Oh My Davis

Oh My Davis
Mual



...~Happy Reading~...


Hoeekkk ...


Hoeeekk ...


Hoeekkk...


Entah sudah berapa kali, Nichole terus bolak balik ke dalam kamar mandi untuk mengeluarkan selurh isi perut nya. Setiap kali ia memakan apapun, pasti perut nya menolak dan akan langsung ia keluarkan. Tubuh nya sudah sangat lemas, sampai rasanya ia tidak mampu lagi untuk bangkit kembali ke dalam kamar.


‘Shhhh kenapa sakit sekali,’ gumam Nichole menggigit bibir bawah nya seraya memegang perut dan bersandar pada dinding kamar mandi.


Tok ... tok ... tok ...


“Nichole, apakah kau masih lama?” tanya Davis dari luar pintu terus mengetok sejak tadi.


Sudah hampir satu jam lamanya Nichole berada di dalam kamar mandi, hingga mmebuat Davis merasa khawatir di buatnya.Ingin Nihcole berusaha berteriak meinta tolong, namun tubuh nya benar benar sangat lemas, ia sudah tidak mampu untuk bangkit lagi, jadilah ia hanya bisa pasrah. Berharap Davis masuk dengan mendobrak pintu itu dan membawa nya ke kamar.


“Nichole buka pintu nya!” seru Davis terus menggedor pintu namun tak ada jawaban dari wanita nya.


Brakkkk!


Hanya dengan satu kali dobrakan saja, Davis kini sudah berhasil mendobrak pintu itu. Ia langsung di buat terkejut saat melihat istrinya sudah terbaring lemas di lantai kamar mandi yang begitu dingin dan basah.


‘Sshh sakit ... ‘ rintih Nichole hampir tak terdengar, dengan cepat Davis pun segera mengangkat tubuh Nichole dan membawa nya ke dalam kamar.


Nichole menggelengkan kepala nya, namun ia terus menggenggam tangan Davis seolah enggan untuk di tinggalkan. Air matanya mengalir begitu saja saat menatap wajah datar suami nya. Entah apa yang salah pada dirinya, namun ia sangat ingin menangis saat menatap wajah suaminya.


“Mau ku panggilkan dokter?” tanya Davis namun lagi lagi Nichole menggeleng lemah seraya menahan isak tangis nya. Tentu saja, hal itu mmebuat Davis sangat bingung dan frustasi. Karena ia tidak mengerti kenapa dan mengapa dengan istri nya.


Namun, karena tidak tega melihat istrinya seperti menahan rasa sakit, dan terus menangis. Akhirnya diam diam Davis menelfon dokter pribadi nya untu datang ke rumah dan mengecek Nichole.


Wanita itu sedang tertidur, namun harus terbangun saat mendengar suara percakapan di dalam kamar nya. Dan saat ia melihat ada seorang laki laki berpakaian dokter tengah duduk di sebelah nya, tentu saja ia sangat terkejut.


“Davis!” Nichole hendak protes dengan menatap suaminya, namun laki laki itu menggelengkan kepala nya begitu saja.


“Dia datang sendiri!” jawab nya datar hingga membuat dokter laki laki di sebelah Nichole itu langsung mendelik tajam ke arah Davis.


“Halo, perkenalkan nama ku Willy, aku dokter di keluarga Austin. Jadi, apa yang di rasakan oleh kakak?” tanya Dokter Willy.


“Dia bukan kakak mu!” saut Davis seolah tak suka dengan panggilan yang di berikan oleh Willy kepada Nichole.


“Dia istri mu, Kak. Jadi aku harus menghormati kakak ipar ku,” jawab Willy lagi tersenyum lebar. Willy adalah sahabat dari Faisal. Ayah dari dokter Willy adalah dokter pribadi di keluarga Austin, maka dari itu setelah ayah nya pensiun Willy lah yang menggantikan nya.


“A—aku ... “ Nichole bingung harus menjawab apa, karena ia sendri juga tidak tahu dengan apa yang dia rasakan. Tubuh nya terasa sangat remuk hampir hancur, mual dan juga pusing berkepanjangan.


“Kak Nichole hampir pingsan di kamar mandi. Apakah kaka mengalami mual dan pusing?” tebak Willy menatap serius pada Nichole, membuat wanita itu seketika langsung menganggukkan kepala nya begitu saja.


...~To be continue .......