
...~Happy Reading~...
"Nah, Davis ayo kenalkan. Dia teman ku!" ujar Chloe ketika sudah bertemu dengan teman nya.
Sementara itu, wajah Davis yang tadi ceria dan nampak antusias, kini seketika berubah menjadi datar saat melihat siapa yang akan di kenalkan okeh Chloe padanya.
"Aku akan pergi ke Mama!" ucap Davis dengan mata yang masih menatap pada orang di depan nya.
"Davis tunggu!" seru gadis itu menahan tangan Davis, "Chloe, tahan dia, jangan boleh pergi!"
Sementara itu, Chloe yang melihat interaksi kedua orang di depan nya kini malah terlihat semakin bingung.
"Davis, apa kau tidak mau berkenalan dengan Callie?" tanya Chloe melepaskan tangan Callie dari tangan Davis.
Anak laki laki itu tidak menjawab, ia hanya menatap Chloe dengan tatapan yang sulit di mengerti.
"Dia ini juga teman ku," imbuh Chloe seketika membuat dahi Davis langsung berkerut.
Namun, keterkejutan Davis hanya bersifat sementara sana. Hanya beberapa detik, kemudian ia berdecak dan memilih untuk pergi.
Sementara itu, Callie yang kembali merasa gagal, hanya bisa menghela napas dengan berat.
"Sudah ku bilang, dia itu sangat sulit untuk di dekati!" ucap Callie dengan sedih.
"Dia sulit bukankah karena ulah kakak mu!" cibir Chloe berdecak melirik sinis pada anak gadis di sebelah nya.
"Dia bukan kakak ku!" saut Callie dengan cepat dan menggelengkan kepala nya.
"Sudahlah, lebih baik kau kembali ke orang tua mu. Sebentar lagi acara akan di mulai, aku juga akan kembali ke orang tua ku!" ucap Chloe hendak pergi.
"Kau akan bersama Davis?" tanya Callie dengan nada seperti tak rela.
"Tentu saja. Aunty Nichole sedang bersama Mami ku, jadi—"
"Aku ikut dengan mu, pliss!" ucap Callie sampai mengantupkan kedua tangan nya menatap Chloe dengan penuh iba.
"Ethan, aku mau ikut dengan Chloe!" kata Callie menatap pada anak laki laki yang seumuran dengan nya itu.
"Tapi Nyonya sudah memanggil mu!" balas Ethan menggelengkan kepala nya, menolak permintaan dari Callie untuk pergi bersama dengan Chloe.
"Chloe... "
"Pergilah! Lagipula bahaya bila kau ikut bersama ku! Ethan, cepat bawa dia ke sana!" ujar Chloe menahan tawa nya.
Entah mengapa, Chloe yang suka setiap melihat teman nya terus mengemis padanya meminta pertolongan. Bukan permintaan tolong yang penting bagi Chloe, karena Callie selalu meminta tolong untuk di bantu kabur.
Callie adalah anak dari rekan bisnis ayah Chloe. Maka dari itu, ia mengenal sosok Callie. Menurut Chloe, hidup yang di jalani Callie sangat lah lucu. Orang tuanya terlalu banyak mengekang, bahkan, orang tuanya sampai membayar orang untuk menjadi bodyguard nya padahal usia Callie masih di bawah sepuluh tahun.
Dan orang itu adalah Ethan. Sejak Callie memasuki dunia persekolahan, Ethan lah yang selalu menjaga Callie dengan setia. Kemana pun Callie pergi, maka disitu akan ada Ethan.
"Chloe aku membenci mu!" sungut Callie memanyunkan bibir nya kesal.
"Tak apa, asal kau tak membenci Davis," balas Chloe dengan santai.
Callie menghentak hentakkan kakinya ke lantai, menatap kesal kepada Chloe yang justru malah tersenyum padanya.
"Kau di panggil Aunty Shiena!" ujar Davis tiba tiba datang kembali dan segera menggandeng tangan Chloe, tentu saja hal itu membuat hati Callie semakin memanas.
Meskipun mereka masih anak anak, namun Callie sudah mulai tertarik dengan Davis. Itulah yang membuat nya sangat ingin dekat dan berteman dengan Davis. Namun ternyata laki laki itu sangat sulit untuk di dekati.
"Davis, kau tidak ingin menarik tangan ku saja?" celetuk Callie mengulurkan tangan nya ke arah Davis.
"Nona, biar aku yang menarik mu!" ujar Ethan tiba tiba dan langsung menarik tangan Callie serta menggandeng nya menuju tempat orang tua Callie.
Sementara itu, Chloe yang melihat wajah Callie semakin kesal justru malah membuat nya semakin tertawa.
"Davis, kau lihat itu wajah Callie sangat lucu bukan?" ujar Chloe masih dengan tawa nya menunjuk ke arah Callie dan Ethan yang semakin menjauh.
"Tidak!" jawab Davis datar, membuat tawa Chloe seketika langsung berhenti, "Kita sudah di tunggu. Ayo!" imbuh Davis lalu segera mengajak Chloe pergi.