Oh My Davis

Oh My Davis
UJUNG PERJALANAN



...~Happy Reading~...


Langit begitu gelap, walaupun sebenarnya hari masih sangat siang. Rintik hujan menemani setiap langkah Nichole dan Davis untuk memasuki kawasan pemakaman. Masih dengan mengenakan seragam sekolah nya, Davis begitu excited untuk mendatangi tempat peristirahatan ayah nya.


Sementara Nichole, setiap kali ia memasuki kawasan itu, maka ia harus bisa menyiapkan hati dan juga mental yang begitu kuat. Karena ia pasti akan menangis setiap kali melihat nama suaminya tertera di atas batu nisan.


“Papa, Davis dapat ranking satu lagi.” Ucap Davis membuka suara saat sudah tiba, ia meletakkan buku nya di atas makam, lalu mengusap batu nisan itu dengan begitu pelan, “Seandainya ada papa disini, pasti Davis bakal di gendong kaya temen temen Davis yang lain. Tapi tidak apa, Davis gak sedih kok, Davis seneng karena bisa membuat papa bangga di sana.” Imbuh Davis membuat dada Nichole semakin terasa begitu sesak.


“Pa, Davis janji, akan buat Papa dan Mama bangga dengan Davis. Davis akan menjaga Mama dan melindungi Mama. Sekarang Davis sudah besar karena Mama sering masakin Davis makanan yang enak dan sehat, Papa jangan khawatir lagi ya di sana. Davis akan segera tumbuh besar dan membahagiakan Mama.”


Nichole semakin tak kuasa menahan tangis nya. Dada nya sudah terasa sangat sesak, namun ia masih berusaha untuk menahan diri agar tidak terlihat lemah di depan putra nya.


“Kenapa Mama menangis? Apakah Mama tidak bahagia bersama ku?” tanya Davis kecil langsung menoleh ketika mendengar suara isak tangis dari sang mama.


Dengan cepat, Nichole langsung menggelengkan kepala nya, “Mama sangat bahagia. Bahkan, Mama sangat bersyukur karena sudah memiliki kamu.”


Senyuman terbit di wajah anak laki laki yang baru berusia delapan tahun itu, ia langsung memeluk ibu nya dengan begitu erat, “Papa jangan iri di sana ya. Nanti saat sudah tiba waktunya, Papa dan Mama bisa memeluk ku bersama sama,” ucap anak itu yang membuat Nichole semakin mengeratkan pelukan nya.


Ya, Nichole benar benar bersyukur, satu tahun waktu yang ia lalui bersama Davis, kini nyatanya tidak ada yang sia sia. Pernikahan yang memang awalnya hanya akan bertahan satu tahun karena kontrak. Kini nyatanya, dirinya masih sah menjadi istri seorang Davis Austin, ia berhasil bertahan walau laki laki itu sudah lebih dulu meninggalkan nya.


Mungkin inilah yang di katakan setiap kata adalah doa. Sejak awal, keduanya menikah karena keterpaksaan, dan tidak memiliki niat untuk berlanjut hingga akhir. Nichole ingin meneruskan kehidupan nya, begitu pun Davis yang tidak ingin terikat dengan sebuah pernikahan.


Namun, kini Tuhan begitu adil. Tuhan menunda perpisahan mereka namun Tuhan juga memperpanjang kontrak ikatan batin antar keduanya menjadi selamanya, karena kini ada Davis kecil yang menemani Nichole seumur hidup nya.


‘Terimakasih atas kehadiran kamu yang sudah merubah kehidupan ku menjadi lebih baik lagi. Terimakasih karena kamu sudah menjadi dewa penyelamat ku, dan memberikan ku malaikat tanpa sayap yang akan menjaga dan melindungi ku. Aku akan bahagia dan aku akan menjadi ibu yang kuat untuk anak kita.’ Gumam Nichole dalam hatinya dengan mata yang terus menatap ke arah gundukan makam di sebelah nya.


‘Jika benar kehidupan kedua itu ada. Aku berharap, saat waktu itu tiba, maka kita di pertemukan lagi. Aku akan memperbaiki semuanya menjadi lebih indah lagi, dan aku tidak akan pernah membiarkan mu meninggalkan ku lagi. Davis Austin, aku sangat mencintai kamu.’ Imbuh nya semakin terisak di pelukan putra kecil nya.


"Ma, apakah Papa melihat kita dari atas sana?" tanya Davis tiba tiba melepaskan pelukan ibunya dan menatap ke arah langit yang terlihat begitu gelap karena mendung. "Apakah Papa akan bangga melihat prestasi Davis?"


"Benarkah?" tanya Davis dengan antusias yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Nichole.


Hembusan angin dan rintik hujan yang semakin banyak, membuat Nichole dan Davis tak bisa berlama lama di sana. Setelah mendoakan sang suami, Nichole segera mengajak putranya untuk pulang.


'Papa, Davis pulang. Davis akan pastikan, bahwa Mama akan bahagia bersama Davis. Davis akan mengembalikan senyuman Mama lagi.' gumam Davis dalam hati seraya melirik makam yang bertuliskan seperti nama nya itu dengan yakin.


...TAMAT ......


...🔥...


...🔥...


...🔥...


...🔥...


...🔥...


...Alhamdulilah, akhirnya Mommy berhasil membawa kapal Davis dan Nichole menepi. Terimakasih karena sudah menemani hari hari Nichole selama dalam perjalanan. Kini, perjalanan sudah usai, maaf bila mungkin membuat kalian kecewa dengan ending nya. Tapi inilah kehidupan, tidak ada yang kekal apalagi abadi. Ada yang naik dan turun. Ada yang sukses namun ada juga yang terpuruk. Ada bahagia dan ada duka. Tidak selamanya orang pintar harus selalu pinter, begitupun dengan Davis yang harus gugur dalam misi nya sendiri untuk melindungi keluarga nya....


...Plis dont judge, biarkan akang Davis tenang di sana. Dia juga manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan. Doakan semoga dia tenang dan tidak tergoda dengan ribuan bidadari surga ya, biar dia tetap setia menunggu istri nya....


...Bye bye ... Kita ketemu di kapal sebelah ya, kapal Raka dan Ryana juga Bintang dan Angkasa yaaa... love youu All ......