Oh My Davis

Oh My Davis
Siapa Miyya?



...~Happy Reading~...


"Kenapa Yudha meeting sendiri? Kenapa kamu malah disini? Dan kenapa—"


"Bisakah kau diam tanpa banyak bertanya? Dan fokus dengan pekerjaan kamu!" kata Davis dengan cepat memotong pertanyaan dari Nichole.


"Ckckck, ini bukan pekerjaan aku, sebenarnya!" gumam Nichole berdecak, lalu kembali menguapkan makanan ke mulut Davis.


Ya, setelah perdebatan cukup panjang antar keduanya yang melibatkan tentang Yudha, kini akhirnya Nichole di paksa untuk menyuapi Davis makanan yang dia bawa. Sementara Davis, laki laki itu memilih untuk mengecek beberapa pekerjaan yang tadi di berikan oleh Yudha.


"Mas... " panggil Nichole pelan.


"Hem," jawab Davis tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptop.


"Boleh aku bertanya?" tanya Nichole lagi pelan.


"Katakan!"


Nichole menarik napas nya cukup panjang. Ia kembali menyuapkan makanan ke mulut Davis, "Siapa Miyya?"


Deg!


Seketika itu juga, jemari tangan Davis yang sejak tadi sedang sibuk mengetik laptop, tiba tiba terhenti kalau mendengar nama seseorang yang di sebut oleh istri nya.


Davis langsung mengalihkan pandangan nya, matanya menatap wajah Nichole yang terlihat tidak biasa menurut nya.


"Kenapa kau bertanya padaku?" tanya Davis mengerutkan dahi nya.


"Karena... karena a—aku penasaran," jawab Nichole pelan, ia menggigit bibir bawah nya karena merasa begitu gugup, apalagi melihat tatapan mata Davis yang nampak langsung berubah.


"Darimana kau tau nama itu?" tanya z Davis lagi. Kini, laki laki itu langsung memutar kursi kerja nya, dan langsung menangkup kedua kaki Nichole yang tengah terduduk di meja kerja.


"Semalam kamu memanggil nya," jawab Nichole datar, seketika itu juga wajah Davis terlihat begitu menegang.


"Apakah dia kekasih kamu? Atau mantan kamu, atau—"


"Bukan siapa siapa!" ucap Davis datar dan langsung memotong ucapan Nichole.


Tentu saja, wanita itu tidak percaya. Seorang z Davis yang sampai mengigau nama wanita lain. Tentu saja, wanita itu bukan lah wanita biasa. Pasti wanita itu memiliki tempat berarti dalam hati Davis, hingga membuat laki laki itu sampai memimpikan nya.


"Apa kau takut aku akan cemburu?" tanya Nichole berdecak dan langsung menggelengkan kepala nya, "Aku hanya penasaran saja. Aku tidak akan cemburu, tenang saja," imbuh Nichole meyakinkan.


Kini, wanita itu sudah mengalungkan kedua tangan nya di leher Davis. Hingga membuat laki laki itu semakin menatap lekat pada wajah Nichole.


"Siapa dia?" tanya Nichole pelan, ia mengulurkan sebelah tangan nya untuk ia usapkan di rahang kokoh milik sang suami.


"Katakan, siapa tahu aku bisa membantu kamu. Sebentar lagi, pernikahan kita usai, kamu bisa bebas bersama kekasih kamu itu. Atau dia sedang marah pada mu? Mau aku bantu bicarakan hem?, imbuh nya dengan begitu lembut.


"Tidak bisakah kau tidak membahas soal pernikahan?" tanya z Davis menggeram tertahan.


Entah mengapa, setiap kali Nichole mengingatkan bahwa usia pernikahan mereka akan segera usai. Dada nya begitu bergemuruh, jantung nya berdetak begitu cepat dan emosi nya seketika langsung naik.


"Aku sedang berusaha mengingatkan diri aku sendiri, agar tidak jatuh terlalu dalam. Terlebih sekarang, aku sudah tahu siapa wanita yang kamu cintai. Jadi, aku bisa bersiap siap untuk pergi tanpa takut untuk tersakiti," jawab Nichole tersenyum segitu santai dan teduh.


"Aku tidak menyukai perkataan mu!" ucap Davis dengan napas memburu menahan gejolak amarah.


"Aku tidak berharap, kamu untuk menyukai kata kata ku. Tapi aku berharap, kamu bisa menyukai aku," balas Nichole tersenyum, "Boleh?"


"Kalau itu, kau harus bekerja dengan sangat keras!" jawab Davis, lalu dengan tiba tiba ia langsung menekan tengkuk Nichole dan me ***** bibir nya dengan begitu dalam dan menuntut.


"Bekerja keras yang seperti apa yang kamu inginkan, hem?" tanya Nichole dengan napas masih terengah setelah Davis melepaskan pagutan nya.


'Kau sudah tahu jawaban nya,' balas Davis berbisik di telinga Nichole hingga membuat wanita itu seketika langsung mengarahkan kepala nya ke atas menikmati setiap sensasi yang di hasilkan oleh jemari tangan kekar milik suami nya.


...~To be continue.... ...