Oh My Davis

Oh My Davis
Kentang tumbuk



...~Happy Reading~...


"Aku lapar!" ucap Nichole tiba tiba menghentikan aktifitas nya begitu saja.


"Sedikit lagi," balas Davis menatap tak percaya pada wanita di depan nya.


"Tapi capek, dan kamu tidak dengar perut ku bunyi terus sejak tadi," rengek Nichole menatap suaminya dengan tatapan yang begitu memelas.


"Selesaikan dulu, habis itu—"


"Gak mau! Lanjut nya nanti saja kalau sudah makan. Ayolah, bukan aku yang lapar, tapi anak kamu," ujar Nichole seraya mengusap perut nya yang sudah terlihat buncit.


Seketika itu Davis langsung menghela napas nya dengan sangat berat. Ia memejamkan mata nya, berusaha untuk menahan dan juga meredam dirinya sendiri.


"Atau aku turun sendiri?" imbuh Nichole seketika membuat Davis semakin menggeram tertahan.


"Pakai baju kamu!" ucap Davis sedikit berdecak, ia segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Rasa kesal, marah dan kecewa juga pusing kini melanda dalam dirinya bercampur menjadi satu di kepala nya. Hingga membuat kedua kepalanya berdenyut begitu nyeri. Hanya tinggal sedikit lagi, namun dengan tiba tiba Nichole menghentikan nya begitu saja.


"Sungguh memalukan!" cibir Davis menatap dirinya sendiri di depan pantulan kaca yang berada di dalam kamar mandi.


Ia menghela napas nya kasar saat melihat dirinya sendiri harus bersolo karir untuk melanjutkan sedikit sisa perjuangan yang tidak sempat tertuntaskan oleh Nichole.


Sementara itu, di luar kamar. Nichole sudah memakai pakaian nya kembali. Ia menunggu Davis keluar dari kamar mandi, namun sudah hampir dua puluh menit, laki laki itu belum juga keluar.


Tok tok tok..


Nichole mengetuk pintu kamar mandi nya, dan tak lama ia melihat pintu itu terbuka. Yang mana membuat nya seketika langsung terdiam, kala melihat bahwa suaminya masih bertelanjang dada.


"Sebentar lagi!" ucap Davis dengan wajah datar nya memotong pertanyaan Nichole. Ia langsung berlalu begitu saja menuju walk in closed dan mencari baju nya untuk di pakai.


"Terus dari tadi ngapain coba?" gumam Nichole memanyunkan bibir nya tanpa merasa bersalah sedikit pun.


Usai memakai pakaian nya. Davis kembali menggendong Nichole dan membawa nya turun ke lantai bawah. Awalnya, Davis ingin memanggil pelayan saja untuk membawakan mereka makan ke dalam kamar. Namun ternyata Nichole tidak mau, dengan alasan anak yang di dalam kandungan nya ingin makan di taman, jadilah kini Davis menggendong Nichole dan membawa nya menuju taman belakang.


Davis menyuruh beberapa pelayan untuk menyiapkan makanan untuknya dan Nichole makan malam di taman. Dan Davis sama sekali tidak mengizinkan Nichole menggunakan kakinya untuk berjalan sampai kondisi nya benar benar pulih.


"Kenapa banyak banget? Kita cuma berdua loh," ujar Nichole menatap meja di depannya dengan sedikit ragu.


"Makanlah apa yang ingin kau makan." ujar Davis menatap Nichole.


"Tapi aku tidak ingin makan ini," gumam Nichole begitu lirih seraya menggigit bibir bawah nya meneliti satu per satu makanan yang sudah tertata di atas meja.


"Lalu kau mau apa?" tanya Davis langsung mengerutkan dahi nya sedikit berdecak.


"Aku mau kentang tumbuk!" jawab Nichole dengan begitu antusias.


"Astaga, kemarin di rumah sakit memberikan mu menu seperti itu, kau tidak mau. Kenapa sekarang kamu meminta nya?" tanya Davis menghela napas nya berat seraya memijit pelipis nya yang kini semakin terasa berdenyut.


Pasalnya, Nichole sendiri yang mengatakan tidak menyukai makanan berbau kentang atau umbi. Dan sekarang, wanita itu justru malah meminta nya.


"Bukan aku, tapi—"


"Anak kamu!" saut Davis dengan cepat memotong ucapan Nichole yang sudah pasti bisa ia tebak dengan mudah. Karena jurus andalan Nichole tak jauh dari anak yang di kandung nya.


...~To be continue.... ...