
...~Happy Reading~...
Dorrr!
Keahlian menembak seorang Daris, nyatanya tidak ada apa apanya di banding dengan Davis. Tiga kali daris menembakkan peluru ke tubuh Davis, namun tidak berhasil membuat laki laki itu terbunuh. Sementara Davis, hanya dengan satu kali tembakan, peluru itu berhasil membuat detak jantung Daris seketika langsung terhenti.
Dan tepat saat ambruk nya tubuh Daris, saat itu juga tubuh Davis semakin lemah karena sudah kehilangan cukup banyak darah. Namun, meski begitu, ia masih berusaha untuk tetap kuat dan membukakan ikatan tali di tangan dan kaki Nichole.
"Kamu gapapa?" tanya Davis setelah berhasil membuka ikatan tali di tangan dan kaki Nichole.
"K—kamu terluka parah hiks hiks, kita—"
"Aku tidak apa apa," ucap Davis segera memotong kata kata Nichole. Tangan kekar nya langsung mengusap air mata yang sudah membasahi wajah istrinya. Membuat matanya ikut berkaca kaca karena merasa sangat gagal sudah membuat wanita nya terluka.
"Da—"
Brukk!
“Davisss!” teriak Nichole langsung memeluk suaminya saat melihat laki laki itu ambruk tepat di depan nya.
Untuk sesaat, laki laki itu terdiam berada di pangkuan istrinya, tepat di depan perut Nichole yang sudah sangat besar. Ia menatap mata Nichole dengan begitu dalam.
“A—aku sudah gagal menjaga kalian.” Gumam Davis begitu lirih.
Untuk pertama kalinya, ia merasa gagal dalam menjalankan misi nya. Ia bisa menjaga misi pemberian dari Clayton untuk menjaga rumah tangga nya, Edward bahkan Arshyla sekalipun, ia berhasil menyatukan semuanya dan berakhir indah. Namun, dirinya gaga dalam mempertahankan rumah tangga nya sendiri.
Ia bisa menjaga dan melindungi istri istri dari sahabat nya, namun ia tidak bisa menjaga istrinya sendiri. Ia sellau kecolongan dan selalu membuat kesalahan yang cukup fatal, hingga dirinya bisa tertembak sampai tiga kali.
"Enggak! Davis kamu jangan begini, sebentar lagi anak kita lahir. Kamu gak boleh tinggalin kami! Gak boleh! Davis bangun! Davissss!" teriak Nichole terus mengguncang tubuh Davis, namun tidak mendapatkan reaksi apapun.
Tubuh laki laki itu sudah terkulai lemas di pangkuan Nichole, membuat wanita itu sudah tidak bisa berkata kata lagi, dada nya begitu sesak. Ia tidak bisa mengeluarkan suaranya, hanya air mata yang bisa menjelaskan semua yang ia rasakan saat ini. Kepala nya semakin berdenyut dan saat itu juga ia mengalami kontraksi.
“Daviss!” Edward dan Clayton segera berlari setelah berhasil mengalahkan pasukan yang di bawa oleh Daris, kini keduanya mendekati Davis dan juga Nichole yang sudah menangis ketakutan.
“To—tolong hiks hiks, selamatkan suamiku,” pinta Nichole di tengah isak tangis nya menatap kedua sahabat suaminya dengan penuh permohonan.
“Kita ke rumah sakit sekarang!” ucap Clayton saat melihat pergerakan kelopak mata Davis, ia langsung membopong nya dan membawa nya menuju mobil.
Sementara Edward, ia membantu Nichole, awalnya ingin membantu membopong juga, namun karena ia tidak sabar dan kasihan, akhirnya ia menggendong tubuh Nichole dan segera berlari membawa nya ke mobil.
“Berapa lama kau ikut bersama ku Vis, kenapa kau bisa begitu bodoh sampai seperti ini?” umpat Clayton di tengah kepanikan nya menyetir mobil menuju rumah sakit.
Davis tidak menjawab, ia hanya tersenyum tipis karena memang luka nya cukup parah, dan tadi sempat hampir pingsan, "Kau harus bertahan Vis!”
“Kalian orang baik,” gumam Davis begitu lirih dan hampir tak terdengar, “Kalian sahabat ku, keluarga ku, dan—“
“Hentikan omong kosong mu Vis. Aku tidak ingin mendengar apapun dari mulut mu itu!” seru Clayton semakin kesal dan takut, ia semakin melajukan mobil nya dengan kecepatan yang begitu tinggi.
“Sshh aaarrkkhh” Nichole langsung mencengkram tangan Davis seraya menggigit bibir bawah nya saat merasakan kontraksi itu kembali lagi, “Kenapa aku harus melahirkan dalam keadaan seperti ini,” teriak Nichole semakin terisak saat merasakan sakit yang semakin luar biasa pada perut nya.
Dan benar saja, tak berapa lama air ketuban nya pecah hingga membuat kedua orang yang duduk di kursi depan semakin di buat kalang kabut. Kondisi Davis yang semakin kritis, dan Nichole yang hendak melahirkan. Membuat kedua laki laki itu semakin di landa kepanikan.
...~To be continue .......