Oh My Davis

Oh My Davis
Video



...~Happy Reading~...


Siang itu, Davis kembali kedatangan kedua sahabat nya di kantor. Entah apa yang membuat Clayton dan Edward kembali datang ke tempat Davis, namun hal itu sangat bertepatan dengan Davis yang memang ingin menghubungi mereka berdua.


"Kenapa bisa kebetulan sekali? aku memang berencana untuk meminta bantuan kepada kalian," ujar Davis ketika menyambut kedatangan dua sahabat nya.


Ia segera menyuruh Edward dan juga Clayton untuk duduk. "Ada apa?" tanya nya seraya mengerutkan dahi saat menatap kedua laki laki berwajah datar di depan meja kerja nya.


"Entahlah, aku tidak tau harus memulai darimana." Clayton langsung menghela napas nya dengan berat, hingga kemudian ia menatap ke arah Edward yang juga nampak di landa kebingungan.


Seorang Edward yang biasanya tengil dan memiliki banyak tingkah. Namun saat ini, mantan tukang es teh celup itu lebih banyak diam dan bahkan selalu memasang wajah dingin nya.


"Ed!" Tegur Clayton seolah menyuruh agar Edward membuka suara.


"Apakah kau yakin, aku yang harus membuka mulut?" Tanya Edward sedikit berdecak membalas tatapan mata dari Clayton.


"Sebenarnya ada apa? Kenapa kalian bersikap seperti itu? Persis seperti remaja yang sedang ke gep melakukan tindakan asusila!" Cibir Davis berdecak sedikit kesal, lantaran kedua sahabat nya terlalu bertele tele.


"Mengenai kasus kematian mendiang ibu mu—" Clayton lagi lagi menghentikan bicara nya, ia menatap kembali ke arah Edward seolah ragu untuk membahas nya.


"Edward! Lebih baik kau saja yang mengatakan! sejak Clayton menikah, dia sudah tidak memiliki nyali lagi?" Kata Davis semakin geram hingga membuat Clayton langsung mendelikkan matanya dengan tajam.


"Davis!!" Seru Clayton tak Terima.


Dua manusia kulkas yang saling beradu tatapan tajam dan dingin. Membuat Edward yang tadinya paling hangat, kini ikut merasakan sensasi dingin yang menegangkan ketika melihat kedua sahabatnya hendak beradu argumen.


"Aku dan Clayton selama ini menyelidiki tentang ini! Kamu bisa lihat sendiri," Edward memberikan sebuah tablet yang sejak tadi ia bawa kepada Davis.


"Lelucon apa ini?" Pekik Davis menatap tak percaya pada sebuah foto dan video yang di perlihatkan oleh Edward padanya.


"Jujur saja, kami juga sangat syok. Maka dari itu, aku sampai rela meninggalkan istriku yang sedang hamil, kemari demi kamu!" Ujar Edward mode serius.


"Tidak mungkin! Aku yakin bahwa ini palsu atau rekayasa. Ibuku—" Davis menggelengkan kepala nya, ia tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.


"Darimana kalian mendapatkan ini? Aku yakin, orang itu sudah merekayasa semuanya. Dan kalian mencoba untuk percaya dengan gambar murahan seperti ini? Ckckckx!"


"Mungkin foto bisa kamu anggap palsu, tapi ini ada video juga Vis. Coba kamu lihat lagi! Dan aku yakin kalau—"


"Diam kalian!" Bentak Davis semakin marah, napas nya naik turun, rahang nya mengeras dengan tangan yang terkepal kuat.


"Kami masih menyelidiki semuanya Vis. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, video ini asli!" Ucap Clayton dengan raut wajah datar nya, ia tahu bahwa Davis tengah kecewa dan marah. Namun semua itu tidak bisa menjadikan alasan untuk tidak mempercayai video nya.


Clayton dan Edward benar benar yakin, bahwa video dan foto yang mereka dapatkan adalah asli. Tidak ada rekayasa atau apapun itu, karena di sana semua terlihat dengan begitu jelas dan nyata.


...~To be continue... ...