Oh My Davis

Oh My Davis
Again



...~Happy Reading~...


“Aku akan mencoba lebih pelan dan lembut lagi,” ucap Davis lembut namun tanpa ekspresi. Matanya masih menatap lekat pada mata Nichole, lalu tangan nya mulai terulur untuk menyentuh wajah wanita nya.


Hingga, tiba tiba ia langsung mendaratkan sebuah ciuman di bibir Nichole, membuat wanita itu langsung membulatkan matanya dengan sempurna.


Tentu saja ia sangat terkejut, karena Davis dengan tiba tiba langsung mencium nya. Padahal, awal nya Nichole berfikir bahwa Davis akan balik marah padanya karena sudah memancing amarah laki laki itu. Namun, di luar dugaan, justru laki laki itu malah menyerang nya.


“Balas ciuman ku,” bisik Davis dengan suara serak nya, lalu kembali mencium bibir Nichole.


Seolah tersadar, Nichole pun langsung membalas ciuman Davis dengan tak kalah panas dari yang Davis lakukan. Ia memejamkan mata nya dan menikmati setiap rasa kenikmatan yang di berikan oleh Davis,


“K—kamu gak marah?” tanya Nichole dengan napas memburu, saat Davis sudah melepaskan pagutan nya.


“Tidak!” jawab nya singkat, jelas dan padat.


“Tunggu dulu!” ucap Nichole langsung menahan dada bidang Davis, saat laki laki itu hendak mencium bibir nya kembali, “Jangan bilang kalau kamu—“


“Hemmm,” jawab Davis dan tanpa berbasa basi lagi, laki laki itu segera memulai aksi nya kembali. Membuat hawa yang awal nya dingin, kini kembali terasa panas kembali akibat pergulatan panas itu.


Suara demi suara nyanyian dewasa yang begitu merdu dan indah, kembali terdengar dan memenuhi seluruh isi ruangan kamar milik Davis. Suara yang seharusnya terdengar beberapa bulan lalu saat keduanya baru meresmikan pernikahan. Namun, nyatanya baru terilis saat ini, setelah beberapa bulan kemudian mereka menikah.


***


“Kamu mau kemana?” tanya kakek Austin menahan langkah kaki Faisal.


“Faisal mau pergi dulu, sebelum kakak bangun. Jadi akan lebih aman bila aku pergi,” jawab Faisal mendudukkan dirinya sebentar di depan sang kakek dan ayah.


“Jadi semalam kamu jadi melakukan nya?” tanya kakek Austin menatap cucu bungsu nya dengan dahi yang berkerut heran.


“Bukankah kakek yang menyuruh ku? Ya sudah, sebagai cucu yang baik dan penurut, Faisal sudah melakukan nya!” jawab Faisal dengan santai.


“Melakukan apa?” sambung ayah Daris yang tidak mengerti.


“Tidak apa apa, Ayah. Baiklah, Faisal mau pergi dulu, ada panggilan casting lagi, dan minta doa nya semoga kali ini Faisal lolos!” ucap Faisal tidak ingin membahas lebih panjang lagi di depan sang ayah. Karena ini adalah rencana dirinya dengan sang kakek, tanpa mau melibatkan siapapun lagi, termasuk ayah nya.


“Casting, casting dan casting terus. Lebih baik kamu fokus dengan skripsi kamu, Faisal!” kata kakek Austin menghela napas nya berat, “Lagipula, kenapa kamu itu harus capek capek untuk casting, kamu tinggal katakan pada mereka siapa nama kamu. Maka kekek jamin, kamu akan lolos tanpa audisi atau casting casting itu!” omel kakek Austin panjang lebar.


“Itu namanya curang, kakek!” Faisal menghela napas nya berat lagi. “Cucu kakek yang paling tampan ini tuh anak baik dan jujur. Faisal tidak mau sukses karena nama kakek, ckckck. Nama Faisal jauh lebih baik dan menguntungkan,” imbuh nya berdecak remeh.


Memang benar, bila mau faisal bisa saja menggunakan nama keluarga nya, agar bisa lolos setiap kali melakukan audisi. Dan bahkan ia bisa membuat film sendiri namun ia tidak mau.


Dan juga, sebenarnya, bukan dirinya tidak lolos, hanya saja selama ini dirinya hanya hobi untuk melakukan casting, dan saat dirinya mendapatkan panggilan, Faisal malah menolak dan tidak akan hadir hanya karena beberapa masalah sepele. Salah satunya, lawan peran nya yang tidak sesuai dengan nya.


...~To be continue .......