
...~Happy Reading~...
Acara berjalan dengan cukup lancar. Malam ini, ternyata adalah acara ulang tahun perusahaan orang tua Callie. Maka dari itu wajar bila ternyata Callie berada di tempat yang sama dengan Davis.
Nichole dan Davis datang untuk menggantikan Davis. Karena ternyata orang tua Callie pernah menjalin kerjasama juga dengan Davis saat itu. Bahkan, hingga kini, urusan kerjasama itu masih berlangsung, hanya saja di gantikan oleh Faisal.
Dan di karenakan Faisal berhalangan untuk hadir, jadilah Nichole dan Davis yang hadir karena ada Clayton dan juga Shiena.
"Baiklah, kalian yakin tidak mau mampir?" tanya Nichole ketika hendak pulang.
"Mungkin besok pagi saja Nich. Karena Chloe sudah sangat mengantuk," jawab Shiena melirik pada putri nya yang kini sudah berada di gendongan Clayton.
"Baiklah, kalau begitu, aku dan Davis pergi dulu." Nichole hendak memasuki mobil, namun tiba tiba ia mengurungkan niat dan kembali berbalik menatap kedua sahabat nya.
"Clay, Shiena, bisakah aku meminta bantuan kalian sekali lagi?" tanya Nichole menatap pasangan suami istri itu dengan intens.
"Katakan!" balas Clayton.
Dan akhirnya Nichole mengatakan keinginan nya. Tidak banyak namun mampu membuat keduanya terkejut dan tercengang.
"Kalau begitu, aku pergi, Terimakasih," tutur Nichole tersenyum lalu segera memasuki mobil.
Sementara itu, Clayton dan Shiena yang mendengar permintaan Nichole semakin terdiam dan tidak bisa berkata kata. Mereka bingung harus apa dan bagaimana.
"Ma," Davis mendongakkan kepala nya menatap sang ibu.
"Kenapa tadi Mama meminta maaf kepada orang tua Callie? Mereka bukan orang tua Arnold," ujar Davis ketika mengingat pertemuan nya beberapa saat yang lalu dengan keluarga Callie.
"Callie dan Arnold adalah saudara. Orang tua Arnold berhalangan untuk hadir, tidak apa bukan bila orang tua Callie yang menggantikan?"
"Sayang... Bolehkah Mama meminta sesuatu kepada Davis?" tanya Nichole membuat Davis kembali mendongakkan kepala nya.
"Kelak, jadilah laki laki yang pemberani, kuat dan bertanggung jawab. Tapi jangan buat hatimu sedingin salju, buatlah dia tetap menghangat, jadilah laki laki sejati yang akan bisa melindungi wanita." tutur Nichole tersenyum.
"Davis akan menjadi laki laki sejati untuk Mama. Davis menyayangi Mama dan Davis—"
"No Sayang!" Nichole langsung menggelengkan kepala nya, "Bukan untuk Mama. Tapi untuk wanita lain. Wanita yang akan menjadi pendamping mu kelak. Mama tidak mau kamu bersikap seperti kepada Callie tadi. Itu sangat dingin, Mama mohon, rubah sikap kamu ya Sayang?" pinta Nichole penuh permohonan.
Davis terdiam. Apakah dirinya bisa? batin nya.
"Itu semua demi kebaikan kamu. Mama tidak mau, dan mama takut jika kamu terus bersifat seperti itu, maka kamu akan melukai banyak orang. Termasuk papa kamu," imbuh Nichole.
Wanita itu mengingat bagaimana sifat suami nya dulu. Davis yang selalu dingin dan berwajah datar, bersikap acuh padanya hingga melukai nya. Namun, saat laki laki itu mengatakan cinta untuk pertama kali nya, justru takdir berkata lain. Dan Nichole tidak mau bila putra nya mengalami nasib yang sama seperti ayah nya.
"Satu hal yang harus Davis tau dan selalu ingat. Bahwa Mama dan Papa sangat menyayangi Davis. Kami sangat ingin merawat dan membesarkan Davis hingga dewasa dan menemukan pendamping hidup. Namun takdir tidak memungkinkan itu semua terjadi. Mama—"
Belum sempat Nichole menyelesaikan pembicaraan. Tiba tiba ia merasa tubuh nya seperti terhantam benda besar yang begitu keras.