Oh My Davis

Oh My Davis
Bab 2 ( Season 2)



...~Happy Reading~...


Di sekolah, Davis selalu menyendiri. Tidak ada yang mendekati nya atau mau berteman dengan nya. Terlebih ketika kasus yang menimpa nya beberapa waktu yang lalu, dimana ia mendorong salah satu kakak kelas nya hingga tertabrak mobil.


"Ada sebab dan juga akibat. Dia tidak akan tertabrak mobil kalau dia bisa menjaga sikap nya. Saya tidak takut di hukum, karena saya tidak bersalah. Dia yang sudah mem-bully saya, mengancam bahkan menghina orang tua saya."


"Lagipula dia masih bernafas dan bernyawa. Hanya patah tulang saja, seharusnya kalian menghukum pemilik mobil, bukan saya!"


Itulah kata kata yang Davis ucapkan kepada kepala sekolah dan juga polisi saat di mintai keterangan. Karena Davis masih di bawah umur dan juga orang tuanya bisa menjamin, akhirnya Davis bebas.


Namun, sejak kejadian itu, meskipun ia sudah di nyatakan tidak bersalah. Tetap saja, kedua kakak kelas nya selalu mencari gara gara dengan nya. Salah satunya dengan memberikan ancaman kepada anak anak lain agar tidak ada yang mendekati Davis.


"Mau gak?" Davis langsung mendongakkan kepala nya saat dengan tiba tiba ada seorang anak perempuan yang menghampiri nya dengan membawa sebuah apel.


"Pergi!" ucap Davis menghindar, ia memalingkan wajah nya dan memutar badan hingga membelakangi anak itu.


"Hari ini ulang tahun ku. Aku sudah membagikan kepada teman teman kita. Dan ini buat kamu," ujar anak perempuan itu ikut berpindah dan berdiri di depan Davis.


"Aku tidak mau!" Davis bangkit dan membawa buku nya, ia berjalan menjauh dari taman itu dan berniat menuju kelas.


"Tunggu dulu!" Anak perempuan itu kekeuh mengejar Davis dan ikut berjalan di sebelah nya, "Kamu kenapa sih? Aku hanya ingin memberikan mu apel!"


"Aku tidak mau!" jawab Davis datar.


"Iya tapi kenapa? Apel ini manis tahu, hargai aku dong," ucap Anak perempuan itu memanyunkan bibir nya kesal.


Seketika, Davis langsung menghentikan langkah nya, ia mengambil buah apel yang berada di tangan anak perempuan itu, "Buat aku?" tanya Davis membuat anak itu langsung menganggukkan kepala.


Bug!


Davis melemparkan buah itu hingga tepat masuk ke dalam tempat sampah. Sontak saja hal itu membuat sang anak perempuan terkejut hingga menganga lebar.


"Kenapa di buang!" pekik nya marah.


"Bukankah kau sudah memberikan nya padaku? Itu sudah menjadi milik ku. Jadi sekarang, menyingkir lah!" ucap Davis tak perduli, lalu segera pergi begitu saja.


Anak perempuan itu menatap tempat sampah dengan perasaan sedih. Lalu pandangan nya kembali menatap ke arah Davis yang berjalan semakin menjauh darinya.


"Bukankah sudah ku katakan, dia itu sulit untuk di dekati. Lagipula kenapa kau ingin berteman dengan nya? Dia saja hampir membunuh—"


"Arnold saja yang keterlaluan. Aku yakin, Davis tidak seburuk itu!" cetus gadis itu mendengus dan langsung mendelikkan matanya tajam.


"Tapi—"


"Diamlah! Jangan ganggu aku lagi! Lebih baik bantu aku berfikir bagaimana caraku mendekati nya! Aku mau berteman dengan nya!" cetus gadis itu menghentakkan kaki nya dengan sebal.


"Sudahlah Callie, masih banyak yang mau berteman dengan mu. Lebih baik—"


"Ethan! Aku tidak suka cara mu!" ucap gadis bernama Callie itu menatap tajam pada teman di sebelah nya lalu ia pergi begitu saja.


...~To be continue gak nih?? 🤭🤭🙈🙈🙈...