
...~Happy Reading~...
“Jadi, mau apa kakek kemari?” tanya Davis to the point. Kini, laki laki itu sudah mengenakan pakaian selayak nya orang normal, dan ia juga sudah menyuruh Nichole agar kembali masuk kamar, sambil menunggu orang suruhan nya datang dengan membawakan nya baju.
“Mau apa? Kenapa kamu semalam tidak jadi datang ke rumah? Papa kamu sudah menunggu,” kata kakek Austin langsung menghela napas berat.
Meskipun kakek Austin sudah tua, namun ia masih sangat sehat dan aktif. Berbeda dengan anak nya, yakni ayah kandung Davis yang kini justru sudah sakit sakitan. Itulah sebab nya, kakek Austin menyuruh Davis untuk pulang agar mau menjenguk ayah nya serta membantu mengurus perusahaan, karena ia sudah sangat tua dan tidak sanggup lagi menghandle perusahaan nya.
“Sibuk,” jawab Davis datar.
“Davis, biar bagaimana pun, dia tetap ayah kamu. Karena dia, kamu ada. Dan—“
“Ibu yang melahirkan ku, bukan dia. Jadi aku ada karena Ibu, bukan karena dia,” saut Davis dengan cepat.
“Bagaimana ibu kamu melahirkan mu tanpa ayah kamu, astaga Davis!” geram kakek Austin.
“Mungkin karena Tuhan!” jawab Davis lagi datar, ia masih begitu enggan untuk menganggap ada ayah kandung nya.
Ia masih ingat dengan jelas, bagaimana saat ibu nya menangis di saat saat hari terakhir nya. Davis lah yang menjadi saksi bisu sebelum ibu nya meninggal dunia.
Saat itu, usia Davis masih sangat kecil, ia baru duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, dan ia sudah di suguhkan oleh keadaan yang sangat menyakitkan.
Ibu nya yang selalu mengurung diri di dalam kamar dan menangis setiap malam karena merindukan sang ayah. Hingga saat terakhir, Davis melihat bagaimana ibu nya tersenyum kepada nya dengan wajah yang sudah berlumur darah segar.
Bagi yang tidak tahu, Mafia pasti terkenal kejam dan serakah. Namun berbeda dengan Klan C, meskipun mereka sangat kejam dan tanpa ampun kepada musuh nya. Namun mereka juga sangat baik, karena mereka selalu menjadi pendonor aktif di beberapa rumah sakit yang mereka dirikan.
Donor organ dalam, yang mereka dapatkan dari beberapa musuh yang sudah ia bunuh. Akan mereka berikan kepada orang yang membutuhkan dan tidak mampu. Sangat baik bukan.
“Ayah kamu itu sudah tua, dia sudah sakit sakitan. Dan dia sudah tidak bisa mengurus perusahaan,” ujar kakek Austin.
Davis sudah tahu akan hal itu, namun ia begitu enggan untuk ikut campur dalam urusan keluarga, apalagi soal harta.
“Bukankah dia punya seorang anak yang pintar? Ckckkc, kenapa tidak dia saja, mengapa harus aku?”
“Vis, kamu tahu jelas mengapa Faisal tidak bisa mengurus perusahaan. Selain karena status nya, namun juga karena dia belum bisa.” Balas kakek Austin menatap Davis dengan penuh permohonan.
“Itulah hebat nya anak Kakek. Terlalu pintar menanam benih sana sini, sampai membuahkan bibit yang seperti itu,” kata Davis berdecak.
“Dan apakah itu juga yang sedang kau tiru? Kau meniduri gadis di bawah umur karena kebencian mu dengan Sandrina?” tanya kakek Austin menatap cucu pertama nya.
“Aku bukan dia, dan aku tau dimana batasan ku!” jawab Davis mengepalkan tangan nya dan tak terima mendengar tuduhan dari sang kakek.
Sandrina, adalah ibu tiri Davis. Orang yang secara tidak sengaja merayu ayahnya dan membuat keluarga nya hancur. Dan secara tidak langsung, Sandrina lah penyebab kematian sang ibu.
...~To be continue .......