Oh My Davis

Oh My Davis
Tamparan



...~Happy Reading~...


Plaakkk!


Sebuah tamparan keras berhasil mendarat dengan sempurna di wajah seorang wanita hingga membuatnya langsung tersungkur di atas tempat tidur.


Tidak suka basa basi, seorang laki laki langsung menindih wanita itu dan mencengkram dagu nya. Tatapan nya begitu tajam, seolah mengisyaratkan berapa marah nya dia terhadap wanita nya.


"Ternyata ancaman ku tidak berguna untuk mu! cuih! " desis laki laki itu yang langsung meludah ke wajah wanita nya.


Tidak ada air mata atau pun penyesalan di wajah wanita itu, justru ia malah tertawa begitu puas setelah melihat raut kemarahan dari laki laki yang kini sedang menindih nya.


"Hahaha, bukankah sudah ku katakan, aku tidak takut! Bahkan, jika kau mau membunuh kami, aku sudah siap hahaha!" jawab wanita itu dengan berani, hingga membuat sang laki laki semakin murka di buat nya.


Plaakkk!


Lagi dan lagi, sebuah tamparan kembali mendarat di sana, hingga membuat wajah putih nanti mulus itu seketika berubah menjadi merah dengan cetakan telapak tangan dari sang laki laki.


"Jangan terlalu buru buru, aku tidak akan semudah itu mempertemukan mu dengan kakak mu!" kata laki laki itu dengan tersenyum smirk, "Aku pastikan, tujuh bulan ke depan akan menjadi hari hari terakhir yang sangat berkesan untuk mu!"


"A—apa maksud mu!" seru wanita itu langsung membulatkan mata dengan sempurna kalau melihat senyuman menyeringai dari lelaki di atas nya.


"Kau pikir aku sudi hah!" bentak wanita itu marah, kala lelaki itu kembali mengingatkan nya kepada sang kakak yang sudah meninggal dunia, "Seharusnya kakak mu yang mati! Dia yang seharusnya mati! Bukan kakak ku! Hahahaha!"


"Contoh manusia yang tidak tahu balas budi dan terimakasih! Bisa bisa nya kalian semua bahagia di atas kematian kakak ku!" jerit wanita itu kembali menangis.


"Kau pikir kakak ku bahagia hah!" seru laki laki itu juga tidak Terima, "Orang sudah mati, tidak perlu di ingat lagi. Tugas yang masih hidup adalah melanjutkan kehidupan ke depan. Bodoh bila kamu harus terus memikirkan orang yang sudah mati!" balas nya lalu ia kembali mencengkram dagu wanita itu.


"Hahaha, Kalau bukan karena kakak ku, laki laki brengsek itu sudah tinggal nama sekarang! Dan bukanlah itu yang di inginkan oleh ibu mu? Dasar manusia serakah!"


Lagi lagi, perkataan wanita itu membuat laki laki itu semakin marah dan emosi. Bila saja ia tidak mengingat keadaan wanita itu, tentu saja ia pasti akan langsung menghabisi wanita itu dengan tangan nya sendiri.


"Berterimakasih lah pada bayi mu, karena kalau bukan karena dia, maka tangan ku ini pasti sudah akan mencekik mu hingga tewas!" ucap laki laki itu datar lalu ia bergegas hendak pergi sebelum emosi nya kembali bangkit.


"Faisal hahaha kau takut padaku hahaha!" kata wanita itu masih terus memancing amarah laki laki yang tak lain dan tak bukan adalah Faisal, adik dari Davis Austin.


"Tutup mulut mu Kimmy!" bentak nya langsung menoleh menatap tajam pada wanita yang sedang setengah berbaring di tempat tidur menatap nya sinis, "Tidak akan ada kesempatan lagi untuk mu. Dan ku pastikan kau akan membusuk di tempat ini sampai kakak mu datang untuk menjemput mu!"


Braakkk!


Setelah mengatakan itu, Faisal segera keluar dari kamar dan membanting pintu nya dengan cukup kencang. Ia tidak menyangka, bila wanita yang selama ini ia anggap remeh bisa berbuat sejauh itu untuk melukai kakak ipar nya.