Oh My Davis

Oh My Davis
Jangan mancing!!!



...~Happy Reading~...


Sesampainya di rumah, Davis langsung membawa Nichole untuk masuk ke dalam kamar. Ia tidak memperdulikan perintah sang kakek yang menyuruh nya untuk menurunkan Nichole dan mendudukkan di ruang keluarga. Bahkan, Davis juga melarang keras kepada siapapun untuk mengikuti nya ke dalam kamar.


"Davis, apakah kamu marah?" tanya Nichole ketika Davis sudah menurunkan nya di atas tempat tidur.


"Istirahatlah, kalau mau apa apa, kamu bisa panggil aku!" ucap Davis tanpa menjawab pertanyaan Nichole.


"Aku butuh kamu!" balas Nichole dengan cepat saat melihat Davis hendak pergi.


Seketika itu juga, Davis langsung menghentikan langkah dan membalikkan badan menghadap Nichole kembali.


"Untuk?" tanya Davis mengerutkan dahi nya.


"Untuk menemani ku!" jawab Nichole dengan cepat, "Bukankah tadi kau bilang, bahwa aku boleh bermanja dengan mu? lantas mengapa kau malah ingin pergi! Kalau begitu—"


"Aku hanya ingin menutup pintu!" ucap Davis dengan cepat memotong ucapan Nichole.


Membuat wanita itu langsung terdiam lalu menyengir kuda. Ia pikir, Davis akan meninggalkan nya. Tapi ternyata ia salah, Davis hanya ingin menutup pintu.


Setelah menutup pintu nya, Davis segera merangkak untuk ikut naik ke tempat tidur. Ia mendudukkan dirinya di samping Nichole dengan posisi duduk bersandar pada head board tempat tidur.


"Jangan pernah membuka pintu untuk siapapun, kecuali aku!" kata Davis setelah terjadi hening beberapa saat.


"Kenapa?" tanya Nichole mengerutkan dahi nya, tapi Davis malah diam seolah tidak berniat menjawab pertanyaan Nichole.


"Kalau memang aku tidak boleh keluar kamar atau membukakan pintu kamar, kalau begitu bolehkah aku meminta satu teman saja? Aku akan merasa bosan di dalam sini sendiri!" imbuh Nichole menatap penuh harap.


"Nanti akan ku siapkan satu pelayan wanita untuk mu!" ucap Davis.


"Aku mau Kimmy!" saut Nichole dengan cepat dan antusias.


"Dia sudah mengundurkan diri!" balas Davis datar dan tanpa sadar rahang nya mengeras dengan tangan yang kembali terkepal kuat hanya mendengar satu nama yang di sebut oleh Nichole.


"Hah? Kenapa?" tanya Nichole penasaran, "Bukankah waktu itu dia—"


Kedua tatapan matanya terlihat begitu tajam dan menusuk mata Nichole, hingga membuat wanita itu semakin di buat bingung oleh nya.


"Ada apa sih?" tanya Nichole penasaran.


"Cukup dengarkan aku, dan percaya padaku! Jika kamu sampai bertemu atau melihat dia ada di sekitar ku! Beritahu aku dengan cepat!"


"Apakah dia orang jahat?" tanya Nichole dengan polos.


"Dia bahaya!" jawab Davis.


"Bahaya kenapa?" tanya Nichole lagi hingga membuat Davis begitu frustasi.


"Dia yang memberikan mu racun!" Seketika itu juga, mata Nichole langsung membulat dengan sempurna.


Benarkah apa yang di katakan oleh Davis? Tapi laki laki itu tidak mungkin berbohong. Tapi, ia juga cukup dekat mengenal Kimmy, apakah mungkin gadis polos dan lugu seperti dia memberikan nya racun? batin Nichole kurang percaya.


"Davis, seperti nya kamu—"


"Jangan memancing emosi ku Nichole. Apa yang ku katakan adalah fakta, dan aku paling tidak suka di bantah!" ucap Davis seketika membuat Nichole langsung terdiam dan menatap Davis dengan raut wajah bingung nya.


"Maaf," ujar Nichole pelan, lalu ia segera memeluk Davis.


Nichole sadar, bahwa saat ini, emosi laki laki itu sudah mulai naik sedikit. Dan sebelum laki laki itu semakin marah, maka dari itu Nichole berusaha untuk memadamkan nya.


"Sudah ku katakan, jangan memancing ku!" ucap Davis menahan rasa geram nya terhadap Nichole.


"Aku tidak memancing mu!" balas Nichole pura pura polos.


"Hentikan Nichole! Aku masih bisa menahan emosi ku, tapi aku tidak janji bisa menahan naffsu ku!" Davis langsung memejamkan matanya seraya menahan napas saat merasakan pergerakan yang di lakukan oleh tangan usil sang istri.


...~To be continue... ...