, tentu saja kalian juga sudah tahu jawaban nya.)


‘Aku bisa gila kalau lama lama seperti ini,’ gerutu Davis dalam hati merutuki kebodohan nya.


Tak ingin membuang waktu, akhirnya davis memutuskan untuk segera mandi. Karena hari ini, dirinya ada janji dengan sang kakek untuk pulang ke rumah utama. Namun, baru saja dia hendak membuka pintu kamar mandi, tiba tiba ia suah mendengar suara ribut di depan kamar nya.


Untuk beberapa saat, Davis mengerutkan dahi nya, seolah berusaha mengenali suara siapa yang datang ke apartemen. Namun, setelah beberapa saat, ia langsung membulatkan matanya dan berlari keluar kamar tanpa sempat untuk memakai pakaian lebih dulu.


“Davisss!” pekik seseorang yang membuat langkah Davis seketika langsung terhenti.


...~To be continue .......