Oh My Davis

Oh My Davis
Keinginan Faisal



...~Happy Reading~...


Hari berganti dengan hari, minggu dan bulan pun sudah berlalu dengan begitu cepat. Tanpa terasa, kini usia pernikahan Davis dan Nichole sudah memasuki usia enam bulan, dimana masa kontrak sudah berjalan setengah nya.


Setelah beberapa saat yang lalu, Nichole memberanikan diri untuk meminta izin agar bisa kuliah lagi. Akhirnya Davis mengizinkan Nichole untuk kuliah, jadilah kini kesibukan gadis itu tak hanya melayani Davis di rumah, namun juga kini ia memiliki kesibukan lain.


Davis mengizinkan nya kuliah, namun tetap harus bisa selalu melayani kebutuhan nya seperti biasa, agar para keluarga tidak ada yang curiga.


Kedua mertua Nichole pun, sudah tidak ada yang berani mengintimidasi nya. Hanya sesekali ibu Sandrina yang suka menyindir nya, namun Nichole selalu bisa mematahkan setiap apa yang di ucapkan oleh ibu Sandrina.


Nichole memang polos dan lugu, namun ia memiliki jutaan jawaban untuk menjawab setiap pertanyaan yang bernada sindiran dari mertua nya.


“Nichole, bagaimana kuliah kamu?” tanya kakek Austin membuka suara, saat sedang berkumpul makan malam.


“Lancar, Kek.” Nichole tersenyum dan menganggukkan kepala nya dengan sopan.


“Kakak ipar, bukankah kau waktu itu bilang bahwa kakak ku sudah mulai menabur benih? Lantas, mengapa sudah hampir enam bulan lebih, tapi benih itu belum juga tumbuh? Apakah dia tidak memupuk nya?” tanya Faisal yang seketika membuat mata Nichole langsung membola dengan sempurna, “Atau jangan jangan benih nya tidak unggul, jadi dia tidak tumbuh?” imbuh nya tanpa perasaan.


Uhukkkk hukkk uhukkk


Dengan cepat, Nichole langsung memberikan air minum nya kepada Davis yang tengah tersedak akibat mendengar pertanyaan dari Faisal.


Sungguh, Davis tidak bisa meremehkan adik nya ini, meskipun laki laki itu selalu terlihat bodoh dan konyol, namun Davis tahu bahwa Faisal hanya berpura pura di depan keluarga. Dan Davis juga tahu apa arti dari pertanyaan Faisal saat ini.


“Lebih baik, cepat selesaikan makanan kamu.” Davis langsung menatap adik nya dengan tatapan tajam.


“Oh ayolah Kak, aku hanya ingin segera menimang keponakan. Dan juga, selagi kakek masih hidup sejahtera, pasti kakek juga sangat mengharapkan cicit, bukankah begitu kek?” tanya Faisal menoleh ke arah kakek nya.


Bukan menganggukkan kepala nya, justru kakek Austin langsung menatap cucu kesayangan nya dengan tatapan marah, “Perkataan kamu itu benar, tapi menyakitkan!” cibir kakek Austin mendengus.


“Selesaikan kuliah kamu dulu! Baru pikirkan itu.” Bukan kakek Austin yang menjawab, melainkan Davis, dengan ekspresi wajah datar nya.


“Oke Kak. Aku akan segera menyelesaikan skripsi ku, dan aku pastikan akan membuat mu bangga,” ucap Faisal tersenyum senang.


“Selesai kuliah, kamu bisa langsung masuk ke kantor!” ucap ayah Daris ikut membuka suara.


“Tidak!” Tolak Faisal dengan cepat menggelengkan kepala nya, hingga membuat semua mata langsung menatap ke arah nya, “Faisal itu calon bintang! Tidak akan cocok bekerja di perusahaan!” imbuh nya.


“Lalu kau mau jadi apa?” tanya ibu Sandrina menahan rasa geram nya.


“Sudah ku katakan Ibu, aku itu calon bintang! Sudah pasti aku akan menjadi penyanyi terkenal!” jawab nya dengan bangga.


"Tidak boleh!" tolak ibu Sandrina dengan cepat, "Kamu harus bekerja di kantor. Mau jadi apa kamu, kalau nyanyi seperti itu!"


"Loh, Ibu jangan salah. Penyanyi itu bagus loh, nanti Faisal bisa jadi terkenal, bahkan go internasional!" jelas nya dengan bangga.


"Sekali tidak, tetap tidak! Ayah kamu sudah tidak bisa bekerja di kantor, jadi kamu yang harus menggantikan nya!" kata ibu Sandrina sedikit melirik ke arah Davis dengan tatapan kesal.


"Faisal juga sudah memutuskan. Faisal tidak mau terjun ke dunia bisnis, kehidupan Faisal itu ada di dunia entertainment." jelas Faisal lagi masih kekeuh.


“Faisal, kamu ingin jadi penyanyi?” tanya Nichole yang langsung di balas anggukan kepala oleh Faisal, “Tapi suara kamu yang minimalis itu, kayaknya gak cocok deh. Kasihan sama yang denger nyanyian kamu nanti.”


“Nichole!” seru Faisal langsung cemberut dan mendengus kala mendengarkan komentar dari kakak ipar nya, bagaimana bisa, Nichole langsung meng-ultimatum dirinya.


Sudah mendapatkan larangan dari sang Ibu. Dan kini, dirinya mendapatkan kata kata mutiara yang cukup menyakitkan dari sang kakak ipar.


...~To be continue......