Oh My Davis

Oh My Davis
Bab 7 (Season 2)



...~Happy Reading~...


Hari berganti hari, kini sudah terhitung satu minggu lamanya Davis berada di rumah sakit. Luka pada tubuh nya semakin pulih dan membaik, namun tidak dengan psikis nya.


Selama satu minggu, Davis tidak mau membuka mulut nya sama sekali. Bahkan, untuk sekedar makan atau minum, ia menolak dan hanya mendapatkan asupan makanan dari infus saja.


Tak hanya Clayton dan juga Shiena yang berada di rumah sakit, melainkan Edward dan juga Faiza juga sudah datang untuk ikut ke pemakaman Nichole beberapa hari yang lalu.


Kini, anak laki laki itu hanya diam, menatap pada langit yang begitu berwarna cerah dari balik jendela ruang perawatan nya.


"Kenapa?" gumam Davis menatap datar pada langit itu.


"Udah seneng kalian ninggalin Davis? Mama udah bahagia bisa ketemu Papa? Seneng kalian berdua udah kompak ninggalin Davis?" imbuh nya lalu terisak.


"Davis benci Mama, Davis benci Mama!" jerit nya dengan tiba tiba langsung melemparkan bantal dan juga selimut yang ada di tempat tidur nya.


Cklek!


Mendengar suara jeritan Davis, seketika itu juga membuat dua wanita yang sejak tadi menunggu di luar langsung masuk ke dalam ruangan Davis.


"Davis!" seru Shiena segera berlari ke arah Davis dan berusaha menenangkan nya.


"Davis benci sama mereka. Davis benciii!" jerit nya begitu penuh luka.


"Sayang, tenang ya. Sstttt Davis gak boleh bicara begitu. Davis—"


"Davis mau sama Mama huaaaa hiks hiks hiks. Davis benci sama Mama tapi Davis juga mau sama Mama, Davis gak mau sendiri. Davis takut Davis gak mau!" teriak nya dengan ber linangan air mata.


Setelah satu minggu anak itu diam. Kini akhirnya ia melampiaskan kembali semua perasaan yang ia rasakan. Tentu saja hal itu membuat hati kedua wanita di depan nya merasa sesak dan ikut sakit.


...🔥🔥🔥🔥...


Shiena membawa Davis untuk pergi ke makam orang tuanya. Ini adalah permintaan Davis sebelum ia akan pergi meninggalkan kota itu.


Ya, setelah bujukan yang begitu panjang. Akhirnya Davis mau ikut pergi bersama dengan Clayton dan juga Shiena ke Italia.


Namun, sebelum ia pergi, Davis meminta ingin menemui makam orang tuanya terlebih dulu.


"Ma—Mama... " Rasanya sangat sulit bagi Davis untuk mengucap kata seperti itu. Suaranya seperti tercengat di tenggorokan, dada nya begitu sesak saat melihat sebuah gundukan tanah yang masih baru serta foto yang ibu yang terpampang jelas di sana.


Foto dimana wajah ibu nya nampak begitu cantik dan bahagia. Dan foto itu di ambil saat Nichole masih bersama dengan Davis, tentu saja saat hamil Davis kecil.


"Mama udah seneng sekarang?" tanya Davis menggenggam tanah makam di depan nya.


"Mama sudah bertemu dengan Papa kan? Seharusnya Mama mengajak Davis hiks hiks. Yang ingin bertemu dengan Papa itu Davis, kenapa justru Mama yang lebih dulu menyusul Papa hiks hiks hiks."


Davis berbicara dengan begitu lirih seraya menahan isak tangis nya. Sebelah tangan nya ia gunakan untuk meremas dada nya yang terasa semakin sesak.


Belum lama, ia datang ke makam itu bersama sang Ibu. Dan kini, ia datang lagi seorang diri karena sang ibu sudah ikut beristirahat dengan tenang di samping ayah nya.


"Davis benci kalian. Davis benci Papa dan Mama yang sudah melahirkan Davis dan meninggalkan Davis begitu saja." Davis bangkit, ia menghapus air matanya lalu kembali menatap dua makam yang saling bersebelahan itu dengan berlinang air mata.


"Davis tidak mau di dekat kalian lagi. Kalian jahat karena sudah meninggalkan Davis. Maka dari itu, Davis akan pergi jauh. Sangat jauh sampai tidak bisa melihat kalian lagi!" ucap Davis seraya mengepalkan tangan nya dengan begitu erat.


Dan setelah mengatakan itu, Davis segera berlari sekuat tenaga menuju tempat parkir. Dimana Clayton dan Shiena sudah menunggu. Mereka memang sengaja tidak ikut ke makam, karena ingin memberikan ruang untuk Davis berbicara dengan kedua orang tuanya.