Oh My Davis

Oh My Davis
Resmi



...~Happy Reading~...


Acara pernikahan Davis dan Nichole terbilang sangat singkat, jelas dan juga padat. Hanya pemberkatan di gereja dan itupun hanya di saksikan oleh keempat keluarga Davis.


Tidak ada teman, kerabat ataupun rekan bisnis. Karena Davis sengaja tidak mau membuat acara besar. Bahkan, Clayton dan Edward pun tidak ada yang di kasih tahu, bahwa hari ini dirinya menikah.


Dan tak butuh waktu lama. Kini, keduanya pun sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Davis tidak butuh ucapan selamat dari keluarga nya, laki laki itu segera mengajak Nichole untuk segera pergi. Bahkan untuk mengucapkan rasa terimakasih pun tidak dia lakukan.


"Davis, tunggu dulu!" Kakek Austin menghentikan langkah kaki Davis saat sudah berada di luar gereja.


"Kalian mau kemana? Kami datang kesini untuk kalian, kenapa malah mau pergi begitu saja!" kata kakek Davis sedikit mendengus, dan geram.


Bila boleh jujur, laki laki tua itu sangat ingin memukul cucu pertama nya dengan tongkat yang selalu ia bawa. Berharap, bahwa nanti otak cucu nya itu bisa normal kembali.


"Bukankah acara sudah selesai? Hanya begitu saja, bukan?" kata Davis dengan ekspresi wajah datar nya.


Kakek Davis langsung menghela napas nya berat, "Kamu yakin tidak mau membuat pesta? Semua rekan bisnis Kakek harus tahu akan hal ini."


"Kalau begitu kakek saja yang buat. Aku tidak mau!" kata Davis.


"Anak kurang ajar! Tidak memiliki sopan santun! Setidaknya hargai kami sedikit." cetus Sandrina berusaha menahan rasa kesal nya terhadap Davis.


"Maaf Kakek, Ayah, Ibu. K—kami permisi dulu!" ucap Nichole mewakili Davis dengan buru buru sebelum pada akhirnya tangan nya kembali di tarik oleh Davis agar segera memasuki mobil.


Keempat orang itu hanya bisa menatap mobil Davis yang sudah pergi dengan tatapan yang sulit di ekspresi kan. Mereka seolah sudah tidak mengenal z Davis lagi.


Davis yang dulu, hanya seorang anak kecil yang cengeng dan penurut. Ceria juga sangat cerewet, namun kini, dia sudah tumbuh menjadi laki laki yang dingin, datar dan tak tersentuh sama sekali.


Sangat sulit untuk bisa dekat dengan nya. Baik Daris maupun Austin, merasa sangat menyesal karena secara tidak sengaja mereka lah yang sudah mengubah karakter Davis yang dulu dan sekarang.


"Kalian berdua puas sekarang?" tanya Kakek Austin tanpa menatap anak dan menantu nya yang masih berdiri di belakang nya.


"Terutama kamu, Daris. Bahkan kini, anak kamu sendiri sudah tidak mengenal mu apalagi menganggap mu ada!" imbuh kakek Austin lalu ia segera mengajak Faisal untuk memasuki mobil dan pulang.


Sementara itu, Daris yang mendengar perkataan ayah nya hanya mampu terdiam. Ia juga membenarkan apa yang di katakan oleh kakek Austin. Menyesal pasti ada, apalagi bayangan akan kematian istri pertama nya masih terus menghantui nya.


"Sudahlah, jangan dengarkan Papa. Aku yakin, cepat atau lambat, anak itu juga akan menganggap kamu ada. Lagipula, kalau pun dia tidak mau menganggap kamu ayah nya. Kamu masih punya Faisal, dia yang akan menganggap kamu dan mengurus kamu, tenang lah," ujar Sandrina mengusap bahu suami nya.


"Kita pulang sekarang!" kata Daris mengabaikan perkataan istrinya, lalu ia juga segera masuk ke mobil dan menyuruh supir agar kembali pulang ke rumah.


...~To be continue. ... ...