
...~Happy Reading~...
“Kakak tunggu!” Faisal langsung menahan tangan kakak nya saat melihat Davis hendak beranjak dari kursi, “Ada yang ingin ku bicarakan!”
Tanpa menunggu persetujuan dari Davis, Faisal langsung membawa Davis menuju kolam renang untuk berbicara. Membuat Davis hanya mampu mendengus dan pasrah, karena baginya semakin kesini, adiknya semakin berani dan kurang ajar padanya.
“Katakan!” ucap Davis melepaskan tangan nya dari cekalan Faisal.
“Apakah kakak dan Nichole belum melakukan hubungan itu?” tanya Faisal memberanikan diri untuk bertanya.
Sebenarnya, Faisal sudah ingin bertanya dari beberapa waktu yang lalu. Namun selalu ia urungkan karena tidak berani, dan hari ini ia memaksakan diri untuk bertanya.
“Bagaimana kuliah kamu?” tanya Davis datar berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Kak!” Faisal menatap kakak nya dengan cukup intens, “Kemarin aku menemukan ini di kamar kakek!”
Davis langsung mengerutkan dahi nya saat menerima sebuah surat dari Faisal. Dimana itu adalah surat kesehatan milik sang kakek. Ya, dapat di lihat bahwa kesehatan kakek tua itu semakin menurun. Namun, kakek Austin selalu berusaha bersikap baik baik saja, bahkan nampak tidak memiliki penyakit apapun.
“Kenapa banyak sekali? Ckckck, rupanya dia benar sudah tua!’ gumam Davis berdecak dalam hati.
“Apakah dia hobi memborong penyakit?” tanya Davis mendengus kala menatap pada Faisal.
“Maka dari itu, aku bertanya sama kakak. Apakah kakak benar sudah melakukan hubungan suami istri dengan Nichole atau belum? Kalau sudah dan benar hingga sekarang Nichole belum hamil, berarti apa yang ku katakan tadi benar. Bahwa benih kakak kurang unggul, dan saran ku lebih baik kakak konsultasi ke Dokter.” kata Faisal dengan kurang ajar nya, seketika membuat mata davis kembali melotot tajam.
“Jangan marah dulu! Tapi kalau memang kakak belum melakukan itu dengan Nichole. Maka saran Faisal kakak segera lakukan, agar dia segera hamil dan kakek bisa segera menimang cicit, setidaknya sebelum dia di jemput malaikat!” imbuh nya yang semakin membuat Davis menghela napas kasar.
Sungguh, Davis tidak menyangka bisa memiliki adik seperti Faisal. Sangat berbeda jauh dari nya, ia memang dingin, datar dan kaku. Ia akui itu, tapi mulut nya tidak sekurang ajar dan asal ceplos seperti Faisal.
“Ah atau begini saja. Bagaimana kalau aku saja yang un boxing Nichole? Dia masih perawan kan?” kata Faisal lagi sedikit berbisik, “Nanti kakak bisa mengakui itu anak kakak. Yang penting kakek gak tahu, gampang kan.?
Saat itu juga, Davis langsung melayangkan sebuah pukulan yang cukup keras di kepala Faisal, hingga membuat adik nya itu memekik dan mengaduh kesakitan.
“Cuci otak kamu itu. Fokuskan diri pada skripsi mu yang tidak rampung rampung itu, jangan ikut campur urusan orang lain, apalagi urusan ku!” ucap davis dengan tajam menatap Faisal, lalu ia pergi begitu saja.
Karena merasa kesal dan marah, Davis pun memutuskan untuk segera kembali ke kamar dan istirahat. Berulang kali ia menarik napas nya panjang, berharap rasa kesal nya berkurang, sungguh ia tidak habis pikir, bagaimana bisa Faisal memberikan saran seperti itu.
Dengan mudahnya ia akan memerawani Nichole yang notabene nya adalah istri Davis. Meskipun Davis tidak mencintai Nichole dan pernikahan nya hanya tinggal beberapa bulan lagi, tapi saat ini Nichole masih sah menjadi istrinya. Dan ia tidak akan mau untuk membiarkan adiknya meniduri sang istri.
“Mas,” panggil Nichole saat melihat Davis hendak merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.
Laki laki itu tidak menjawab, ia hanya menatap Nichole dengan dahi berkerut, seolah menanyakan, ada apa.
“Apakah kamu tidak memiliki cita cita untuk, emmmtt untuk—“ Nichole nampak bingung sendiri dengan pertanyaan nya, hingga membuat nya merasa sangat bodoh dan menyesal, “Tidak jadi, lupakan. Dan maaf!”
Setelah mengatakan itu, Nichole pun segera berjalan menuju sofa dan mengambil selimut nya. Menutup seluruh badan hingga ke kepala dengan selimut dengan posisi membelakangi Davis.
“Besok siang, setelah kuliah mu selesai, datanglah ke kantor!” ucap Davis datar tanpa menatap ke arah Nichole.
“Untuk apa?” tanya Nichole langsung membuka selimut nya dan menatap ke arah Davis.
“Besok kau akan tahu!” jawab Davis, lalu ia memejamkan mata untuk memasuki alam mimpi nya.
Nichole tidak bisa tidur, gadis itu mendengus dan memanyunkan bibir nya. Ternyata begitu sulit untuk mencairkan gunung es yang ada di tubuh suami nya. Entah bagaimana lagi, cara Nichole untuk menarik perhatian dari Davis, selama hampir enam bulan lamanya semua cara sudah ia lakukan, namun tidak ada yang berhasil.
...~To be continue .......