Oh My Davis

Oh My Davis
Berusaha sabar



...~Happy Reading~...


Cklek!


Mendengar suara pintu yang terbuka, seketika itu juga Nichole yang sedang makan langsung menghentikan aktifitas nya. Ia menatap ke arah Davis dengan tatapan yang suit di jelaskan. Kesal, marah dan benci bercampur menjadi satu setiap melihat raut wajah datar dan dingin dari suami nya tersebut.


“Kenapa?” tanya Davis membalas tatapan mata Nichole.


“Gak!” jawab nya kesal, lalu ia kembali melanjutkan makanan nya.


“Makanlah yang banyak. Agar tenaga mu segera terisi kembali!” ucap Davis lalu laki laki itu segera merebahkan badan nya di atas tempat tidur, tepat di sebelah Nichole.


Jangan heran, mengapa Nichole makan sambil duduk di atas tempat tidur. Itulah yang membuat Nichole merasa kesal dan marah kepada Davis karena sudah membuat nya tidak bisa berjalan. Jangankan untuk berjalan, sekedar untuk bergerak saja, ia merasa inti nya begitu perih.


Maka dari itu, saat tadi Kimmy mengantarkan makanan, Nichole meminta bantuan kepada Kimmy untuk mengganti sprei sementara dirinya duduk di sofa sebentar.


Dan setelah semua selesai, barulah Nichole bisa kembali ke tempat tidur dengan di bantu oleh Kimmy. Dan kini, saat Nichole mendengar kembali bagaimana ucapan davis yang menyuruh nya makan banyak, seketika itu juga pikiran nya kembali menyalang entah kemana.


“Siapa yang mengganti sprei nya?” tanya Davis tanpa menatap Nichole. Ia menutup mata nya dengan menggunakan lengan tangan.


“Kimmy,” jawab Nichole sambil mengunyah makanan nya.


“Oh,” balas Davis yang sangat singkat membuat Nichole merasa ingin melempar laki laki itu.


“Berapa lama kira kira bayi bisa tumbuh setelah pembuahan?” tanya Davis tiba tiba membuat Nichole langsung menyemburkan makanan nya.


Uhukkk hukkk uhukkk uhukkk!’


“Pertanyaan kamu yang membuat ku tersedak!” cetus Nichole mengelap mulut nya dengan kain.


“Tidak ada yang salah,” kata Davis.


“Memang tidak salah, tapi juga tidak tepat!” cetus Nichole menghela napas nya kasar, “Kamu pikir aku dokter. Dan juga, untuk apa kamu menanyakan itu?”


“Tidak tepat yang bagaimana? Semalam aku sudah menyebar benih itu ke dalam rahim kamu. Dan sekarang aku bertanya, kapan kira kira benih itu akan tumbuh, lalu tidak tepat nya dimana?”


“Ya kamu tanyakan sama dokter, kenapa kau menanyakan padaku!” seru Nichole semakin kesal.


“Baiklah, besok pagi kita ke dokter!” balas Davis tak ingin berdebat, namun mampu membuat Nichole seketika langsung terdiam.


“Bukankah kemarin kamu gak mau buat melakukan ini padaku? Lalu kenapa sekarang kamu seolah seperti sangat menginginkan nya?” tanya Nichole berdecak.


“Bukankah kemarin kamu juga yang sangat menginginkan nya? Lalu kenapa sekarang kamu menolak ku?” balas Davis membalik pertanyaan yang di berikan oleh Nichole.


Davis langsung menatap wajah Nichole, hingga membuat keduanya saling menatap dengan begitu intens. Jangan tanyakan bagaimana kabar jantung, karena saat ini keduanya sedang tidak baik baik saja. Hanya berpandangan mata saja, entah mengapa rasanya sudah sangat berbeda setelah mereka menghabiskan malam panjang nan panas.


Nichole yang semula begitu berani dan tak henti untuk menggoda Davis, kini seolah berbanding terbalik ketika ia sudah merasakan sakit nya, ia justru selalu ingin menghindar dan marah marah kepada Davis.


“Habiskan makanan mu!” ucap Davis seraya mengulurkan tangan nya untuk mengusap ujung bibir Nichole hingga membuat tubuh wanita itu semakin bergetar tak menentu karena mengikuti ritme jantung nya yang sedang bekerja keras.


...~To be continue .......