
...~Happy Reading~...
“Kenapa rasanya begini, hiks hiks sangat menyakitkan,” rengek Nichole terisak di bawah kungkungan Davis.
“Maaf,” untuk kedua kalinya Davis mengucapkan kata maaf. Kata yang sangat jarang Nichole dengar sejak menikah dengan manusia kutup tersebut.
Tak tega melihat istrinya terisak, Davis pun kembali mengecup bibir itu dengan begitu lembut. Awal yang lembut, namun berakhir menuntut hingga membuat Nichole mulai rileks dan kembali terbuai oleh ciuman serta sentuhan lembut dari Davis di bagian sensitif nya yang lain.
“Sakitttt! Hiks hiks hiks, lepas dulu bisa gak? Perih, panas aku gak mau!” Nichole menggelengkan kepala nya saat merasakan inti nya kembali sakit ketika sesuatu yang sejak tadi mengganjal kini semakin masuk lebih dalam lagi.
Davis tak banyak berkata, ia terus memberikan sentuhan dan kenikmatan untuk Nichole agar gadis yang baru saja berganti status menjadi wanita itu bisa menikmati permainan nya. Dan benar saja, meskipun butuh waktu sedikit lama, namun kini Nichole sudah mulai kembali menikmati perlakuan davis.
Rasa sakit yang melanda tubuh nya sejak tadi, kini perlahan padam dan hilang seiring dengan pergerakan yang di lakukan oleh Davis di bawah sana. Rasa sakit yang tadi membuat wanita itu menjerit juga menangis seolah ingin berhenti, namun kini justru membuatnya hanyut dan tak ingin berhenti.
‘Pantas saja, Aulia mengatakan nikmat. Ternyata memang senikmat ini, meskipun awalnya begitu menyakitkan,’ gumam Nichole dalam hatinya dengan memejamkan mata menikmati setiap hentakan dan pergerakan yang di lakukan oleh Davis.
“Kamu milik ku, Nihcole. Dan aku tidak akan membiarkan mu di sentuh oleh siapapun,” bisik Davis di tengah aktifitas panas nya.
Paduan suara antara sepasang suami istri yang sedang melakukan pertandingan itu, kini semakin menggema dan memenuhi seluruh ruangan. Bila tadi hanya Davis yang merasakan suhu ruangan itu begitu panas, kini Nichole pun merasakan hal yang sama.
Kedua insan itu semakin berjuang untuk memberikan kepuasan dan kenikmatan pasangan masing masing, hingga berakhir sebuah ledakan luar biasa yang membuat keduanya ambruk dengan tubuh yang sudah di penuhi oleh peluh.
Davis menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya. Untuk sesaat, davis menatap wajah Nichole yang sudah terlelap, ia mengusap wajah itu perlahan, merapikan beberapa helai rambut yang menutupi wajah mungil nya, hingga tanpa sadar membuat bibir Davis membentuk sebuah lengkungan tipis.
‘Dan pada akhirnya aku yang kalah.’ gumam Davis pelan seraya mengusap bibir Nichole yang terlihat sedikit bengkak dan terluka akibat ulah nya.
Davis ingat dengan jelas bagaimana perkataan nya dulu. Bahwa ia tidak akan pernah menikah apalagi jatuh cinta pada wanita.
Dan kini, dirinya merasa kalah, dengan apa yang baru saja terjadi, Davis akui bahwa dirinya sudah mulai jatuh cinta pada istri nya. Gadis kecil yang selalu membuatnya kesal dan marah akibat kepolosan nya, namun ternyata justru dialah yang memberikan warna di hidup nya.
‘Mungkinkah ini yang di rasakan oleh Clayton?’ gumam Davis lagi seraya kini tangan nya menyentuh dadanya sendiri, dimana jantung nya berdetak begitu cepat saat menatap wajah Nichole yang tertidur.
‘Tapi siapa yang memberikan ku obat sialan itu?’ gumam Davis lagi saat ia teringat sesuatu, ‘Kakek? Faisal? Hanya mereka yang berani berbuat sejauh itu.’ Imbuh nya lalu menghela napas nya lelah.
Davis akan mengurusnya besok pagi, karena saat ini tenaga nya sudah habis. Ia memilih untuk memejamkan matanya dan ikut memasuki alam mimpi dengan tangan yang ia tenggerkan di pinggang Nichole, membuat wanita itu langsung bergerak dan semakin merapatkan dirinya untuk mencari kenyamanan di dekapan sang suami.
...~To be continue ,....
...Lunas yaaaaa .... hihihihih...