Nguber Duda

Nguber Duda
Tujuh Puluh Tiga



Dasar laki gak berprikemanusiaan, seneng banget bini nya dibully orang.


Dengan cepat ku sambar tas ku dan berdiri dari pangkuan mas Abhi. Bisa rese juga mas Abhi ini ternyata.


"Lho sayang udah sampai yah" Akhirnya mas Abhi membuka mata nya. Pas banget ya? Ketahuan banget kalau dia tadi pura-pura. Mau ditinggal aja sekarang melek.


Ya iya lah...


Mau dia sampai kehilangan jejak ku lagi.Yang lebih hebatnya lagi mas Abhi pura-pura kaget gitu pas banyak orang yang sedang menatap dan mengerumuni kami.


"Ini kenapa pada ngumpul-ngumpul disini ya? " Ucapnya kemudian.


Asli aku yakin dia cuma lagi acting. Tapi biarlah... aku mau tau apa yang akan dia lakukan untuk ku.Cuek seperti biasa atau akan membela ku.


"Mas.. sama mbak nya mes*m ya tadi di bus. Tidur kok pakai rangkul-rangkulan segala. Kalau mes*m itu di hotel bukan di tempat umum seperti ini" Cecar salah seorang ibu disana.


"Ya modus cuma ceweknya aja kali bu. Si mas nya kayaknya gak tau apa-apa tuh"


"Iya benar yang ganjen itu ceweknya. Mas nya sih kelihatan baru bangun tidur gitu. Pasti mbak nya kesempatan karena mas nya ganteng. Sekarang kan banyak perempuan kayak mbak ini yang mod*s"


Ck... aku pun baru bangun tidur kale. Memang di mana-mana netijen pun maha benar. Suka-suka mereka aje.


Hemmm.. rasanya pengen aku colok satu-satu mata orang-orang yang julid itu.Situ yang ngomong juga perempuan kale. Harusnya kalian itu bela sesama perempuan. Gak tau aja kalian, kalau laki-laki ini juga sangat tega kepadaku.


"Mohon maaf ya bapak-bapak ibu-ibu, kami tidak mes*m kok. Istri saya ini sedang hamil dan tadi agak kram gitu. Makanya kakinya saya bikin lurus biar perutnya tidak sakit. Lagi pula, harap maklum istri saya ini memang sedang ngidam gak pengen jauh dari saya"Ucap mas Abhi.


Pintar banget ngelesnya mas Abhi. Kayak udah profesional gitu.Lagian apa dia bilang? Gak bisa jauh dari dia? Satu bulan lebih lo kita gak satu rumah. Cuma dia kali aja ding, ngidam pengen lihat wajah kamu mas.


"Oh... istrinya ya mas, saya kira cewek genit gitu. Salut deh sama mas nya, udah ganteng perhatian lagi sama istrinya. Padahal istrinya mah gak cantik-cantik amat. Gak serasi banget, jauh......serasian juga sama saya"


What.....


Ini orang omongannya benar-benar gak pakai filter.Asal jeplak saja. Muka dia juga gak cantik-cantik amat. Modal demp*l doang sombong amat.


"Mohon maaf ya mbak, saya memang gak cantik tapi suami saya lengket tuh. Buktinya saya pulang kampung saja dia ngintilin. Padahal kerjaannya lagi banyak-banyaknya lho. Emang embaknya, ngaku cantik tapi sendirian.Kasihan...deh.Jangan fikir saya bakal diam saja saat anda julid'in saya ya.Hah...jadi gerah disini. Permisi deh... saya mau lewat. Udah gak tahan disini" Ucapku sambil membelah orang-orang yang berkrumun.


Heran deh...


Padahal bus juga sudah berhenti tapi kenapa orang-orang pada ngepoin urusan orang lain coba.Ibu hamil dilawan. Jelas aja mencak-mencak.


"Sayang jalannya jangan cepet-cepat nanti jatuh" Teriak mas Abhi sambil mengikuti ku dari belakang.


Masih sempat ku dengar kasa-kusu di belakang, tapi sudahlah, aku sudah tak ingin berurusan dengan mereka lagi.Terserah mereka mau bilang apa tentang aku. Gak kenal juga..


"Sayang.... " Teriak mas Abhi lagi. Laki-laki itu kini sudah mencekal tanganku, karena aku yang tidak menggubris nya dari tadi.


Hah... males banget sama mas Abhi.


"Sandiwara nya udah selesai mas. Kenapa coba masih manggil aku sayang. Aku tak cukup berarti untuk kamu panggil seperti itu mas" Ucap ku ketus.


Gemes banget sama satu orang ini. Gampang banget membuat hati ku jadi jungkir balik.Tak puaskah selama ini dia sudah menyakiti ku.


"Bee... tapi aku datang memang buat bawa kamu pulang" Ucap mas Abhi.


Sekarang aku sadar...


Sama dengan halnya kamu yang hanya menginginkan anak dari rahim mbak Hana. Maka kamar yang kamu tempati hanya bisa ditempati jika kamu bersama mbak Hana.Bukan untukku...


Lalu kenapa sekarang kamu meminta ku pulang? Buat apa? Buat kamu tunjukan seberapa besar rasa bahagia kamu.Dan seberapa cintanya kamu sama mbak Hana.


Tidak....


Sudah ku bilang aku tidak membenci mbak Hana.Ini hanya sikap manusiawi ku saja.Perempuan mana yang tidak akan cemburu saat suaminya lebih perhatian dengan mantan istrinya dari pada istri sah nya saat ini.


"Di sini rumahku mas, dan aku akan tinggal disini sebagai mana mestinya. Pulanglah mas... kalau nyatanya aku tak akan kembali lagi kesana. Bukankah aku sudah memberikan jalan seperti yang kamu inginkan. Kamu, mbak Hana juga Gendis bisa menjadi keluarga bahagia lagi seperti dulu. Tanpa ada aku yang jadi penghalangmu. Anggap aku tak pernah hadir dalam hidupmu mas. Kalau masalah anak, bukankah dari awal kamu memang sudah tidak menginginkannya. Biarlah aku yang akan menjaganya sendiri. Kamu tidak usah khawatir, karena anakku tidak akan kurang kasih sayang sedikitpun "Ucapku begitu panjang...


Ya..


Baru kali ini aku bisa berbicara begitu panjang dengan mas Abhi. Kalau dulu aku hanya sering diam dan mengalah. Maka tidak kali ini.


Aku sudah lelah mas...


Biarlah ku keluarkan semua unek-unek ku sebelum kami berpisah. Kamu perlu tau, kalau selama ini aku cukup tersiksa dengan segala perbuatan mu.


Maaf mas...


Aku bukan istri, seperti istri-istri yang ada disinetron ikan terbang. Mereka memang terlalu kuat untuk disakiti berkali-kali bahkan bertahun-tahun.


Ya... karena mereka dibayar untuk beracting seperti itu. Tapi disini, ini mah kata authornya.. ceritanya juga kadang-kadang bisa berubah kalau dapat request an kakak-kakak dari komen. Hi... Hi...


"Sayang... aku minta maaf.... kita mulai semuanya dari awal ya? Aku janji gak akan ada Hana lagi diantara kita. Aku sadar Hana adalah masa lalu ku, dan kamu adalah masa depanku. Satu hal yang aku minta, izinkan Gendis untuk bertemu dengan Hana saja. Biar bagaimanapun ,Hana ibu kandung Gendis. Jadi biarkan mereka bertemu" Ucap mas Abhi...


Sebel....


Ternyata mas Abhi belum mengerti juga. Lagian siapa yang bilang kalau aku akan memisahkan mbak Hana dan juga Gendis. Toh aku juga nyaman dengan mbak Hana.


Yang aku minta cuma satu...


Kenapa sih kamu gak bilang cinta aja sama aku mas? Udah...habis itu beres ceritanya. Cuma kata "aku cinta kamu Bee... "


Kalau gini, percuma aja aku kembali tapi kamu gak pernah cinta sama aku. Mending ogah dari sekarang.


Karena aku sebal..


Ku tinggalkan saja mas Abhi. Beruntung aku melihat bang Wawan jadi aku segera naik ke motornya.


*


*


*


Hi... maaf HP nya error.. gak bisa up kemarin. Ini juga masih error tapi untung sudah bisa. Semoga cepat sembuh HP ku... 🤭🤭🤭