Oh My Davis

Oh My Davis
Faisal Austin



...~Happy Reading~...


Mendengar suara seruan dari seorang pemuda dari arah belakang. Seketika itu juga Davis seluruh anggota keluarga lain nya langsung menoleh.


Seorang laki laki muda yang mengenakan celana jins panjang serta kemeja kotak berwarna biru tua, tengah berjalan dengan begitu bersemangat menghampiri meja makan.


"Sayang, bukankah kamu bilang ada kuliah siang ini?" tanya Sandrina langsung beranjak dari kursi nya dan menghampiri sang putra.


Faisal Austin, anak kedua dari Daris Austin. Umurnya berbeda hampir tujuh tahunan dengan sang kakak, Davis Austin. Sejak umur sebelas tahun, Faisal sudah memasuki sekolah menengah pertama, atau SMP. Namun, dia memilih untuk bersekolah di Italia, karena itu adalah sekolah milik sang kakek, Austin.


Faisal hidup dengan sang kakek, sementara Daris dan Sandrina berada di Kanada untuk mengurus perusahaan. Dan setelah ia lulus SMA satu tahun yang lalu, akhirnya Faisal memutuskan untuk kembali ke Kanada dan melanjutkan kuliah atas permintaan sang ibu.


Faisal pernah tanpa sengaja mendengar percakapan sang ibu, bahwa dirinya yang akan mewarisi semua harta sang kakek karena Davis tidak akan kembali. Oleh sebab itu, Faisal memutuskan untuk tidak terlihat pintar.


Umum nya rata rata seseorang akan membutuhkan waktu enam tahun untuk lulus SMP dan SMA. Namun, berbeda dengan Faisal yang butuh waktu sepuluh tahun di Italia untuk menyelesaikan sekolah. (Hebat bukan)


Sebenarnya Faisal bukankah anak yang memiliki IQ rendah. Dia cukup pintar, hanya saja dia menolak untuk mengakui nya. Ia sengaja membuat ulah di sepanjang hidup nya. Berharap, bahwa sang kakak akan datang dan menasehati nya atau membimbing nya.


Ya, Faisal memang sangat menginginkan kehadiran sang Kakak. Dia ingin membuktikan bahwa kehadiran nya bukan untuk merebut semua milik kakaknya. Faisal hanya menginginkan Davis, buat harta nya.


"Aku bolos," jawab Faisal dengan enteng, lalu ia segera menarik kursi di sebelah Davis, tanpa memperdulikan sang ibu.


"Halo kakak," sapa nya tersenyum.


Nichole yang berada di sebelah Davis pun, seketika langsung memiringkan kepala nya untuk melihat wajah Faisal.


"Wajah kalian mirip," ucap Nichole spontan.


"Makan lah!" ucap Davis datar memotong pembicaraan dua anak muda di sebelah kanan dan kiri nya.


"Ckckck, ternyata benar apa kata kakek. Kakak sangat dingin," gumam Faisal menghela napas nya berat.


"Kakek, apakah kakek juga memiliki cucu perempuan? Atau jangan-jangan Ayah menikah lagi sampai aku punya adik?" Tanya Faisal mengerutkan dahinya seraya melirik ke arah Nichole.


Sementara Daris yang mendapatkan perkataan itu seketika langsung tersedak dan menatap tajam pada putra keduanya.


"Faisal, jaga bicara kamu!" seru Sandrina tak Terima.


"Aku hanya bertanya." Faisal menghela napas kasar, "Lantas dia siapa? Apakah Kakek mau menjodohkan ku dengan dia?"


Pertanyaan Faisal lagi lagi mengundang tatapan tajam dari beberapa orang di sana. Termasuk Davis, ia sejak tadi diam dan kini seketika langsung menoleh ke samping untuk memberikan tatapan menusuk kepada Faisal.


"Jadi, kakak pulang untuk mengantarkan jodoh untuk ku?" tanya Faisal polos, "Tapi aku masih kuliah Kak. Dan juga, dia terlalu kecil untuk ku. Lebih baik skip saja. Aku bisa mencari jodoh sendiri." imbuh nya sok bijaksana.


"Bukankah sudah ku katakan, makan, makanan kamu!" ucap Davis semakin geram terhadap Faisal, "Atau aku akan pergi sekarang juga!"


"Jangan!" seru Faisal langsung menggelengkan kepala, "Aku baru sekali ini bertemu kakak. Setelah sekian lama, kenapa malah kau akan segera pergi. Lagipula ini rumah kakak juga, nanti saat kakek tidak ada. Rumah ini akan jadi milik kakak, jadi untuk apa pergi."


"Faisal!" seru kakek Austin langsung mendelik, "Kau menyumpahi kakek mu mati!"


Sementara itu, Nichole yang sejak tadi terdiam Ia langsung menundukkan kepala nya seraya mereka kedua tangan nya. Bukan takut, melainkan ia sedang berusaha menahan tawa nya. Ia tidak menyangka bahwa ternyata seorang Davis Austin uang begitu dingin dan datar bisa memiliki adik seperti Faisal yang sangat lucu, menurut nya.


...~To be continue... ...