Oh My Davis

Oh My Davis
Terserah



...~Happy Reading~...


“Aku tidak perduli itu anak siapa! Jika kau sudah mengenal ku, kau pasti tahu apa yang akan aku lakukan pada wanita itu!” ucap Davis dengan datar dan dingin menatap Faisal.


“Tidak bisakah kakak memberikan ku kepercayaan untuk sekali ini saja?” Faisal menatap Davis dengan tatapan memohon.


“Berapa lama?” tanya Davis lagi.


“Setidaknya tunggu sampai bayi itu lahir!” jawab Faisal datar seperti penuh keraguan, namun ia berusaha untuk tetap tegar dan meyakinkan kakak nya.


“Baiklah, selama bayi itu belum lahir, jangan sampai aku bertemu wanita itu. Atau aku akan langsung membunuh nya saat itu juga.” Setelah mengatakan itu, Davis pun segera beranjak dari kursi nya dan berlalu pergi, meninggalkan Faisal seorang diri yang masih terlihat bimbang.


***


Menempuh perjalanan hampir satu jam, kini Davis sudah tiba kembali di rumah sakit. Hari ini, dokter mengatakan bahwa Nichole sudah boleh pulang. Maka dari itu,ia berusaha untuk cepat sampai rumah sakit, walaupun sedikit terlambat.


Cklek!


“Siapa yang menyuruh mu bangun!” kata Davis segera mempercepat langkah nya saat melihat bagaimana Nichole sedang berkemas.


“Aku sendiri,” jawab Nichole mengabaikan kehadiran juga kemarahan Davis.


“Berulang kali sudah ku katakan, cukup diam dan tunggu aku!” kata Davis menahan tangan Nichole, laki laki itu kembali mengangkat tubuh Nichole dan mendudukkan nya di atas brankar.


“Aku bingung harus apa, tadi Dokter datang dan mengatakan bahwa aku sudah boleh pulang. Tapi kamu gak ada disini, jadi aku ingin segera pulang,” ucap Nichole menundukkan kepala nya.


“Kau hanya tinggal menunggu ku datang!”


“Tapi kamu terlalu lama datang nya, sedangkan aku sudah merasa tidak enak disini!”


“Apa yang membuat mu tidak enak?” Davis mengerutkan dahi nya menatap Nichole.


“Entahlah, aku merasa seperti mereka sudah sangat menginginkan ku pergi.”


Tanpa ia sadari, bahwa dokter dan perawat di sana tidak bermaksud mengusir Nichole hanya saja mereka berharap bahwa Nichole memang segera pulang agar rumah sakit itu kembali tenang lagi.


Beberapa hari Nichole di rawat di rumah sakit itu dengan begitu banyak pengawal yang berjaga di setiap lorong dan depan ruangan Nichole, membuat para petugas kesehatan itu sedikit takut setiap kali hendak memeriksa Nichole.


“Kalau sampai mereka mengusir mu, akan ku hancurkan rumah sakit ini!” ucap Davis datar dengan tangan yang sudah mengepal kuat.


“Jangan gegabah! Ayo pulang!” Nichole segera menarik tangan Davis dan memeluk lengan nya dengan kepada yang ia sandarkan di depan Davis, membuat laki laki itu langsung terdiam.


“Selama beberapa hari di rumah sakit, aku banyak mencari info seputar kehamilan di internet. Mereka mengatakan, bahwa orang hamil harus bahagia, harus nyaman dan sering di manja oleh suami nya. Aku tahu, kamu tidak mencintai ku, tapi bisakah kamu bersikap lembut sedikit saja padaku saat hamil? Setidaknya sampai aku melahirkan anak kamu!” gumam Nichole panjang lebar dengan suara sedikit pelan.


“Akan ku coba!” jawaban dari Davis seketika membuat senyuman di wajah Nichole sedikit terbit.


“Jadi, aku boleh bermanja dengan mu?” tanya Nichole mendongakkan kepala nya menatap wajah datar suami nya.


“terserah!” jawab Davis singkat.


“Memeluk mu setiap saat?” tanya Nichole lagi.


“Terserah!”


“Bolehkah aku makan malam dengan Yudha?” pertanyaan dari Nichole yang terakhir kalinya, seketika sukses membuat mata Davis langsung membola dan menatap nya dengan begitu tajam.


“Jangan coba coba kamu!” seru Davis dengan suara meninggi.


Seketika itu, Nichole langsung tersenyum menatap wajah suami nya, ia kembali memeluk dada bidang itu dengan begitu erat, tanpa perduli akan raut kemarahan di wajah laki laki itu. Nichole pikir, suaminya juga akan menjawab dengan kata terserah, namun ternyata ia salah. Laki laki itu justru malah marah padanya.


‘Bolehkah aku berharap bahwa kamu sudah memiliki perasaan lebih padaku?’ gumam Nichole dalam hati nya tersenyum bahagia.


...~To be continue ........