
"Bundanya Gendis.... Gendis kangen" Ucap gadis kecil itu sambil memelukku dengan erat.
Ini anak orang kenapa bisa tiba-tiba datang kemari. Gak lagi mimpi kan aku.Sama siapa coba dia kesini. Sama bapaknya kah? Tapi kok gak terlihat tanda-tanda mas Abhi datang. Lalu sama siapa?
"Anak siapa itu Binar? " Tanya juragan Santos padaku.
Biasa aja keles. Situ kan bukan siapa-siapa nya aku. Eh... malah ngegas.
"Anaknya bunda sama papa lah.Iya kan Bunda? " Ucap Gendis makin mempererat pelukannya padaku. Dan melotot pada juragan Santos.
Sikap galaknya Gendis gak pernah hilang.Suka deh.. sama nih bocah.
Sementara aku hanya bisa nyengir kearah para tamu yang hadir.Biarin aja mereka mikirnya apa. Lagian mana ada aku yang baru merantau empat tahun melahirkan anak yang usianya lima tahun. Yang benar saja...? Gak ada akhlak banget Gendis ngaku-ngaku aku bundanya. Kapan kawin sama bapaknya?Tapi gak apa-apa deh siapa tau doanya manjur. Amin...
"Jangan-jangan kamu merantau waktu itu sudah hamil ya Bee... wah gak nyangka ternyata kamu perempuan gak bener. Pulang-pulang udah punya anak aja"Celetuk bi Harti pedas. Rupanya dia masih ada keberanian untuk bicara setelah dibuat bungkam ibu ku tadi. Gak ada kapoknya.
Main tuduh sembarangan lagi.
"Jaga ucapanmu Harti. Binar anakku adalah perempuan baik-baik.Kalau kamu masih buat masalah dengan keluarga ku. Aku tidak akan segan lagi padamu. Ancaman ku yang tadi akan benar-benar akan aku laksanakan" Ucap Ibu ku tegas.
Keren banget kamu bu, bisa galak juga. Padahal selama ini orang mengenal ibu sangat santun.
Bi Harti langsung diam meskipun sempat kulihat dia mencebikkan bibirnya. Gak terima?Bisa habis kamu bi kalau macam-macam lagi. Ternyata ibu tidak lemah seperti yang aku fikir.
"Tapi bu Ele kalau anak ini bukan anak Binar kenapa dia ngaku-ngaku anaknya Binar? Kita semua yang ada disini kan jadi bingung. Kayaknya Harti benar deh" Tambah ibu yang lain. Rupanya omongan bi Harti cukup mempengaruhi mereka. Lihatlah bahkan perempuan ular itu kini tersenyum lagi karena merasa diatas angin dan ada yang membela. Awas aja kalau masih pengen ngomporin.
"Mohon maaf ibu-ibu bapak-bapak Gendis ini putri saya" Ucap seorang yang tiba-tiba baru datang.
Kalian tau siapa yang datang.
MAS ABHI
Mas Abhi datang kesini gitu lho? Mau nyusulin aku kah? Mau batalin pernikahan aku? Atau mau ngawinin aku? Kalau itu sih aku mau banget. Eh....
Ternyata kalau aku dihadapkan mas Abhi otak gesrek ku masih jalan ya.Masih aja menghayal yang enggak-enggak.
Gimana gak menghalu tingkat tinggi kalau mas Abhi nya pantes dihaluin. Lihat saja orang-orang yang ada disini sampai dibuat terpesona dengan kehadiran pria tampan yang tiba-tiba hadir itu.Biar kata kamu duda tetap saja kamu nomer wahid mas
Ck..ck..ck..Harusnya tadi kamu pakai topeng aja mas saat mau kesini? Pada ngiler semua kan ngelihatin kamu.Awas aja kalau ada yang nawarin anak perawannya sama kamu. Aku sikat mereka.
"Gendis sini gak boleh gitu" Ucap Mas Abhi sambil melambaikan tangannya pada Gendis.Sejenak aku melirik kearah Gendis. Tapi gadis kecil itu menggelengkan kepalanya dan makin erat memelukku.
"Gak mau papa, Gendis maunya sama bunda. Nanti bunda pergi lagi dari Gendis. Kita bawa bunda pulang saja yuk pa? Biar bunda gak pergi-pergi lagi dari Gendis"Rengek Gendis.
So sweet..... Mau banget dibawa pulang sama kamu mas.....
Tapi kayaknya papa kamu malu-malu meong gitu Gendis. Kalau aja gak banyak orang, sudah aku keluarkan jurus jitu ku. Sayangnya lagi banyak orang. Makanya aku harus terlihat alim. Jiah... Sok banget kamu Bee... be..
Sejak insiden aku memarahi Gendis waktu itu. Gendis banyak berubah. Suka banget sih.. Gendis jadi lebih manis gitu sama aku.Bahkan sekarang Gendis beneran nganggap aku bundanya. Padahal waktu itu cuma bercanda ding.
"Sebenarnya hubungan kalian ini apa? Tolong ya kalau memenh anak ini bukan anaknya Binar,tolong segera dibawa pergi anak ini.Saya dan Binar akan segera melangsungkan pernikahan kami" Ucap Juragan Santos.
Enak aja dia bilang.Binar mau nikah sama dia no.. no.. no...
"Maaf ya juragan, bukannya hutang kami sudah lunas. Itu artinya kesepakatan kita sudah selesai. Otomatis pernikahan ini di batal kan" Ucapku lantang.
"Jangan sombong kamu Binar, sudah untung kamu mau saya nikahin. Tanyakan seluruh penduduk sini. Siapa orang yang tidak mau saya jadikan istri. Saya ini orang paling kaya dikampung ini. Saya bisa pastikan kalau sampai kamu menolak saya maka tidak akan ada pemuda sini yang mau nikahin kamu" Ucap Juragan Santos keras.
Ceh.. sombong amat.
Emang siapa yang mau sama situ, kalau didepan saya ada yang lebih ganteng ea....
"Om galak.. jangan marah-marah terus. Kata mbok Sumi nanti jadi darah tinggi lho. Lagian bundanya Gendis ya memang buat papa nya Gendis. Om kan sudah tua jadi ngalah saja"
Ya Tuhan...
Ini anak kecil belajar ngomong dari mana coba.
"Diam kamu anak kecil. Tidak punya sopan santun kamu sama orang tua. Tidak diajari sama orang tua kamu ya" Teriak Juragan Santos.
Mata Gendis sudah berkaca-kaca. Gendis bahkan sudah bersembunyi dibelakang tubuhku.
"Jangan pernah membentak putri saya. Jangan karena kamu orang kaya dikampung ini kamu bisa mentang-mentang.Saya bahkan bisa menghancurkan kamu saat ini juga jika saya mau.Tapi saya bukan orang seperti itu. Sesuai yang putri saya bilang. Binar adalah bundanya Gendis. Maka Binar adalah calon istri saya dan akan menikahinya sekarang. Bukankah kamu juga sudah menerima uang kamu kembali. Di amplop itu ada 200 juta dan kamu boleh memiliki nya semua. Tapi setelah itu silahkan pergi dari sini"Ucap mas Abhi panjannnnnnggggg banget.
Emak.....
Rasanya pengen pingsan, pengen guling-guling, pengen jingkrak-jingkrak. Pokoknya pengen semuanya.
Sumpah...
Itu beneran mas Abhi ngomong kayak gitu didepan semua orang. Mas Abhi pengen nikahin aku? Alamak.....
Berasa kayak mimpi bisa dinikahi Duda yang cetar membahana seperti ini. Adek mah ngangguk aja mas kalau mas Abhi yang mau nikahin.
Asli...
Adek bakal pasrah aja. Gak nolak pokok nya.
*
*
*
Othornya juga mau mas kamu kawinin. Eh... lupa ding udah punya laki Hi... Hi...
Binar bakal dikawinin gak yah sama mas Abhi? Tenang pembaca setia Nguber duda. Perjuangan Binar baru akan dimulai. Tunggu aksi kocak dan gilanya Binar Nguber mas Abhi ya?
Terimakasih karena sudah setia membaca karya othor abal-abal ini.
Selalu jaga kesehatan ya di bulan Ramadhan ini.
Jangan lupa pula kasih Like, komen and Vote yang nganggur. He... he..
Kalau punya poin lebih juga bolehlah...
Salam ter love... love... untuk kalian semua.