Oh My Davis

Oh My Davis
Koala



...~Happy Reading~...


"Diamlah Nichole!" geram Davis tertahan, saat gadis itu tidak mau turun dari pangkuan nya, juga tidak mau diam.


"Kamu takut?" tanya Nichole tersenyum.


"Jangan jadi wanita murahan!" kata Davis menahan napas nya dan mencengkram tangan Nichole yang berada di wajah nya.


Ya, sejak tadi gadis itu terus menggoda nya. Entah tangan nya yang selalu mengusap rahang kokoh nya atau pinggang yang selalu di gerakkan hingga membangunkan sesuatu yang sudah tertidur lama di bawah sana.


"Jadi murahan sama suami sendiri, kurasa tidak salah!" jawab Nichole berdecak walau sebenarnya hatinya terasa sedikit sakit.


"Suami kontrak!" jelas Davis singkat.


"Yang penting sah!" balas Nichole lagi seolah tak mau kalah.


"Ingat status kamu!"


"Justru itu, karena aku ingat. Makanya aku rela memberikan nya padamu?" balas Nichole lagi yang membuat Davis sampai kehabisan kata kata.


Gadis itu tidak bisa di sepelehkan. Karena ia begitu pandai memberikan jawaban yang membuat pembuat pertanyaan mati gaya. Hingga akhirnya, Davis memilih untuk diam daripada berdebat dengan Nichole.


Sepanjang perjalanan, Davis hanya mampu terdiam dengan sesekali menahan napas nya saat memejamkan mata. Sementara itu, Nichole yang sejak tadi bersandar di bahu Davis sambil mengoceh, tiba tiba tak bersuara lagi.


Dan, saat Davis menundukkan kepala nya, ia langsung menghela napas nya lega karena ternyata gadis itu sudah tertidur.


"Maaf Tuan, kita sudah sampai!" ujar Yudha tanpa berani melihat ke arah belakang.


Davis menganggukkan kepala nya. Ia segera membawa Nichole untuk turun dari mobil dan membawa nya ke kamar.


"Astaga, kakak nemu koala dimana?" tanya Faisal saat berpapasan dengan Davis yang tengah menggendong Nichole seperti koala.


"Tunggu aku di ruang baca!" kata Davis tanpa menjawab gurauan Faisal. Matanya menatap tajam pada adik tiri nya seolah ingin menuntut jawaban jelas dari laki laki tersebut.


'Kenapa perasaan ku gak enak ya?' gumam Faisal dalam hati seraya menelan saliva nya.


"Kakak, aku ada casting. Jadi maaf, lain kali saja ya!" teriak Faisal langsung memilih pergi saat Davis baru saja tiba di pertengahan tangga.


"Faisal!" seru Davis semakin kesal, dan tak di hiraukan oleh Faisal.


"Berisik!" gumam Nichole dengan suara serak nya sambil mengusap telinga karena terasa begitu penging.


Lagi lagi, laki laki itu hanya bisa mendengus dengan kesal. Ia melanjutkan langkah nya menuju kamar, lalu segera merebahkan tubuh Nichole dengan cukup kasar di atas tempat tidur.


"Sumpah, jahat banget!" keluh Nichole lagi seraya memanyunkan bibir nya kesal menatap Davis, lalu tiba tiba menguap.


"Lanjutkan tidur mu!" ucap Davis datar, lalu ia memilih untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian santai.


Sementara itu, Nichole yang di tinggalkan begitu saja oleh Davis kembali mendengus kasar. Hingga tiba tiba ia mendengar suara getaran ponsel di dalam tas nya, membuat nya langsung bergegas untuk membuka pesan itu.


Faisal :


'Bagaimana? Apakah berhasil? Karena tadi kak Davis sudah marah padaku.'


Nichole berdecak saat membaca pesan yang di kirimkan oleh Faisal, apanya yang berhasil, batin Nichole.


Nichole tidak menjawab pesan chat dari Faisal. Ia memilih untuk beranjak dan pergi turun ke lantai bawah untuk menyiapkan makanan.


Keahlian memasak Nichole semakin hari semakin baik. Tentu saja itu karena dirinya ikut kursus memasak selama satu bulan penuh sebelum akhirnya ia masuk kuliah.


Itu adalah salah satu syarat dari Davis agar Nichole bisa kuliah lagi. Salah satunya yaitu dengan Nichole bisa memasak.


"Selamat sore Kimmi," sapa Nichole tersenyum ramah seperti biasa, saat melihat Kimmi di dapur.


Gadis itu tidak menjawab, ia hanya tersenyum tipis ke arah Nichole lalu segera pamit pergi.


'Loh, kok malah pergi? Kenapa sih?' gumam Nichole bingung.


Tak ingin membuang waktu, Nichole pun mulai memasak dengan begitu fokus. Saking fokus nya ia memasak, sampai tidak menyadari bahwa sejak tadi ada seseorang yang mengawasi nya dengan tatapan yang begitu sulit di artikan.


...~To be continue... ...