Oh My Davis

Oh My Davis
Kesiangan



...~Happy Reading~...


Pagi harinya, Nichole terbangun dan mulai membuka matanya perlahan. Ia menarik napas nya panjang, sedikit melenguh, lalu ia memiringkan wajah nya ke samping.


Deg!


Untuk sesaat, ia terdiam saat sudah membuka matanya dengan sempurna. Ia mengerjapkan matanya berulang kali, guna memastikan apakah penglihatan nya normal atau tidak.


Bagaimana ia tidak berpikir seperti itu, bila kini saat ia membuka mata ia sudah menemukan seorang laki laki yang juga tengah tertidur di sebelah nya.


Nichole yang tidur di sofa, sementara laki laki itu tidur dalam posisi duduk di lantai namun kepalanya ia sandarkan di bantal yang sama dengan nya. Tak hanya itu, bahkan tangan laki laki itu terus menggenggam tangan Nichole yang berada di dada. Tentu saja, hal itu membuat Nichole ingin menjerit keras.


Namun, tiba tiba niat itu ia urungkan saat sebuah suara lebih dulu menghentikan niat nya, “Tidak perlu berteriak! Kamu sendiri yang memaksa ku tidur disini!” ucap laki laki itu yang tak lain dan tak bukan adalah Davis, suaminya.


“K—kenapa kamu tidur disini?” tanya Nichole sedikit gugup, ia pun langsung melepaskan tangan Davis dan genggaman nya.


“Kenapa?” Davis langsung mengerutkan dahi nya dan menatap Nichole dengan begitu intens, “Lain kali, sebelum tidur bacalah doa. Agar kau tidak mimpi buruk!”


Setelah mengatakan itu, Davis memilih untuk bangkit dan bergegas pergi menuju kamar mandi. Tubuh nya terasa sangat remuk karena kemarin seharian lelah bekerja hingga lembur. Dan semalaman ia tidur dalam posisi duduk hingga membuat kaki nya kebas dan kesemutan.


“Memang nya aku anak kecil, yang harus di ingatkan seperti itu!” gumam Nichole mendengus kesal menatap pada Davis yang semakin berjalan menjauh dari tempat nya.


“Astaga, aku kesiangan!” pekik nya saat baru tersadar bahwa jam sudah menunjuk angka enam lewat sepuluh pagi. Sedangkan Davis akan berangkat ke kantor pukul tujuh.


Tanpa membasuh wajah nya, Nichole pun bergegas berlari keluar kamar seraya merapikan rambut nya untuk ia ikat di atas kepala.


“Selamat pagi Kimmi,” sapa Nichole setelah tiba di dapur, ia sudah melihat Kimmi dengan berbagai alat perang nya, yakni masakan.


“Baiklah, kali ini kau masak apa?” tanya Nichole kembali membuka suara.


Kimmi pun menjelaskan banyak hal kepada Nichole. Tentang apa yang akan ia masak, dan bahan apa saja yang di perlukan.


“Kimmi, kau begitu pandai memasak, mengapa tak kau saja yang mengajari ku, kursus?” tanya Nichole menghela napas berat.


“Maaf Nona, saya tidak bisa,” tolak Kimmi dengan wajah tersenyum, dan Nichole hanya bisa menganggukkan kepala tanda paham.


“Kenapa?” tanya Nichole sedikit kecewa.


“Karena saya harus kuliah, Nona,” jawab Kimmi menunduk sopan, tentu saja hal itu membuat Nichole sedikit iri.


Bagaimana tidak, posisi nya dengan Kimmi cukup jauh berbeda. Ia istri dari cucu majikan Kimmi. Namun, ia tidak kuliah, sementara Kimmi yang hanya seorang pelayan, ia bisa kuliah.


Sejujurnya, Nichole saat ingin berkuliah, namun ia juga tidak tahu bagaimana caranya karena hingga saat ini, dirinya belum bisa berbicara atau meminta izin kepada Davis.


Sementara itu, di dalam kamar. Davis yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, nampak mengerutkan dahi nya saat sudah tidak menemukan keberadaan Nichole.


‘Dasar pemalas, ceroboh dan menyebalkan juga jorok!’ gumam Davis dalam hati, karena melihat keadaan sofa masih berantakan, sementara Nichole sudah tidak ada.


Gadis itu belum membasuh wajah apalagi mandi, namun sudah meninggalkan kamar. Tentu saja, Davis kurang menyukai akan hal itu.


...~To be continue ......