
...~Happy Reading~...
Davis langsung mengangkat tubuh Nichole saat sudah tiba di apartemen nya. Dengan sangat hati hati, ia menidurkan Nichole di atas tempat tidur. Tak ingin mengganggu, Davis pun berniat untuk pergi menuju kamar sebelahnya.
sudah mengubah posisi nya menjadi duduk.
"B—bantu aku," gumam gadis itu begitu lirih.
Sangat terlihat jelas bagaimana sulitnya bagi Nichole untuk menahan sesuatu yang bergejolak dalam tubuh nya.
"Sangat panas," lirih nya lagi sambil berusaha menarik narik ujung dress tipis yang ia kenakan.
Bohong bila Davis tidak tergoda. Meskipun dia menyandang jomblo abadi, namun ia tetap lah laki laki sejati dan normal. Tentu saja ia akan terpancing bila di berikan umpan seperti sekarang ini.
"Aku akan siapkan air dingin untuk mu mandi!" kata Davis dengan raut wajah datar nya, ia pun segera beranjak dan menuju kamar mandi.
Dan saat dirinya tengah mengisi air di dalam bathtub dengan air dingin. Tiba tiba ia merasakan sebuah pelukan yang begitu hangat juga erat dari belakang.
Grep!
"Kenapa efek nya sangat luar biasa?" gumam Nichole mendesis hingga membuat Davis seketika langsung menelan saliva nya.
"Lepaskan!" mata Davis berusaha melepaskan tangan Nichole dari perut nya, namun gadis itu justru semakin erat memeluk, "Mandilah dulu, aku akan mencarikan penawar untuk kamu!"
Nichole langsung menggelengkan kepala nya, "T—tidak, aku tidak bisa menunggu terlalu lama. I—ini sangat menyiksa hiks hiks."
Davis di landa kebingungan, ia tidak tahu harus bagaimana. Ia hendak menghubungi anak buah nya, ternyata ponsel nya tertinggal di mobil. Lantas bagaimana caranya menelfon, sementara posisi mereka masih di dalam kamar mandi.
"Justru itu kau berendam di sana. Aku akan cepat mencarikan mu obat!" kata Davis begitu frustasi.
Kini, posisi sudah berubah, karena Nichole berhasil memutar tubuh Davis hingga membuat keduanya kini saling berhadapan.
"Dulu, Aulia sering mengalami seperti ini. Dan, euuggg dan pacar nya yang selalu membantu nya. Bahkan," Nichole memejamkan matanya dengan sangat erat, saat merasakan napas nya semakin memburu dan rasa panas semakin menjalar memenuhi dirinya.
Davis pun langsung mengerutkan dahi nya saat mendengar nama Aulia di sebut oleh Nichole.
"Kau sering melihat mereka?" tanya Davis tak percaya.
Nichole pun dengan cepat langsung mengangguk, "Jadi tolong bantu aku."
Nichole bukanlah gadis yang polos dan bodoh. Ia sangat pintar dan tahu semuanya, namun ia bisa menjaga dirinya sendiri. Sebelum akhirnya justru dia di jual oleh ayah tirinya.
"Bukankah ini alasan mereka memberikan ku obat sialan ini? Dan bukankah karena ini, kamu membeli ku dengan harga yang sangat mahal? Maka dari itu, sentuh aku."
Davis terdiam. Ia bisa melihat sorot mata Nichole yang sudah berkabut akan ga irah. Namun juga tersimpan kesedihan serta kekecewaan yang begitu dalam di sana.
"Siapapun yang membeli ku, pasti mereka menginginkan mahkota ku. Maka dari itu, ambilah, dan bantu aku lepas dari pengaruh obat ini," pinta Nichole untuk ke sekian kali nya.
Karena Davis hanya menatap nya datar, dan tidak ingin bergerak sama sekali. Akhirnya Nichole yang berinisiatif, gadis itu langsung berjinjit dan mengecup bibir tebal laki laki datar di depan nya.
Sontak saja, Davis sangat terkejut dengan perlakuan Nichole. Ia berusaha menepis dan menghindari Nichole. Namun tidak bisa, terlebih ketika Nichole dengan tiba tiba langsung naik dan meminta gendong bak seperti koala. Yang mana membuta tangan Davis seketika langsung menahan badan Nichole dari bawah.
...~To be continue... ...
...Udah dulu deh, lanjut besok lagi. 🙈🙈🤭🤣🤣🤣🤣...