
...~Happy Reading~...
Ada yang datang, maka juga pasti akan ada yang pergi. Kehidupan silih berganti, tiada yang kekal apalagi abadi. Sebuah tangisan dari seorang bayi yang begitu melengking memenuhi seluruh ruang persalinan dimana Nichole yang baru saja berhasil melahirkan bayi nya.
‘Jadilah wanita kuat, untuk menjaga dan melindungi anak kita. Aku sangat mencintai kalian.’
Ucapan atau kata kata terakhir yang di ucapkan oleh Davis, selalu terngiang di kepala Nichole. Ia seolah tidak bisa menghilangkan suara suara itu, membuat dada nya semakin terasa sesak dan menyakitkan.
Baru saja dirinya berhasil memberikan kehidupan untuk putra pertamanya, namun saat itu juga dirinya harus mendapatkan kabar buruk tentang kematian suaminya.
Nichole semakin tak kuasa menahan tangis nya, ia seolah tak mampu lagi untuk bertahan. Belum lama dirinya menemukan kebahagiaan sejak ibu nya meningal, dan kini ia harus kehilangan sosok penyelamat hidup nya lagi.
Mengapa? Mengapa Takdir begitu jahat padanya. Mengapa harus suaminya yang pergi meninggalkan nya. Setelah kata kata yang sangat ia ingin dengar sejak dulu kala dari mulut Davis, kata cinta. Namun saat itu juga Tuhan memisahkan mereka, mengapa? Batin Nichole ingin menjerit.
“Selamat, bayi anda laki laki dan sangat sehat juga sempurna,” ujar Dokter memberikan bayi itu kepada Nichole. Membuat tangis wanita itu semakin terdengar pilu dan menyakitkan.
Nichole menatap wajah bayinya dengan begitu seksama. Wajah mungil yang memiliki separuh wajah dari ayah nya, membuat hati Nichole semakin tersayat dan perih.
“Jika boleh memilih, aku akan memilih tidak kau cintai namun aku masih bisa melihat mu. Daripada aku harus mendengar pernyataan cinta mu, namun itu adalah kata terakhir yang kau ucapkan padaku. Aku gak mau Vis hiks hiks hiks.”
"Apakah Takdir ku memang harus selalu sendiri? Mengapa harus seperti ini? Tuhan, bolehkah aku mengeluh, bolehkan aku protes dan bolehkah aku meminta agar Engkau mengembalikan suami ku? Aku membutuhkan nya, aku sangat membutuhkan nya hiks hiks hiks."
Dari balik kaca ruangan Nichole, terlihat dua laki laki yang ikut menangis melihat keadaan istri dari sahabat nya. Edward dan juga Clayton, seorang mafia yang terkenal dingin dan tidak memiliki hati juga perasaan kepada orang lain. Kini nyatanya terlihat rapuh dan cengeng saat kehilangan salah satu rekan nya.
Bukan saudara juga bukan keluarga. Namun kepergian Davis mampu membuat seorang Clayton dan Edward terisak di luar ruangan rumah sakit. Bahkan, kedua laki laki itu sampai lupa memberikan kabar kepada istri masing masing.
"Shiena wanita tangguh, kuat dan juga mandiri. Jadi aku rasa dia akan sanggup menghidupi kedua anak mu meskipun tanpa kamu. Tapi saran ku kamu jangan buru buru juga, karena aku—"
Bug!!
"Tutup mulut kamu!" saut Clayton langsung menatap tajam pada Edward. Bisa bisa nya di saat seperti ini, laki laki itu masih saja mengeluarkan candaan tengil nya yang membuat emosi nya semakin naik.
Meskipun, mungkin yang di katakan oleh Edward ada benar nya juga. Shiena memang wanita tangguh dan mandiri, dan mungkin bila dirinya yang di tinggalkan maka ia baru tidak akan sanggup.
***
Sementara itu, di tempat yang berbeda. Faisal tengah menatap datar pada sebuah ruang operasi, tempat dimana seseorang sedang bertahan hidup di sana. Ia sangat merutuki kebodohan nya, bagaimana bisa ia terlena dan kehilangan jejak Kimmy.
Faisal dan Kimmy sudah terbiasa melakukan hubungan badan. Namun, saat tadi dirinya melakukan itu dengan Kimmy, Faisal tidak sadar bila ternyata wanita itu memberikan nya obat tidur dengan dosis yang cukup tinggi, setelah melakukan aktifitas nya. Hingga saat dirinya terbangun, ia sudah tidak menemukan keberadaan Kimmy.
Beruntung, karena ternyata Kimmy membawa ponsel milik nya, hingga akhirnya Faisal bisa melacak keberadaan wanita itu. Dan hal yang tak terduga, dimana ia menemukan banyak mayat tergeletak di kawasan rumah baru milik Davis. Bahkan, Faisal tidak tahu bahwa rumah itu sudah di huni kembali.
Faisal mencari keberadaan Kimmy, dan saat ia sudah menemukan nya, ia segera membawa wanita itu ke rumah sakit. Posisi Kimmy masih cukup sadar walau sangat lemah, itulah sebab nya Faisal langsung menyuruh agar dokter melakukan tindak operasi caesar.
“Selamatkan bayinya saja, karena saya tidak butuh ibu nya!” ucap Faisal ketika seorang dokter bertanya tentang keselamatan antara ibu dan bayi. Keadaan Kimmy yang cukup kritis membuat dokter tidak bisa menyelamatkan keduanya.
...~To be continue......