Nguber Duda

Nguber Duda
Sembilan Puluh Dua



Author Pov


"Bod*h kamu, bisa-bisanya kamu membuat nama ku malu didepan para warga seperti itu. Harusnya kalau kamu ingin menjebak orang sekelas Abhi itu harus pakai ot*k.Jangan main kayak sinetron, mudah di tebak. Beruntung kamu bisa aku selamatkan dan tidak membuatku semakin malu. Lain kali jangan membuat masalah dengan mereka" Ucap Juragan Santos geram.


Satu jam yang lalu ada salah satu warga yang memanggilnya karena ada orang yang berusaha melecehkan istri ketiga nya.


Awalnya juragan Santos sangat marah karena ada orang yang berani mengusik miliknya. Walaupun sebenarnya juragan Santos menikahi Dinda karena malu gagal menikahi Binar. Tak ada rasa suka sedikitpun. Sama halnya dengan istri pertama dan juga keduanya. Mereka di nikahi karena dijodohkan dan juga tak mau disepelekan oleh warga saja.


Barulah saat bertemu dengan Binar waktu itu juragan Santos merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi sayang perempuan itu menolaknya mentah-mentah. Apa karena usianya yang terlampau jarak yang cukup jauh.


Ah... mana mungkin, toh usia juragan Santos juga masih kepala empat hanya berbeda puluh tahun bukan. Sekarang juga jamannya gadis menikah dengan orang seusianya. Lebih matang,apalagi dirinya yang juga orang terpandang. Tapi tetap saja juragan Santos ditolak beberapa kali.


Apa bedanya dengan Abhi.Bahkan Abhi juga seorang duda dan sudah punya anak. Kalau soal wajah.Memang tak bisa dipungkiri Abhi memang lebih tampan darinya. Tapi juragan Santos juga merasa tidak jelek-jelek amat.


Tapi kesombongan juragan Santos seketika hilang saat juragan Santos mencari tahu siapa Abhi lewat detektif yang di sewanya.


Yang tidak dia duga dan baru diketahuinya lewat detektif yang dia sewa adalah Abhi bukan orang sembarangan. Abhimanyu Arya Wiguna anak dari Jovan Alfian Wiguna pemilik Wiguna Grup.Salah satu perusahaan raksasa di negara ini apalagi perusahaan itu semakin kuat saat Alfaro Grup juga bergabung bersamanya.


Sial...


Bahkan harta dan ke kuasaan juragan Santos tidak ada apa-apa nya dibanding dengan Abhi. Pantas saja Abhi dengan mudah melempar uang dua ratus juta untuk melunasi hutang keluarga Binar waktu itu. Bahkan saat membangunkan rumah untuk Binar. Satu milyar bukan uang yang banyak untuk sekelas pengusaha seperti Abhi.


Yang sama mencengangkan nya lagi adalah. Sama dengan Abhi yang bukan orang sembarangan. Rupanya Binar pun demikian. Binar adalah cucu dari mantan Menteri. Bahkan saat ini pamannya adalah orang nomor satu di kota ini.


Double Sial...


Kalau begini juragan Santos tidak bisa berbuat apa-apa. Mencari masalah dengan mereka sama dengan membunuh dirinya sendiri.


Jadi dibiarkan nya saja cintanya menguap begitu saja. Dari pada dia dipaksa mendadak miskin. Punya uang saja istrinya kegatel*an apalagi ketika tidak punya uang. Bisa ditinggal begitu saja dirinya.


Lebih baik hidup kaya dan punya banyak istri dari pada mengejar satu wanita yang sudah menolaknya apalagi kalau dipaksa akan membuatnya jadi gembel.


"Aku sudah tidak berminat dengan Binar, jadi kamu tidak usah mencari cara untuk memisahkan mereka. Lebih baik kalian carikan saja aku perempuan yang jauh lebih cantik darinya" Tambah juragan Santos.


Tekad nya sudah bulat untuk tidak mengganggu hubungan Binar dan juga Abhi.


"Tap mas yang kamu bilang waktu itu" Ucap Dinda kecewa. Kecewa karena gagal mendapatkan Abhi dan juga mendapatkan uang dari suaminya.


"Diam kamu Dinda, atau aku akan pecat kamu jadi istriku kalau kamu masih mengganggu mereka" Bentak Juragan Santos.


Seketika Dinda terdiam.Hatinya bertanya-tanya? Kenapa bisa seorang juragan Santos berubah fikiran? Apa ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan?


Tapi kalau Dinda tetap memaksa merebut Abhi? Iya kalau Abhi mudah ditaklukan. Kalau tidak bisa kehilangan dua-duanya dan resikonya dia akan hidup miskin lagi.


Tidak... tidak...


Dinda tidak mau hidup miskin lagi. Biarlah Dinda bersuamikan pria tidak tampan dan punya banyak istri. Toh selama ini semua kebutuhannya sudah dipenuhi dengan baik. Juragan Santos tipe lelaki yang royal pada perempuan.


Mungkin memang Dinda harus mengubur cita-cita nya punya suami tampan yang terpenting untuk cita-cita nya jadi orang kaya sudah terpenuhi.


****


Pov Abhi


Srup.. srup...


"Kok bau parfum perempuan mas" Ucap Binar istriku padaku saat aku baru datang.


Hadeh...


Masalah ini....


Kok bisa-bisanya waktu aku pulang Binar mengendus-endus bau tubuhku. Heran banget,...


Emang benar ya perempuan itu peka banget. Pantesan kalau ada suami selingkuh sering ketahuan. Penciuman perempuan itu tajam banget. Seperti aku saat ini, padahal aslinya juga gak selingkuh.


Selama ini biasa aja tuh, waktu aku pergi. Gak sampai di endus-endus kayak gini. Lha giliran tadi aku ada masalah sama nenek sihir itu istri di rumah tau aja.


Hem....


Gimana ya????


Apa aku jujur saja?


"Masa sih yang? Perasaan cuma bau teh aja deh. Soalnya tadi baru ketumpahan teh" Aku pancing dulu aja kali yah. Pengen tau aja isi hatinya dulu.


"Gak salah lagi mas, ini itu bau parfum nya wangi banget sampai nyengat di hidung aku. Kamu... kamu... gak... lagi di ikutin kan? " Ucap nya sambil memegangi tubuhku dan celinguk-celinguk di samping kanan dan kiri tubuhku.


Emang ada apaan coba disana? Orang aku juga pulang ke sini sendirian.


Emang gak ada siapa-siapa? Lagian parfum Dinda gak akan sampai nempel di bajuku. Mendekat aja udah aku marahi dia.


"Tuh.. kan Mas, benar yang aku bilang? Tuh kamu bawa Mbak Kun pulang kemari? Dapat dari mana sih? Eh... Mbak Kun, ini itu suami aku tau, cinta nya juga sama aku. Dari pada kamu patah hati mendingan sekarang jauh-jauh sana" Ucap Binar.


Heran nya lagi gak ada siapa pun disini. Lalu istri ku ini sedang bicara sama siapa coba?


"Yang.. ngomong sama siapa sih? " Tanyaku penasaran.


"Ya.. Mbak Kun lah mas, sama siapa lagi coba?Heran ya, gak manusia gak makhluk halus semuanya demen banget jadi pelakor. Memang nya segitu seriusnya gak bisa cari cowok yang lajang"


Ku kedip kan mataku berulang kali. Ini maksudnya apa coba Binar pakai nyebutin makhluk halus segala. Apa dia sengaja menggodaku karena aku yang takut dengan makhluk tak kasat mata itu.


"Maksud kamu apa Yang, pakai nyebutin makhluk halus segala? Mau nakutin mas kamu? " Tanyaku


"Ck... siapa yang mau nakutin coba. Aku itu bicara apa adanya mas. Tuh.. di belakang kamu mbak Kun senyum-senyum mulu. Emang dasar ganjen. Eh.. mbak Kun, mau pergi sendiri atau aku bacain kamu ayat kursi biar minggat"


Lho.. lho.. lho..


Kok makin aneh aja istriku ini.


"Mbak Kun siapa sih Yang? " Tanyaku penasaran.


"Siapa lagi coba mas, kalau gak mbak Kuntilanak. Beh.. Tau aja kalau kamu ganteng mas. Tenang aja mas biar kata dia makhluk halus. Tak akan aku biarkan dia merebut kamu dari ku"


What...


Kuntilanak...


Binar lihat aku di ikutin mbak Kun dari tadi?


Segera saja aku beringsut dan berdiri dibelakang Binar. Meskipun aku tidak bisa melihat makhluk itu seperti Binar yang bisa melihatnya. Tetap saja aku paling takut sama hantu.


Biarin aja deh aku di bilang pengecut. Toh nyatanya aku memang takut dengan hantu. Aku lebih baik berhadapan dengan sepuluh preman dari pada harus berhadapan dengan satu hantu saja.


"Ha... ha... ha... "


Tiba-tiba ku dengar suara tawa dari Binar.


Ini maksudnya gak lagi ngerjain aku kan?


"Kamu ngerjain Mas, Sayang? "


"Pfttt... habisnya mas bohong sih, udah kecium bau perempuan masih aja ngelak. Emangnya aku gak tau apa mas habis ngapain?Kenapa gak kasih tau aku yang sebenarnya? Biar sekalian aku jambak dan hajar perempuan licik itu. Seenak kata dia mau jebak suami orang. Untung suami aku pintarnya gak ketulungan. Dapat idenya dari mana sih mas ngerjain perempuan macam Dinda itu. Harusnya kamu masukin penjara saja biar kapok? " Ucap panjang lebar istriku.


Huf...


Syukur deh kalau cuma bercanda. Lebih mudah lagi menghadapi seribu Dinda dari pada satu mahluk bernama mbak Kun.


"Maaf.. Sayang aku cuma gak mau kamu sampai kepikiran. Makanya aku rahasiain dari kamu"


"Lin kali gak boleh pakai rahasia-rahasian ya? " Ucapnya sambil mengcungkan jari telunjuknya dan ku kaitkan pula jari telunjuk ku.


"Janji Sayang, asal kamu juga selalu percaya kalau aku itu setianya cuma sama kamu doang"


Terlihat Binar nampak malu-malu dan rasanya makin cantik saja istriku itu. Ingin rasanya aku kecup pipi nya.


Tapi...


Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita tertawa. Aku dan Binar saling berpandangan lalu....


"Mbak Kun... " Teriak kami berdua langsung lari ke dalam kamar. Gak lagi-lagi deh ngomongin dia lagi.


Sementara itu di luar rumah dan di atas pohon berdiri perempuan berambut panjang dan berbaju putih.


"Idih... mata gue cedutan nih, kayaknya ada yang lgi ghibah in gue nih. Awas aja kalau ketahuan aku suruh dia bikin konfrensi pers membersihkan namaku" Ucap perempuan itu lalu menghilang.


*


*


*


Hi.. Hi.. Hi... intermezzo lagi setelah beberapa hari author nya terkena flu dan baru bisa up sekarang.


Widih..


Mbak Kun nya gaul banget ya. Bikin Binar dan mas Abhi sampai ketakutan. Makanya Bee.. mas Abhi jangan suka ghibah, in orang yang gak punya salah sama kamu. Hi....