Nguber Duda

Nguber Duda
Enam Belas



Mimpi apa aku ini....


Kemarin aku menghadapi orang tuanya mas Kai sekarang aku harus berhadapan dengan mama nya mas Abhi juga. Kalau tau begini beneran tadi aku gak akan ikut dengan mas Abhi. Mending pulang sendiri aja.Belum siap ketemu sama calon mertua yang lain Hi.. Hi...


"Nama kamu siapa cantik? " Tanya mama nya mas Abhi pada ku.


Duh...untungnya mamanya mas Abhi gak galak kayak mamanya mas Kai. Jadi aku gak akan terkena serangan darah tinggi untuk kedua kalinya.


"Hai..cantik ditanya kok malah ngelamun sih" Tambah mamanya mas Abhi lagi.


Eh....


Aku pun segera tersadar. Posisi kami yang sangat dekat membuat mama nya mas Abhi menyadari sesuatu terhadap diriku.Semoga aja mamanya mas Abhi gak ilfil sama aku.Mana saat ini aku kucel dan belum mandi pula. Aish....


Lupakan aku yang belum mandi. Tapi aku masih wangi kok....


Saat ini kami semua sedang duduk diruang tamu.Sejak insiden Gendis yang menarik ku keluar dari mobil kami semua langsung digiring ke dalam rumah.


Mamanya mas Abhi duduk disampingku sambil menghadap kearahku, sedang Gendis bergelayut manja dipangkuan ku.


Ya salam....


Acting nih bocah benar-benar bisa diacungi jempol.Luar biasa sekali dia demi menghempaskan Vika.


Sementara mas Abhi dan Vika duduk didepan kami. Tampak mas Abhi yang masih memijat kepalanya yang pusing sementara Vika sudah menatapku dengan tatapan horor.


Idih.... bodoh amat. Yang penting sekarang aku lagi deket sama mama nya mas Abhi. Posisi kita 1-0 ya tantenya Gendis. Bundanya Gendis masih juara.


"Sayang... ngelamunin apa? mama gak bakal gigit kamu kok" Ucap mama nya Mas Abhi sambil menatapku dengan tajam.


Ditatap seperti ini membuatku jadi salah tingkah. Kemana sifat urakan mu Binar... Baru ditatap seperti itu aja udah KO.


"Bi..Bi-nar tante... " Ucapku akhirnya


Ini seriusan aku gugup banget. Gila...kayaknya ini lebih bikin deg deg an deh dari yang kemarin. Masalahnya kan aku udah suka banget sama mas Abhi. Takut aja kalau mama nya mas Abhi gak suka sama aku.Patah hati kemarin sih gak seberapa. Tapi kalau kali ini patah hati lagi......


Boleh gak sih aku sedikit berharap lebih...


Siapa tau dengan aku ketemu mamanya mas Abhi saat ini membuka jalanku untuk bersanding dengan idola yang paling aku cinta saat ini.


"Binar.. ya... cantik namanya kayak orangnya. Udah lama kenal sama Abhi? " Tanya nya lagi.


Eh...


Kayaknya aku lagi di introgasi nih.


"Ma.. udah.. lah.. Harus banget ya,setiap perempuan yang ada dimobil Abhi mama tanya-tanya kayak gitu. Binar ini tetangga Abhi, kebetulan ketemu dan mau nebeng pulang. Kalau gak pertanyaan tanya saja mbok Sumi? " Potong mas Abhi cepat.


Ck... harus banget dijelasin mau nebeng pulang ya mas. Gara-gara kamu kini sekor ku 1-1 dengan Vika. Lihatlah perempuan itu terlihat sumringah mendengar penjelasan mas Abhi. Berasa menang dia karena sebenarnya tidak ada hubungan antara aku dan mas Abhi. Dia yang penampilannya merasa lebih dari aku merasa menang.


"Mama gak nanya kamu Abhi... mama itu nanya nya sama Binar"


Cie.. ada angin segar nih... mama nya mas Abhi masih penasaran dengan ku. Sorry ya tantenya Gendis, Bundanya Gendis belum kalah.


"Jadi Binar sejak kapan kenal sama Abhi? Abhi orangnya gimana? Masih suka dingin gak sama perempuan? Maklumin aja ya Bee... Abhi pernah gagal dalam rumah tangga jadi agak trauma gitu. Tapi tenang aja, Abhi itu tipe cowok seperti papa nya kalau udah cinta bucinnya minta ampun. Makanya Binar kudu pintar-pintar buat Abhi jatuh cinta dan move on. Mama juga sudah gedek lihat muka masamnya tiap hari. Kurang belaian kasih sayang perempuan sih. Disuruh kawin lagi gak mau" Ucap panjang lebar mama nya mas Abhi.


Asli aku sempat melongo dengan ucapan mamanya mas Abhi. Terus terang banget. Tapi wajahku kemudian bersemu merah saat menyadari keseluruhan ucapan mamanya mas Abhi. Duh.. seneng banget punya calon mertua yang welcome banget sama aku. Rasanya pengen aku peluk erat perempuan yang ada disamping ku ini.


"Mama gak usah ngomong aneh-aneh deh. Abhi pulang aja deh dari pada mama makin ngawur"


"Ayo Bee kita pulang" Ucapnya sambil terus menggandeng tanganku.


Mak... jantung Binar mau copot gara-gara tangan Binar digenggam sama mas Abhi. Ya Tuhan...


Ini bukan mimpi kan. Andai waktu bisa ku atur aku gak mau saat ini berlalu. Aku ingin mas Abhi selalu menggenggam tangan ku seperti ini.


Sambil menyembunyikan senyumku aku pun mengikuti langkah mas Abhi membawaku.


"Ehm... kalau..kalian siap. Mama dengan senang hati akan mengadakan pesta yang mewah untuk kalian" Sindir mama mas Abhi.


Sejenak mas Abhi berhenti dan menoleh kearah mamanya.


"Sudah Abhi bilang kami hanya tetangga ma. Tidak ada hubungan apapun" Ucap mas Abhi tegas.


Tega amat mas....


"Ya.. terserah kamu. Kan mama cuma bilang kalau siap. Kalau belum siap ya nunggu siapnya kapan dong" Tambah mamanya mas Abhi gak mau kalah.


Mas Abhi menghela nafasnya. Sepertinya laki-laki itu lelah meladeni mamanya hingga meneruskan perjalanan nya.


"Ceh.. bilang gak ada hubungan apa-apa tapi gandengan tangan segala" Ucap mamanya mas Abhi pelan.


Meski pelan namun rupanya masih dapat didengar oleh kami. Sehingga mas Abhi menghentikan langkahnya. Matanya lalu melirik ke tangan kami yang saling betautan. Seketika dihempaskannya tanganku.


Kemana aja mas dari tadi kok baru nyadar? Kayaknya nanti pas mandi tangan aku bakalan aku selontongi pakai plastik deh. Aku mau mecium aroma kamu lewat telapak tanganku nanti.


"Maaf gak sengaja" Ucapnya tanpa mau melirik ku lagi. Sepertinya kamu malu banget ya mas.


Setelah berpamitan dengan mamanya mas Abhi aku pun mengikuti langkah mas Abhi keluar rumah ini.


Entahlah...


Apakah nanti kami akan saling berjodoh. Yang jelas baru ku temui sosok mertua yang mau menerima ku apa adanya. Aku yakin 100% kalau mamanya mas Abhi tau kalau aku orang miskin tapi perempuan itu masih mau menerima ku disini. Padahal di hadapannya juga ada perempuan yang mengharapkan anaknya. Entah.. hubungan apa yang terjalin diantara mereka.


Yang jelas aku cukup puas dengan ini. Restu sudah kuterima. Bahkan dengan jelas mamanya mas Abhi memintaku membuat putranya jatuh cinta padaku.


Ok.. calon mertua..


Akan ku sanggupi permintaanmu. Akan ku buat putramu jatuh cinta dan bertekuk lutut padaku. Siapa yang bisa melawan pesona seorang Binar...


Terbukti sebelumnya mas Kai pun terpikat padaku. Sekarang giliranmu mas Abhi.


Ya...


Akupun semakin bersemangat dan menjatuhkan pilihanku padamu.


*


*


*


Abhimanyu Arya wiguna putra dari Meris dan Jovan alfian wiguna (Ketika cinta datang menyapa)


Abhi pernah disebutkan di Antara duren atau brownis ya kak.


Jadi Nguber duda ini menceritakan Abhi dewasa. Binar pun nanti akan berhubungan juga. Kira-kira Binar anaknya siapa ya???