Nguber Duda

Nguber Duda
Seratus Dua



Tok


Tok


Tok!


Aku yang sedang menggendong Dewa segera bergerak menuju pintu saat mendengar suara ketukan itu.


Meskipun sekarang sudah jadi istri horang kaya, tetap saja aku tidak mau merepotkan orang lain.Gak harus teriak-teriak manggil orang cuma buat buka pintu doang 'kan.Lagian emang gak ada orang disini.


Mas Abhi tadi pagi berangkat ke kantor, Mama harus pulang kerumahnya, sedangkan Ibu dan Mbok Sumi sedang memasak di dapur.


"Sebentar, " ucapku sambil membenahi gendongan Dewa.


Kira-kira siapa yang datang ya?


Cek lek


Begitu pintu terbuka aku sedikit terkejut melihat tamu yang datang.


'Tante Rosita'


Ah...


Aku lupa jika waktu yang diberikan Mas Abhi adalah tiga hari untuk minta maaf dan ini adalah tepat hari itu.


Ngeri-ngeri sedap rasanya. Bagaimana jika tante Rosita bakal ngelakuin hal yang sama kayak kemarin? Mana Mas Abhi lagi gak ada dirumah lagi.'Kan serem...


Beruntungnya Mira datang menghampiri kami. Meskipun Tante Rosita galak tapi aku yakin kalau ada Mira dia tidak akan berani macam-macam.


"Mari silahkan masuk , Tante,Mira " ucapku sopan.


"Iya Bee. " jawab Mira


Segera setelahnya kedua orang itu masuk kedalam rumah dan ku persilahkan duduk.


"Wah... ini Dewa ya Bee... lucu banget. Maaf ya belum sempat jengukin kamu dan juga anak ganteng kamu. Habisnya setelah nikah aku harus ikut Mas Kai keluar pulau. Mas Kai baru merintis usaha dan aku harus temenin dia. Baru hari ini kami bisa berkunjung ke sini. "


Pantas saja tak pernah aku temui Mas Kai mau pun Mira selama aku di rumah sakit maupun dirumah rupanya mereka pergi jauh.


"Bee... ada satu hal yang mau mama bicarain sama kamu, " tambah Mira kemudian.


Aku jelas tau apa yang mau tante Rosita katakan. Tapi aku mau dengar langsung dari bibir tante Rosita.


"Silahkan, tante... tante mau ngomong apa, "


Tiba-tiba aja tante Rosita sudah bersimpuh di kaki ku.


"Maaf kan tante, Bee.. maafkan kesalahan tante yang membuat mu dan anak kamu hampir saja celaka. Sungguh tidak ada maksud lain. Tante hanya berusaha menyelamat kan rumah tangga anak tante saja. Tante tidak ingin mira tidak bahagia dengan kedatangan kamu. Tante sadar jika tante terlalu sombong setelahnya. Tapi kemudian tante sadar saat Mira datang menjelaskan secara langsung pada tante. Tante hanya ingin memohon maaf saja dengan kamu. Tante tidak akan lagi memohon pada kamu hal lain lagi.Tante hanya akan minta kamu mau memafkan semua kesalahan tante. Biar setelah ini tante bisa menjalani hidup tante di kampung tanpa rasa bersalah lagi. "Ucap Tante Rosita panjang lebar.


Jadi tante Rosita mau tinggal di kampung. Bukannya bisnis tante Rosita ada di kota ini ya. Apa jangan-jangan karena mas Abhi menarik investasi nya makanya perusahaan tante Rosita beneran bangkrut.


segera aku angkat tubuh tante Rosita dan memintanya duduk di samping Mira. Rasanya tidak sopan menyuruh orang tua duduk di bawah. Meskipun saat ini dia sedang meminta maaf.


" Kenapa harus tinggal di kampung tan, bukanya rumah tante berada di kota ini? "


"Suami tante sekarang kerjanya di kampung Bee... Kami sengaja membeli sawah di kampung untuk memulai hidup kami yang baru, " ucap Tante Rosita tampak Mira sedang mengelus pundak mama nya supaya tante Rosita menjadi tenang.


"Bee.. sudah memaafkan tante kok. Jadi untuk kedepannya tante tidak perlu pindah ke kampung. Sesuai janji mas Abhi. Jika Bee... sudah memaafkan tante maka mas Abhi akan kembali berinvestasi di perusahan tante. "


"Allahuakbar... Terima kasih Bee... sungguh Mas Abhi beruntung karena memiliki kamu sebagai istrinya. Kamu sungguh perempuan yang baik. " Bukan tante Rosita yang berucap tapi Mira. Perempuan berhijab itu kini sudah memeluk ku dengan erat sambil berlinang air mata.


"Maaf Bee.. mungkin kamu menganggap aku perempuan yang gila harta. Sungguh Bee.. aku hanya ingin kedua orang tua ku tidak kesusahan lagi. Apalagi di masa tua nya saat ini dan juga aku tidak bisa menemani mereka karena kaku pun harus mengikuti kemana langkah suami ku pergi, "


"Tapi ma... "


"Tante gak akan pergi kemana-mana. Tante dan om akan tetap di kota ini. Maaf karena Abhi sempat membuat sandiwara ini. Abhi hanya ingin tante tidak sadar dengan perlakuan tante dan tidak semena-mena lagi. "Ucap Mas Abhi yang tiba-tiba saja datang bersama mama Meris dan juga papa Jovan. serta Mas Kai dan juga seseorang laki-laki yang belum aku kenal sebelumnya.


Tiba-tiba saja tante Rosita memeluk laki-laki asing itu.


" Papa"Ucap Tante Rosita.


Baru setelahnya aku ketahui jika laki-laki itu adalah suami dari tante Rosita.


"Papa senang mama sudah sadar, " Ucap Papa nya mira.


"Maafin mama Pa. Mama hampir buat kita miskin lagi. Tapi beneran kanbpa kalau kita gak jadi miskin, "


"Mama... mama belum sadar juga, " Omel Papa Mira.


"Bohong kali Pa. Gitu aja marah. Papa udah ngeprank mama lebih jahat dari ini tau. " Rengek Tante Rosita.


Ternyata meskipun sudah tua mereka masih bisa bucin-bucin an. Sempat ku lihat ke arah Mas Abhi yang mengerlingkan mata nakal nya ke arah ku.


"Dasar Mas Abhi" Batin ku dalam hati.


Setelahnya kami mengobrol panjang banget. Ternyata seperti ini rasanya punya keluarga ya.


****


Malam ini aku sengaja berdiri di balkon rumah. Ada hal-hal yang masih memenuhi fikiranku. Masih jelas teringat dalam ingatanku tentang perjalanan kehidupanku.


Berawal dari sebuah hutang aku harus merantau ke kota. Mengais Rizky yang ternyata di nikmati orang lain. Bahkan aku hampir dipaksa menikah dengan orang yang tidak aku cinta. Tapi takdir pun kemudian berbalik memberi ku lebih banyak kebahagiaan. Aku dipertemukan dengan orang-orang yang tulus menyayangi ku. Aku bahkan di pertemukan dengan keluarga ku yang hampir tak pernah aku miliki di umurku yang sebelumnya.


Sungguh ini adalah nikmat terbesar Tuhan berikan kepada ku.


Saat aku tengah sibuk dengan fikiran ku.


Tiba-tiba kurasakan seseorang menyelimuti tubuh ku.


"Di luar dingin sayang, " Ucap Mas Abhi. Laki-laki yang ku Cintai itu kini telah memeluk erat tubuhku. Baginya selimut tidak cukup untuk menghangat kan tubuh ku. Maka dia pun memeluk ku.


"Dewa sudah tidur Mas, " Tanyaku pada Mas Abhi.


Tadi Mas Abhi memang yang menawarkan diri untuk menidurkan Dewa. Dia bergarapnya aku istirahat tapi aku malah berdiri di balkon.


"Sudah sayang, kenapa belum tidur hemmm. Sudah Mas suruh tidur kan, "


"Belum ngantuk"


"Belum ngantuk atau memang sedang menunggu ku. Ah... Mas ingat kamu udah selesai kan masa nifas nya, "Aku segera berbalik menghadap Mas Abhi sambil mendelik ke arahnya. Tapi Mas Abhi malah tersenyum penuh arti.


Dasar bekas duda mesum. Bagaimana dia bisa tau sedetai itu.


"Kita buat adik untuk Gendis dan Dewa yuk, "Ucap nya lagi sambil mrmbopong tubuh ku masuk ke dalam.


" Mas... "Teriak ku.


Ah... bahagia itu memang indah.


Tamat...


*


*