Nguber Duda

Nguber Duda
Tujuh Puluh Enam



Masih Pov Mas Abhi


Hoammm......


Ku buka mulut ku lebar-lebar sambil merentangkan kedua tangan ku.


Haish...


Rasanya tubuhku pegal-pegal semua. Siapa lagi pelakunya kalau bukan istri jahil ku itu. Eh.. istri atau calon anak ku ya.yang jahil ? Masalahnya ada embel-embel ngidam nya juga saat istri ku itu mengerjai ku.Karena lagi fase ngambek mau tak mau aku pun menuruti keinginan Binar.Dari pada makin ngambek. Ingat pesan mama aja, harus sabar dan lebih banyak mengalah sama istri yang sedang hamil. Hemmmm.....


Penasaran gak sih.. apa yang Binar lakukan padaku bestie...?


Yup..


Setelah Binar yang ngomong hendak meninggalkanku sendiri kemarin, perempuan yang sedang mengandung buah hatiku itu tiba-tiba nangis kejer banget.


Alasan nya?


Mana aku tahu? Orang habis marah-marah langsung nangis gitu aja Kan aku jadi bingung.Serba salah juga karena aku pun gak ngelakuin kesalahan apa pun.


Eh... pas aku tanya, tau-taunya anak yang ada di rahim istri ku itu minta naik motor tapi gak pakai dinyalain motornya. Artinya Binar naik motor dan aku yang menuntun motor itu. Ya salam.....


Gitu aja pakai nangis, kan cuma tinggal ngomong doang. Tapi sialnya Binar ngidam nya sampai dirumahnya lagi.


Wadaw...


Mana rumah Binar masih cukup jauh lagi. Jadilah aku sangat-sangat ke capaian dan sudah sangat-sangat lemes bestie....


Ok


Kembali saat aku selesai merenggangkan seluruh tubuh ku yang masih kaku. Asli masih sangat capek banget.


Tapi...saat Ku lirik sudah tak ada lagi Binar disamping ku tidur. Itu artinya dia sudah bangun.Memang jam berapa sekarang ya?Sepertinya memang sudah sangat siang, makanya Binar sudah tidak ada didalam kamar. Maunya sih kekepin dia dikamar aja. Udah puasa hampir sebulan kali.


Eh... sayangnya mana mau dia, kan lagi marah sama aku. Udah mau tidur satu ranjang aja itu sudah bagus banget. Gak apa-ape deh, toh aku pasti kuat nungguin sampai ngambek nya ilang dulu.


Setelah sedikit meraih ke sadara ku ,aku pun segera keluar dari kamar mencari keberadaan istri ku itu. Namun naas, tak ku temukan Binar diseluruh rumah ini. Bahkan ibu juga tak ada dirumah. Kemana mereka..?


Hampir saja aku putus asa mengira Binar sudah meninggalkan ku lagi. Apalagi sekarang Binar yang meninggalkan ku bersama keluarganya.


Haduh...


Nyari kemana aku kalau mereka benar-benar pergi.


Tiba-tiba pintu rumah terbuka dan muncul Bagas (Adik ipar ku) yang baru pulang dari sekolah.


Syukurlah...


Aku pun bisa bernafas lega.


Itu artinya aku tidak ditinggalkan lagi oleh istriku.Bahkan fikiranku itu sudah membuatku hampir gila. Lupa ding kalau ini adalah rumah orang tuanya, mau pulang kemana lagi kalau tidak kesini.Memangmya mereka mau pergi kemana lagi coba?


"Lihat mbak yu mu gak Gas" Tanya ku kemudian pada Bagas adik ipar ku itu.


Yang ditanya hanya menatap ku takut-takut.Aku bukan hantu kali ditatap seperti itu. Habisnya kita gak pernah saling bicara sih. Tepatnya belum sih. Kemarin pas nikah cuma sehari disini dan gak sempat ngomong-ngomong sama Bagas.Mungkin setelah ini aku harus sering berkomunikasi dengan anak itu supaya gak canggung lagi.


"Gas.. lihat kakak kamu gak" Akhirnya ku tanya i Bagas sekali lagi. Karena sejak tadi dia tidak menjawab dan malah sibuk memperhatikan ku dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Ck... gak pernah lihat orang ganteng masuk kampung sih. Jadinya ya kayak Bagas ini.


"Ke kebun kali bang, bantuin ibu nanam kacang hijau"Jawabnya akhirnya.


" Oh.... apa..? "Tiba-tiba aku memekik kaget.


Ke kebun nanam kacang hijau.


Tapi apa maksudnya Binar pergi ke kebun, bantuin ibu nanam kacang hijau. Bukan aku melarang Binar membantu ibu nya. Hanya saja Binar kan sedang hamil anak ku. Gimana kalau terjadi apa-apa dengan mereka?Gimana kalau Binar nanti ke capaian.


Tidak.. tidak..


"Antar mas ke kebun sekarang Gas? " Ucapku kemudian


Tapi Bagas malah masuk ke dalam kamarnya. Eh.. kan lagi aku suruh nganterin ke kebun. Kok malah masuk kamar sih.


"Ganti baju dulu bang, masa iya ke kebun pakai seragam sekolah. Bisa-bisa nanti Bagas yang di marahin ibu" Jelasnya.


Oh...


Aku fikir Bagas gak mau ngantar in aku. Ya sudah lah. Beberapa menit kemudian bocah itu sudah keluar dan mengganti baju seragamnya dengan baju main nya


"Buruan Gas" Ucap ku kemudian. Tapi Bagas masih tidak bergeming dari tempatnya.


"Baru pulang sekolah bang, lapar. Makan dulu ya? Memangnya bang Abhi gak lapar apa? " Ucap bocah itu


Mendengar kata makan dan lapar perut ku pun berbunyi. He.. he.. lupa ding kalau bangun tidur ini belum ku isi perut ku dengan makanan.


Ku lihat senyum di wajah bocah itu.


"Ayo bang kita makan dulu? " Ucap Bagas kemudian. Aku pun seperti dihipnotis berjalan mengikuti langkah bocah itu.


Di meja makan sudah tersedia berbagai macam makanan. Segera ku isi piring ku dengan makanan yang ada. Tiba-tiba saja perutku ini sudah sangat berontak saja. Dan seperti tersihir aku pun makan dengan lahapnya.


"Pelan-pelan bang. Sepertinya apang terlihat seperti orang kelaparan saja" Tegur Bagas tapi tak ku perdulikan. Anak itu sudah tidak takut lagi padaku. Bagus lah....


Tapi kamu.gak tau aja Gas, kalau mas mu ini memang sedang kelaparan. Sejak datang menuntun mbak mu naik motor kemarin, aku udah tepar dibuatnya. Rasa lelah ku seolah mengalahkan rasa lapar ku sehingga sejak kemarin aku tertidur seharian dan baru kali ini aku baru bisa menikmati makanan. Jadi wajar saja aku seperti orang kelaparan.


Karena tak kunjung dapat jawaban dari ku Bagas pun meneruskan makan nya. Beberapa menit kemudian kami pun selesai makan. Setelah sebelumnya kami juga membersihkan sisa makan kami. Rupanya biarpun Bagas seorang anak laki-laki dia terbiasa di didik membersihkan kebutuhan nya sendiri. Salut...


Berbeda denganku yang sudah manja. Dari sini aku pun diajarkan sesuatu yang sangat berharga. Aku jadi bersyukur bisa hadir di tengah-tengah keluarga seperti ini.


"Ayo bang kita berangkat" Ucap Bagas yang membuyarkan lamunanku. Aku pun mengangguk. Setelah Bagas mrngunci rumahnya, gegas anak itu mulai berjalan menuju kebunnya dan aku hanya mengikutinya dari belakang.


"Tunggu mas cinta, setelah ini kamu gak boleh capek-capek lagi" Batinku dalam hati


Tiba-tiba datang segerombolan gadis-gadis desa yang menatapku dengan tatapan buas.


"Abang ganteng mau kemana? " Celoteh mereka sambil cekikikan.


Hadeh...anak zaman sekarang. Bibit-bibit pelakor nih. Gak tau apa yang ditatap dan digoda nya udah punya bini. Eh.. jadi ingat sikap Binar dulu. Pantas saja Binar juga seperti itu. He.. he... tapi...


Sorry ya.. gak akan tergoda tuh sama mereka. Sudah nyantol sama satu orang. Tapi gak sopan jika aku marah-marah sama mereka.


Aku pun hanya mengangguk sambil tersenyum saja. Bukannya membuat mereka bubar tapi malah membuat mereka jadi teriak histeris.


Ya Salam...


Sepertinya aku harus lari dari tempat ini sebelum....


"Mas.... Abhi.... "


Tuh kan baru juga diomongin. Panjang nih urusannya.


*


*


*


Akhirnya bisa seribu kata lebih. Setelah perjuangan panjang.


Ngetik... ketiduran...


bangun lagi... ngetik lagi... eh ketiduran lagi dan bangun lagi...


Dan akhirnya.. tara seribu kata lebih. Alhamdulillah masih bisa up.


Hi.. Hi...