Oh My Davis

Oh My Davis
Ungkapan Nichole



...~Happy Reading~...


Melihat perdebatan antara Davis dan Faisal, seketika membuat Willy langsung menarik napas nya panjang, "Yang di maksud kakak ipar itu implan untuk menunda kehamilan. Bukan implan untuk memperbesar bagian tubuh!" jelas Willy membuat Davis dan Faisal langsung mengerutkan dahi nya.


"Kenapa kamu menunda kehamilan?" tanya Davis langsung menatap marah pada Nichole.


Seketika itu juga, Nichole seakan baru tersadar dan merutuki kebodohan nya yang sudah keceplosan berkata.


"Kak Davis—"


"Kalian berdua keluar!" ucap Davis langsung memotong ucapan Willy dan segera menyuruh keduanya agar keluar kamar.


"Nichole, katakan bahwa itu tidak benar," saut Faisal sedikit takut saat melihat perubahan di wajah Davis.


Sementara itu, tubuh Nichole semakin bergetar. Ia semakin merasa takut, hingga membuat napas nya memburu dan kepala yang semakin berdenyut nyeri.


"Keluar!" sentak Davis semakin marah saat mendengar pertanyaan dari Faisal.


"A— aku... " Rasanya begitu sulit untuk Nichole menjawab pertanyaan Davis. Suaranya seperti tercengat di tenggorokan, begitu sulit untuk ia keluarkan.


"Katakan! Apa maksud kamu hah!" bentak Davis untuk ke sekian kali nya, "Bukankah kamu yang menginginkan anak itu? Lantas kenapa kamu malah menunda nya, hah!"


"D—dengarkan dulu penjelasan ku. A—aku... "


"Jangan sampai aku berbuat kasar padamu!" tekan Davis memberikan peringatan, yang membuat tangis Nichole semakin pecah, "Sekarang, jelaskan apa maksud kamu!" imbuh nya datar setelah berhasil mengontrol emosi nya.


"Hiks hiks hiks," Nichole langsung menutup wajah nya dengan telapak tangan. Tangis nya terdengar begitu memilukan, namun juga sangat menyebalkan di telinga Davis.


"Tapi aku salah!" Nichole menghapus air mata nya, ia. menatap wajah Davis yang terlihat sangat dingin dan datar sejak tadi, "Ternyata mencintai secara diam diam itu sangat menyakitkan. Cinta bertepuk sebelah tangan itu sakit luar biasa. Dan aku tidak bisa untuk berbagi hati! Disini, sakit, sangat sakit!" jelas Nichole panjang lebar seraya memukul mukul dada nya sendiri.


"Setiap hari, bahwa setiap waktu kamu selalu menerkam ku. Dan beberapa kali, saat tidur aku mendengar mu masih menyebut nama wanita lain. Aku hiks hiks hiks. Aku merasa seperti hanya pemuas nap su kamu saja."


"Mungkin memang benar, kamu membeli ku karena untuk memuaskan nap su semata. Tapi hiks hiks, aku tidak bisa, rasanya sangat sakit!" imbuh Nichole semakin terisak.


Davis terdiam, baru kali ini ia melihat bagaimana Nichole menangis sampai seperti itu. Dan kini, Davis yakin bahwa wanita itu pasti sangat terluka karena nya. Dan soal penyebutan nama wanita lain apakah yang di maksud Miyya? Karena sejujurnya Davis sendiri tidak sadar bahwa dirinya saat tidur sampai menyebutkan nama Miyya.


"Kamu mencintai ku?" kata Davis bertanya, hingga membuat tangis Nichole seketika langsung terhenti.


Bukankah sudah jelas dengan apa yang ia katakan tadi. Mengapa laki laki itu tidak peka, mengapa masih harus bertanya, apakah dirinya mencintai Davis atau tidak.


"Tidak!" jawab Nichole menggelengkan kepala nya dan segera menghapus air matanya, "Aku tidak mau mencintai manusia kulkas kaya kamu! Egois, tidak punya perasaan dan tidak peka sama sekali!" imbuh Nichole berseru.


"Anggap semua perkataan ku tadi hanya sebuah omongan kosong semata. Anggap saja aku salah bicara!" kata Nichole ia berusaha bangkit dari tempat tidur dan hendak mengetes alat yang di berikan oleh Willy.


Namun baru saja dirinya bangkit, tiba tiba ia kembali terjatuh karena tangan nya di tarik oleh Davis.


"Benarkah kau tidak mencintai ku?" tanya Davis segera menindih Nichole dan menatap wajah nya dengan sangat lekat.


'Manusia kulkas, selain dingin namun dia juga sangat bodoh!' umpat Nichole dalam hati ingin menjerit.


"Jangan mengumpat ku dalam hati. Karena aku bisa mendengar nya!" ucap Davis datar.


...~To be continue.... ...