Oh My Davis

Oh My Davis
Bercinta tanpa hati



...~Happy Reading~...


Drrrttt.... drrttt... drrttt..


"P—onsel mu berbunyi," gumam Nichole di sela de sahan nya saat Davis terus menghujami nya tanpa henti.


Entah sudah berapa lama, Nichole terus bernyanyi di bawah kungkungan suami nya. Bahkan, rasanya ia sudah sangat lelah, namun tidak bisa berhenti.


"Biarkan saja," Davis tidak perduli dengan dering ponsel nya yang terus bergetar di atas meja. Bahkan, ia sampai mengajak Nichole untuk berpindah tempat agar tidak terganggu oleh suara dari ponsel nya tersebut.


"Ta—tapi, aahhh stop! Davis a—aku, emmtt—"


Davis benar benar tak memberikan ampun kepada Nichole. Dengan cepat, laki laki itu langsung membungkam mulut Nichole dengan bibir nya agar tak kembali protes mempermasalahkan suara ponsel. Hingga, setelah beberapa saat, ketika dirinya sudah berhasil menaklukkan puncak tertinggi untuk kedua kali nya. Barulah Davis melepaskan penyatuan dengan Nichole.


"Ponsel kamu," kata Nichole dengan napas terengah dan kembali mengingatkan, namun Davis masih tidak perduli.


"Sudah ku katakan, biarkan saja. Kenapa kau lebih perduli dengan ponsel ku di banding aku?" ucap Davis mulai berseru tak suka.


"Bukan begitu, hanya saja, aahhhh!" Pekik Nichole saat dengan tiba tiba Davis mengangkat tubuh nya dan membawa nya ke dalam kamar yang ada di ruangan nya.


"Saat bersama ku, aku tidak akan mengizinkan mu untuk memperdulikan apapun, entah benda apalagi seseorang. Jangan harap!" tekan Davis lalu kembali memagut bibir Nichole yang sudah menjadi candu nya.


"Kenapa kamu begitu posesif padaku? Apa kamu sudah mencintai ku? Ku peringatkan kamu, jangan sampai kamu jatuh cinta, karena akan terasa berat saat berpisah nanti. Dan juga, kekasih kamu sudah menunggu," ucap Nichole masih bertahan dengan senyuman manis nya.


"Aku tidak akan pernah jatuh cinta!" balas Davis dengan ekspresi wajah datar nya.


Sekuat mungkin, Nichole berusaha menutupi rasa sesak yang melanda nya. Ia masih tetap tersenyum, sembari mengalungkan kedua tangan nya di leher Davis.


"Benarkah? Lalu kenapa kamu begitu posesif padaku? Bahkan dalam satu hari kau tak cukup tiga kali, ckckck!" kata Nichole berdecak dan menggelengkan kepala nya.


"Bercinta tak harus menggunakan hati. Dan bukanlah kau juga sangat menikmati nya tanpa menaruh hati padaku?"


'Aku menikmati sentuhan mu, karena aku sudah mencintai mu, manusia es.' gumam Nichole dalam hatinya.


🔥🔥🔥


Sementara itu, seorang gadis yang sejak tadi menghubungi Davis semakin di buat kesal, lantaran laki laki itu tidak menjawab panggilan nya.


Tangan nya mengepal dengan erat, raut wajah nya sangat terlihat begitu kesal dan marah.


Pyaaarrrr!


"Aaarrkkkhhhhh!" pekik nya berteriak begitu kencang. Ia membanting beberapa barang yang ada di sekeliling nya dengan begitu marah.


Hingga, tiba tiba ia mendengar suara pintu kamar yang di buka, membuat matanya seketika langsung membola dengan sempurna.


"K—kenapa kau disini?" tanya nya begitu terkejut.


Laki laki itu tersenyum tipis, berjalan pelan untuk semakin mendekat ke arah gadis tersebut.


"Kau sangat hebat," puji nya dengan memberikan tepuk tangan tiga kali.


"Aku bisa melaporkan mu ke Polisi karena sudah menerobos masuk tanpa izin!" ancam gadis itu semakin memundurkan langkah kaki nya, saat laki laki itu semakin mendekat pada nya.


"Ahh sayang sekali. Kalau sampai aku di penjara hanya karena masuk kesini, nanti aku tidak bisa menemani mu lagi," jawab nya dengan senyum menyeringai.


"Pergi kamu, brengsek!" usir gadis itu semakin takut namun juga marah.


"Kenapa harus buru buru pergi? Aku kemari karena ingin mengulang rasa sebelum nya." balas laki laki itu dan semakin mendekati gadis nya yang sudah bukan gadis lagi.


...~To be continue... ...