Oh My Davis

Oh My Davis
Nasehat kakek



...~Happy Reading~...


“Kimmi, antarkan makanan ke kamar ku untuk Nihcole!” ucap Davis saat menuruni tangga dan melihat keberadaan Kimmi yang sedang berjalan menuju dapur.


“Baik Tuan,” jawab Kimmi menundukkan kepala nya dengan sopan.


Davis pun segera pergi menuju ruang kerja nya, karena sebelum itu dirinya sudah membuat janji dengan sang kakek bahwa ada yang ingin ia bicarakan. Tentu saja, hal itu bersangkutan dengan kejadian yang menimpa Davis semalam, tidak hanya semalam namun juga pagi dan siang ini. Yang membuat nya harus menahan lapar sampai hampir sore hari.


Cklek!


Hal pertama yang Davis lihat adalah, wajah kakek Austin yang langsung tersenyum lebar saat melihat dirinya membuka pintu tersebut. Tentu saja, hal itu membuat Davis semakin berdecak dan kesal.


“Sampai berapa kali?” tanya kakek Austin to the point, namun Davis memilih diam mempertahankan ekspresi wajah datar nya ketika menatap wajah sang kakek.


“Jangan terlalu kaku begitu. Saat benih sudah kamu semai, kamu jangan lupa untuk tetap menyiram nya dan memberikan nya pupuk setiap hari. Agar benih yang kamu semai itu segera tumbuh subur dan kamu bisa memanen nya,” ucap kakek Austin masih dengan senyuman puas di wajah nya.


“Kenapa harus dengan cara seperti ini?” tanya Davis datar.


“Duduk lah,” ucap kakek Austin, namun tidak di hiraukan oleh Davis, “Umur kamu itu sudah tidak muda lagi, Vis. Kamu tahu jelas apa dan bagaimana kedudukan kamu disini.” Imbuh kakek Austin menghela napas nya berat.


“Sebenarnya, kakek tidak mempermasalahkan bila semua aset ini jatuh ke tangan Faisal. Karena dia juga sama sama cucu kakek. Tapi, itu tidak berlaku dalam kamus keluarga besar kita. Kamu tahu, opa Gofard, dia sudah bersiap untuk mengambil alih perusahaan bila kamu tidak menginginkan nya. Dia tidak akan tinggal diam bila sampai perusahaan menjadi milik adik kamu, karena dia tidak memiliki ikatan yang jelas.”Lagi lagi kakek Austin menghela napas nya berat.


Davis terdiam. Opa Gerald adalah adik kandung dari kakek Austin. Dia memang sangat ingin merebut saham milik kakek Austin agar bisa merebut kedudukan di perusahaan tersebut. Dan laki laki tua satu itu memang memiliki sifat yang sebelas dua belas dengan ibu Sandrina. Itulah sebab nya, kakek Austin tidak mau sampai salah langkah, bila nanti Faisal yang menjadi penerus perusahaan, kakek Austin khawatir bahwa perusahaan itu tidak akan bertahan lama. Karena posisi Faisal di keluarga Austin sangatlah lemah dan hampir tak terlihat.


Sedangkan Davis, ia sangat jelas dan kuat. Sebagai cucu tertua juga cucu sah satu satu nya, tentu saja Davis lah yang memiliki wewenang tinggi untuk memiliki perusahaan itu.


“Selagi umur kamu masih bisa bekerja keras. Dan juga Nichole masih muda, aku yakin kalian bisa menghasilkan banyak cicit untuk ku.”


“Pikirkan kesehatan kakek. Jangan terlalu memikirkan harta, karena harta tidak akan kau bawa mati!’ ucap Davis datar.


“Aku punya dua cucu. Kenapa dua dua nya selalu menyumpahi ku agar cepat mati!” dengus kakek Austin berdecak.


“Aku tidak menyumpahi mu. Aku hanya bicara fakta, penyakit mu sudah merembet kemana mana. Sudah beranak pinak di dalam tubuh mu, makanya jangan terlalu fokus dengan harta. Aku dan Faisal yang akan menangani nya.”


“Bocah kurang ajar!” seru kakek Austin semakin kesal, “Justru itu, segera lahirkan cicit yang banyak agar aku bisa melupakan harta dan fokus pada anak anak mu!”


“Akan aku pikirkan,” ucap Davis, lalu tanpa permisi ia segera beranjak dari tempat duduk nya dan pergi meninggalkan ruang kerja begitu saja.


‘Anak dan cucu sama saja. Kalian berdua benar benar sudah mengecewakan ku.’ Gumam kakek Austin menghela napas nya berat, ‘Hanya kamu Vis, harapan kakek satu satu nya untuk mempertahankan perusahaan ini.’ imbuh nya seraya menyandarkan kepala pada kursi dan memejamkan matanya yang terasa begitu berat.


...~To be continue .......