Oh My Davis

Oh My Davis
Ibu mertua



...~Happy Reading~...


Setelah menyelesaikan makanan nya, Davis pun segera bergegas menuju kantor bersama kakek Austin. Sementara itu, Nichole hanya mampu berdecak kesal melihat penampakan makanan yang ia masak di atas meja. Tepatnya, di meja bekas Davis duduk beberapa saat yang lalu.


Nichole juga masih ingat dengan jelas bisikan bisikan yang di berikan oleh Davis.


'Mulai besok, kau harus kursus memasak. Setidaknya, agar masakan mu tidak meracuni orang lain!'


Huhhh!


Nichole langsung menghela napas nya kasar saat mengingat kembali perkataan yang di ucapkan oleh Davis. Padahal, dirinya sudah bilang kalau ia tidak bisa memasak. Namun, ia di paksa, dan giliran rasanya tidak sesuai, dirinya di salahkan.


'Ini tuh bukan gak mateng, hanya saja kurang lama sedikit masak nya,' gumam Nichole dalam hati, saat melihat daging ayam yang ia masak memang lah masih mentah.


"Di bayar berapa kamu sama anak itu, sampai kamu mau menikah dengan nya?" tanya ibu Sandrina yang tiba tiba datang dan berdiri di depan Nichole.


"Apakah Ibu juga di bayar oleh Ayah, agar mau menikah dengan Ayah?" kata Nichole polos.


"Jangan kurang ajar kamu!" sentak ibu Sandrina langsung menatap tajam pada menantu nya.


"Maaf Ibu, saya tidak bermaksud kurang ajar. Hanya saja, saya memberikan pertanyaan yang sama dengan yang Ibu tanyakan." kata Nichole masih dengan wajah polos nya, "Siapa tahu saja, Ibu bisa memberikan saya referensi, kira kira saya harus meminta bayaran berapa kepada suami saya. Seperti Ibu kepada Ayah, bukankah begitu?"


Nichole tersenyum begitu puas, terlebih ketika melihat Ibu mertua nya langsung diam tak bisa menjawab pertanyaan nya lagi. Nichole tahu, bahwa Ibu Sandrina tengah menahan rasa kesal nya.


Selain itu, Davis juga melarang keras untuk Nichole berdekatan dengan ibu Sandrina.


"Maaf Ibu, saya harus kembali ke kamar untuk istirahat. Karena suami saya sudah berangkat bekerja, jadi saya harus istirahat agar nanti malam saya bisa menemani suami saya. Permisi," ucap Nichole lagi yang membuat mata ibu Sandrina membola.


Karena tidak ingin ada perdebatan atau pertikaian dan juga Nichole malas untuk berinteraksi dengan Ibu mertua nya. Kini, Nichole pun memilih untuk kabur.


'Lebih baik aku di dalam kamar tidur. Selagi manusia kulkas itu tidak ada di rumah, aku bisa tidur di tempat tidur!' batin Nichole tersenyum bahagia.


Semalaman tidur di sofa, membuat tubuh nya sangat sakit. Walaupun sofa itu empuk dan cukup untuk badan nya. Namun tetap saja ia tidak bisa bergerak bebas.


Dan, baru saja ia hendak merebahkan tubuh nya di tempat tidur. Tiba tiba ia mendengar suara getaran ponsel di atas nakas.


Itu ponsel milik Davis. Karena hingga kini, Nichole belum memiliki ponsel lagi. Untuk sesaat, gadis itu nampak ragu untuk mengangkat panggilan telfon itu, namun karena rasa penasaran nya yang begitu kuat, akhirnya ia memaksakan diri untuk melihat dan mengangkat sambungan telfon tersebut.


'Tunggu, aku angkat gak ya? Kalau aku angkat, nanti dia marah gak ya? Atau—"


Belum selesai, Nichole bergumam dan berdebat dengan pikiran nya sendiri. Tiba tiba ia sudah mendengar suara pintu yang di buka dari luar.


...~To be continue ... ...