
...~Happy Reading~...
"Ma—Mama.." suara yang begitu lirih dari seorang anak kecil yang tergeletak di aspal jalan raya.
Matanya terus menatap mobil yang sudah ringsek di depan nya. Sang ibu yang juga tengah tersenyum menatap ke arah nya, membuat air mata anak itu semakin mengalir dengan begitu deras.
"Ma—ma.. hiks hiks hiks." Hanya itu yang bisa ia ucapkan saat ini, tubuh nya yang mungil terasa begitu sakit dan nyeri. Kepala nya terus berdenyut seolah bumi yang telah ia pijak tengah berputar di atas nya.
Tangan mungil nya terulur mengarah kepada sang ibu yang masih terhimpit badan mobil di dalam sana. Meskipun badan nya terhimpit dengan luka yang cukup parah, wanita itu masih tetap tersenyum ke arah putra nya, ia mengucapkan kata I love you tanpa suara namun dengan air mata yang terus mengalir deras membasahi wajah nya.
'Jika waktuku memang sudah tiba. Aku hanya ingin putra ku bahagia. Tuhan, jaga dia untuk kami,' gumam wanita itu di dalam hati nya. Tatapan nya semakin kabur sayu hingga akhirnya ia sudah tidak sanggup dan memejamkan matanya.
"Mamaaaa!" teriak anak itu dengan sekuat tenaga nya saat dengan tiba tiba mobil yang masih bersisi ibu dan juga supir nya itu kembali di hantam mobil dari lawan arah, hingga membuat mobil itu semakin terpelanting jauh.
Anak itu hendak bangkit, berusaha sekuat tenaga namun ia tidak bisa. Tubuh nya benar benar lemah dan luka yang ia rasakan memang begitu sakit. Hingga tiba tiba ia tak sadarkan diri dan pingsan.
Tak berapa lama, Ambulan dan polisi datang dan segera mengevakuasi korban kecelakaan beruntun. Anak itu segera di larikan ke rumah sakit terlebih dulu. Sedangkan para korban lainnya, di nyatakan meninggal di tempat karena tubuh nya sudah tak berbentuk sempurna lagi. Bahkan, ada beberapa yang sampai kehilangan beberapa anggota tubuh nya.
...🔥🔥🔥🔥...
"Davis!" pekik seorang gadis kecil seumuran nya, saat melihat mata anak laki laki itu mulai terbuka.
"Mamiii, Papiii Davis bangun!" teriak nya lagi sambil berlari keluar ruangan untuk memberitahu orang tua nya.
"Ma—Mama.. Davis mau Mama," ucap anak kecil itu pelan, ia berusaha untuk duduk dan bangun, namun di tahan oleh dua orang dewasa di sebelah nya.
"Sayang, tenang ya Nak. Tubuh kamu masih terluka," ujar Shiena memeluk Davis.
"Aunty, Davis mau sama Mama. Dimana Mama, Davis mau Mama hiks hiks hiks." Shiena tak kuasa menahan air mata nya. Ia tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan dari Davis. Ia hanya bisa memeluk anak itu sambil menghapus air matanya sendiri.
"Pi, panggil dokter!" pinta Shiena kepada suami nya.
Sementara itu, Chloe yang melihat sahabat nya menangis di pelukan ibu nya hanya bisa terdiam. Ia memilih untuk menjauh dan memberikan ruang untuk Davis dan Mami nya.
"Aunty, Mama Aunty, Davis mau Mama. Mama!" Davis kecil terus meraung di pelikan Shiena, membuat wanita dengan dua anak itu merasa begitu perih di hati nya.
"Davis mau pulang sama Mama, Davis mau Mama!"
"Sayang, dengerin Aunty. Davis harus kuat, Davis anak laki laki. Gak boleh kaya gini ya Sayang. Kasihan Mama, Davis harus—"
"Enggak!" Davis langsung menatap marah pada Shiena, "Mama yang harus kasihan sama Davis! Kenapa Davis yang harus kasihan kepada Mama! Papa udah ninggalin Davis, dan sekarang Mama mau ninggalin Davis. Gak boleh! Davis gak mau! Davis gak punya siapa siapa, Davis—"
"Davis, Sayang!" Shiena panik karena tiba tiba Davis kembali pingsan dan tak sadarkan diri. Tak berapa lama, dokter dan Clayton pun datang untuk mengecek kondisi Davis.
...~To be continue... ...