
Sinar rembulan yang bersinar didalam kegelapan perlahan berganti dengan sinar mentari.Masih belum begitu terang saat aku mulai menggeliat kan tubuhku.
Ya...aku yang sudah terbiasa bangun pagi seakan ada yang membangunkanku walau tak ku ketahui jam berapa sekarang. Namun ada yang aneh dan terasa berat menimpa tubuhku. Meski mata ini belum terbuka toh aku benar merasakannya.
Seingatku semalam aku tidur dikamar. Gak mungkin dong ada gempa terus almari dipinggir ranjang ku nimpa aku. Kalau iya kok aku gak ngerasa sakit? Malah nyaman yang kurasa. Benar...
Seakan aku ingin terus berada diposisi seperti ini. Tapi rasa penasaran ku ternyata lebih kuat di banding kenyamanan itu. Perlahan ku buka kedua mataku.
Aku hampir terlonjak kegirangan saat kusadari apa yang tengah terjadi padaku.
Pertama kalinya semenjak aku menikah dengan mas Abhi, laki-laki itu memelukku di dalam tidur nya. Ataukah sepanjang malam tadi mas Abhi memang sudah memelukku seperti ini?
Ah...
Membayangkannya saja aku sudah senyum-senyum sendiri. Bukankah ini adalah sebuah kemajuan? Rasa bahagia ku seakan mengikis rasa marahku pada mas Abhi kemarin.
Inilah kenapa ada orang menyebut cinta itu buta. Ya... semarah apapun dan se kecewa apapun aku dengan mas Abhi kemarin rasanya pelukan dalam tidur ini telah meruntuhkan segalanya.
Sebenarnya gak marah sih...
Hanya saja...
Entahlah.. kata-kata itu terucap begitu saja di bibirku. Mungkin sebentar lagi aku akan memasuki masa haid ku, jadi ada sedikit masalah langsung bikin baper gitu.
"Jangan pandangi aku seperti itu Binar! Jangan memancing ku di pagi hari! "
Jleb
Ucapan mas Abhi membuat semburat merah diwajah ku. Rasanya ingin berlari saja dari sini. Tapi dekapan mas Abhi semakin lengket di tubuhku sehingga aku semakin mendekat ke arahnya dan susah untuk bergerak.
Duh.. mas...
Kamu mau buat jantung aku copot disini apa.
"Kenapa gak tungguin aku pulang kayak biasanya hem? Coba bilang mana yang sakit? Kata mbok Sumi kamu sakit? "
Ya... Tuhan...
Benarkah laki-laki yang ada dihadapanku saat ini mas Abhi? Kalau iya ? Terima kasih Tuhan. Setidaknya sikap mas Abhi benar-benar berbeda dari biasanya.Mas Abhi lebih mesra dan lebih perhatian denganku.
"Mana yang sakit? " Tanya nya sekali lagi?
Eh...
Beneran kamu mau tau mas? Yang sakit itu hatiku mas? Tapi gak mungkin juga aku bilang langsung ke kamu.Aku pun hanya menggelengkan kepalaku.
"Disini" Tunjuk nya di kening ku.
Lalu....
Cup
Sebuah kecupan manis mendarat kearah yang ditunjuk oleh mas Abhi.
Pernah bayangin hatiku kayak gimana saat ini? Perlakuan manis pertama yang dilakukan mas Abhi sama aku gitu lho. Semoga saja ini bukan mimpi.
"Atau disini, disini dan disini" Ucap mas Abhi sambil menunjuk pipi, hidung dan terakhir di bibirku.
Aku fikir akan berakhir gombalannya padaku. Tapi ternyata aku salah. Sesuai yang ditunjuk dengan jari mas Abhi laki-laki itu melakukan hal yang sama seperti tadi.
Cup.. cup... cup...
Astaga mas...
Pagi-pagi buta begini, kenapa kamu bikin senam jantung. Kenapa tiba-tiba kamu melakukan serangan fajar begini eh....
"Mas aku bau.. belum sikat gigi" Ucapku mencoba menahan keaktifannya pagi ini. Kalau mendadak kayak gini kan, aku belum siap.
Aku harapnya sih mas Abhi gak lagi ngerjain balik sikapku dulu. Karena yang jelas aku pernah aku pernah berlaku seperti ini. Bedanya aku hanya bercanda dan menunjuk saja tapi mas Abhi beneran melakukan nya.
"Udah ah mas, aku mau bangun ini? "
Aku beneran gak kuat mak kalau lama-lama berada diposisi seperti ini.
"Sebentar lagi Binar, belum subuh juga" Kali ini mas Abhi memutar tubuhku dan memelukku dari belakang. Dapat ku rasakan hembusan nafasnya yang ada di ceruk leherku.
"Mira itu masih sepupu jauh dari mama. Dia cuma kerja di perusahaan ku saja setelah lulus kuliah. Bahkan Mira sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah" Jelas nya tanpa ku minta.
Ada angin sejuk di rongga dadaku. Tak ku sangka mas Abhi menjelaskan sendiri tanpa ku minta. Padahal jelas-jelas kemarin dia yang kekeh minta aku untuk bertanya langsung sendiri.
Ternyata jurus ngambek istri manjur juga. Tapi yang lebih manjur adalah jurus merayu nya di atas tempat tidur.
Tak ayal..
Perempuan akan mudah luluh saat laki-laki mau merendahkan dirinya dan mau minta maaf. Beda kalau laki-laki dengan egonya yang marah-marah saat pasangannya ngambek. Bisa-bisa terjadi perang Dunia ke sepuluh.
"Masih cemburu sama Mira? " Tiba-tiba satu pertanyaan keluar dari bibir mas Abhi.
"Siapa yang bilang cemburu" Jawabku bohong. Gak mungkin juga aku jujur bilang kalau kemarin aku memang lagi cemburu.
"Kalau gak cemburu kenapa ngambek hem... "
"Gak ngambek mas, emang lagi gak enak badan"
Kini mas Abhi kembali membalik tubuhku dan menghadap kearahnya.
"Kan tadi udah di sembuhin sama pawangnya"
Aku terkekeh mendengar ucapannya.
"Disembuhin pakek apa? Orang dari tadi mas Abhi cuma guling sana guling sini badan aku. Udah kayak onde-onde yang dikasih wijen tau gak sih mas" Ucapku galak. Sepertinya mood ku sudah kembali seperti semula.
"Jadinya.. mau nya seperti apa. Bikin kamu jungkir balik seperti biasanya hah"
Aku mendelik ke arahnya. Tau banget apa maunya mas Abhi.
"Itu sih mau nya mas, bukan aku. Udah ah... aku mau bangun dulu"
Aku berusaha menyingkirkan lengan kokoh itu nyatanya tenagaku tidak cukup kuat. Bahkan kini tubuh mas Abhi sudah berada di atas tubuhku.
"Kamu sudah membangunkan macan yang sedang tidur Binar, jadi kamu harus bertanggung jawab penuh"
Yang benar saja, siapa juga yang gangguin kamu mas, emang dasar kamu yang naf**an sama aku. Di colek dikit aja aku harus tanggung jawab. Tapi mau gimana lagi toh aku memang yang harus bertanggung jawab dari pada perempuan lain. Kelamaan menduda kali.
****
Pagi ini suasana meja makan terasa lebih sempurna buatku. Tentunya setelah serangan fajar yang dilakukan mas Abhi tadi pagi. Pria itu sudah mulai berubah hangat denganku bahkan pagi ini terlihat begitu sangat ceria dari biasanya.
Sungguh aku bersyukur, aku tidak pernah berfikir mas Abhi bisa berubah secepat ini. Yang aku harapkan semoga kamu akan terus seperti ini mas. Kalau bisa kamu pun mencintaiku, sama seperti aku yang sangat mencintai mu.
Aku tau kamu sedang berusaha memperbaiki hubungan kita menjadi lebih baik. Setidaknya itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Semoga saja ini adalah awal yang baik. Bukan hanya untuk hari ini saja tapi selamanya.
*
*
*
Maaf ya kak. Untuk komen mungkin hanya bisa like saja. Kalau siang udah disibukan dengan persiapan lebaran he.. he. Nulisnya pun baru bisa pas sahur gini.
Tetap tungguin kisah Abhi dan Binar ya kak.
Jangan lupa Like, komen and Vote. Kasih poin malah sipp banget . Terima kasih