
...~Happy Reading~...
Setelah beberapa saat, kini Nichole sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Davis tidak mengizinkan siapapun untuk masuk ke ruangan itu, tanpa seizin dia. Bahkan, dokter dan perawat yang akan masuk saja harus melewati tahap pengecekan dari penjaga nya dulu.
Dokter mengatakan, penyebab pendarahan yang di alami oleh Nichole bukan karena wanita itu tertekan atau sakit hati, seperti yang di takutkan Davis saat menjaga Chila dulu.
Nichole mengalami pendarahan, lantaran ada yang sengaja memberikan nya obat peluntur kandungan. Dan dokter menduga, obat itu di campurkan lewat makanan atau minuman, karena sebelumnya ibu Sandrina mengatakan bahwa pasien habis makan siang.
Beruntung Nichole segera di bawa ke rumah sakit dengan cepat. Karena bila telat sedikit saja, maka bisa di pastikan keduanya tidak akan selamat. Karena jenis obat yang di berikan itu bukan hanya untuk melunturkan kandungan, melainkan juga membuat jantung Nichole berhenti hingga akan mengakibatkan kematian.
Tentu saja, hal itu membuat Davis semakin takut dan tidak mengizinkan siapapun menemui Nichole. Bahkan, ia sampai memanggil penjaga dari Klan C untuk berjaga di rumah sakit.
"Siapa menurut mu?" tanya Davis ketika melihat kedatangan sahabat nya di depan ruangan Nichole.
"Entahlah, masih menjadi teka teki. Tapi aku yakin, itu bukan Miyya!" jawab Clayton sedikit ragu.
"Come on, mengapa kalian harus bawa bawa orang mati. Miyya sudah tenang di sana, jangan kalian bahas lagi!" sakit Edward sedikit risi ketika kedua sahabat nya mulai membahas soal kematian.
Sejak istrinya hamil untuk kedua kalinya. Edward memang menjadi seorang yang penakut. Bila mendengar kata kata tentang hantu dirinya sudah pasti langsung merinding.
Clayton sendiri juga bingung. Karena ia belum mencari tau lebih lanjut soal permasalahan yang di alami oleh Davis. Namun, satu hal yang ia yakini bahwa Miyya tidak mungkin bangkit lagi. Karena dia sendiri yang melihat bagaimana wanita itu di makamkan kala itu.
"Untuk sementara, aku mendukung keputusan kamu. Jangan biarkan orang lain mendatangi Nichole, kamu bisa mengawasi setiap pergerakan dari orang yang kamu curigai. Bila perlu, kamu ganti semua penjaga di rumah itu." tungkas Clayton yang langsung di balas anggukan oleh Edward.
"Clay, ayo kita pulang saja. Ini sudah hampir malam!" kata Edward yang seketika membuat dua laki laki berwajah datar itu langsung menatap nya tajam, "Davis butuh istirahat, lagipula sebentar lagi pasti istrinya sadar. Apakah kau mau melihat kemesraan mereka?" imbuh Davis menatap Clayton dengan senyuman lebar.
Edward benar, Clayton memang paling lemah dalam kepemilikan iman. Ia tidak akan kuat bila melihat pasangan yang bermesraan, membuatnya selalu ingin berada di dekat istrinya. Dan sebelum itu terjadi, mungkin ada baiknya ia segera kembali.
"Kalau ada apa apa, segera hubungi aku!" ucap Clayton menepuk bahu Davis lalu bergegas pergi.
"Kalian langsung pulang ke Indonesia?" tanya Davis menghentikan langkah Clayton dan Edward.
"Tidak!" jawab keduanya, "Dia honeymoon, dan aku akan babymoon. Makanya, tadi kami pikir kita bisa pergi bertiga. Eh malah ternyata ada kejadian seperti ini!" imbuh Edward menghela napas nya dengan berat.
Memang benar, tujuan Edward dan Clayton datang, niatnya ingin berlibur. Namun ternyata ia malah di kejutkan dengan kabar dari Davis bahwa istrinya masuk rumah sakit. Maka dari itu, begitu turun dari pesawat, Clayton dan Edward segera meluncur ke rumah sakit. Sementara Faiz dan Shiena langsung menuju Hotel yang sudah di siapkan oleh Clayton.
...~To be continue ... ...