Nguber Duda

Nguber Duda
Delapan Puluh Sembilan



Dinda Pov


Sialan...


Benar-benar apes aku. Kok bisa-bisanya mas Abhi mengabaikan ku.


Aku fikir setelah mas Abhi mengizinkan aku naik di atas odong-odong itu dia akan mengayuh odong-odong itu sama seperti saat mas Abhi mengayuh untuk istri udik nya itu.


Sayangnya mas Abhi malah meminta orang lain yang mengayuh nya. Mana aku mau?


Sialnya lagi karena terburu-buru aku malah terjatuh dan baju mahal ku iti jadi robek.


Malu banget....


Masa istri juragan Santos harus terjatuh dari atas odong-odong dan tertimpa odong-odong itu sendiri. Mau di taruh dimana muka ku. Mana banyak orang yang ngelihatin lagi.


Awas aja kalau mereka berani menertawakanku. Akan aku bikin mereka mendapatkan ganjarannya.


Sambil memegangi rok pendek ku yang sobek aku pun berjalan miring menuju mobilku. Tak ku hiraukan lagi pemilik odong-odong yang meminta ganti rugi padaku karena odong-odong nya yang patah. Siapa dia berani minta padaku? Tak tau kah dia bahwa aku adalah istri muda juragan Santos. Orang terkaya di desa ini. Siapa orang yang berani melawannya.


"Mbak.. mbak nya kan udah matahin odong-odong bapak itu. Ganti dong, masa mbak nya pakai mobil tapi gak mau ganti sih. Kan kasihan bapaknya. Bukan orang kaya bohongan kan? "Ucap perempuan udik itu.


Kurang asem...


Berani juga dia sama aku, kalau gak ada mas Abhi di dekatnya sudah aku kruwes mulut perempuan udik itu. Bisa jatuh image ku kalau sampai aku melakukannya. Mas Abhi hanya boleh tau jika aku adalah perempuan yang cantik dan kalem.


" Saya lagi tidak bawa uang, lain kali saja aku ganti"Ucap ku beralasan.


Padahl aslinya di dalam tas ku ada uang sebesar satu juta rupiah. Enak saja kalau aku kasih percuma pada pemilik odong-odong itu. Bisa kebiasaan dia nanti. Minta orang ganti rugi.


"Sayang banget ya tante.Cantik-cantik gak bawa uang. Gendis saja bawa uang di kasih sama papa. Nih pak tukang odong-odong,Gendis kasih uang" Ucap seorang anak kecil yang menyebalkan sambil mengeluarkan uang pecahan sepuluh ribu rupiah dan menyerahkan pada pemilik odong-odong itu.


Sombong banget dia. Cuma bawa sepuluh ribu doang. Harga diriku seakan tercabik melihatnya. Gadis kecil itu seakan meremehkanku.


Anak siapa sih dia? Kenapa bisa ikut dengan mas Abhi. Kamu masih selamat karena kamu bersama dengan orang yang ku suka. Awas saja kalau nanti kamu sendiri.


Dengan perasaan dongkol ku keluarkan dompetku dalam tas dan mengambil uang tiga ratus ribu rupiah dan melempar ke arah pemilik odong-odong itu.


"Nih ambil, dasar penipu. Aku bahkan baru menaiki odong-odong itu dan belum menikmati fasilitas yang ada. Harusnya saya yang minta ganti rugi pada kamu karena saya jatuh dari arena permainan kamu" Ucap ku.


Ah.. kenapa tidak terfikir kan dari tadi.


Benar juga harusnya aku yang minta ganti rugi.


"Mohon maaf mbak, harusnya mbak baca dulu tulisan disamping odong-odong itu. Atau mbak bertanya dulu pada pemiliknya. Saya rasa orang pintar dan kaya seperti anda pasti bisa membacanya bukan" Ucap mas Abhi begitu menohok.


Sempat ku lirik tulisan yang tertempel di samping odong-odong itu.


Hanya untuk anak-anak.Maksimal berat badan tiga puluh kilo. Jika diatas berat badan itu dan masih memaksa. Maka penumpang diwajibkan mengganti dan pemilik tidak wajib bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.


Double sial...


Sekarang aku benar-benar malu dihadapan mas Abhi. Segera saja ku tinggalkan tempat itu. Aku tidak ingin dibuat lebih malu lagi.


Awas saja kamu Binar...


Setelah ini akan ku buat kamu menangis darah karena ku buat suami kamu bertekuk lutut padaku.


******


Aku masih gak bisa nahan tawa ku setelah kepergian perempuan yang entah siapa itu. Dari yang aku cari tau dari pemilik odong-odong tadi. Perempuan itu bernama Dinda istri ketiga dari juragan Santos.


Kok bisa nemu orang kayak gitu ya juragan Santos. Cantik sih... tapi sayang cuma cantik dempul doang mah. Lebih sayang lagi ternyata hatinya yang juga busuk.


Kelihatan banget kalau tuh perempuan tergoda dengan suami ku. Gak salah sih emang mas Abhi ganteng bingit...


Yang salah itu dia yang masih kegatelan mencoba gangguin suami orang. Emang gak takut ketahuan apa sama juragan Santos suaminya.


Biar kata nih ya juragan Santos itu seorang playboy cap kapak. Eh... emang difikir minyak angin apa Hi.. Hi...


Tapi gak ada ceritanya laki-laki mau diselingkuh, i. Mau ditaruh dimana harga dirinya nanti. Apalagi juragan orang yang mengaku terpandang di desa ini.


"Kenapa senyum-senyum gitu sayang" Tanya mas Abhi padaku. Saat ini kami bertiga sedang makan jagung bakar dipinggir sawah.


"Cantik.... "


Apa...?


Kok mas Abhi malah ikut muji dia sih. Padahal aku kan hanya....


"Ih... mas kok malah muji perempuan lain dihadapanku sih. Mas Suka ya sama perempuan tadi. Awas aja ya kalau mas coba main mata sama perempuan tadi" Ucap ku sedikit sewot.


Heran...


Aku yang memulai percakapan, aku pula yang akhirnya jadi ngambek. Perempuan mah gini banget. Apalagi perempuan hamil.


"Dengerin dulu sayang kan aku belum selesai ngomong. Aku kan mau bilang... Cantik.. semua perempuan itu cantik dengan porsinya masing-masing. Tapi gak ada yang lebih indah dan cantik selain kamu sama Gendis ku. Sama Hana aja aku gak tergoda"


"Ish.. mas.. kenapa pakai sebut-sebut nama mbak Hana sih mas" Ucapku makin sewot. Sebel aja. Ternyata mas Abhi masih mengingat mbak Hana padahal mbak Hana juga lagi gak adalah di sini.


"Masih cemburuan aja sayang ku ini. Biar bagaimana pun nama Hana gak akan pernah bisa hilang di hidupku. Ada Gendis diantara kami. Tapi aku pastiin cintanya aku cuma buat kamu doang sayang. Gak akan ada perempuan lain diantara kita"


So sweet...


Jadi meleleh...


Aku sadar sih apa yang di ucapkan mas Abhi memang benar. Aku gak boleh egois sendiri. Meskipun ada aku Gendis juga masih butuh sosok mama kandungnya sendiri. Kalau bukan saat ini bertemu mungkin lain kali mereka akan dipertemukan. Dan aku pun harus bisa menerima nya tanpa embel-embel rasa cemburu. Toh mas Abhi juga sudah memilih ku.


"Masih ngambek gak? " Tanya mas Abhi lagi.


Kan.. kan.. jadi malu sendiri. Tapi tetap saja ku jawab dengan gelengan kepala.


Mas Abhi tampak merangkulku sambil mencium kening ku.


"Mau kejutan gak sayang" Ucapnya sekali lagi dan aku pun mendongak menghadap ke arahnya


"Apa mas? " Tanyaku.


Mas Abhi tersenyum menggendong Gendis lalu menggandeng tanganku.


Emang mau dibawa kemana aku. Kejutan apa sih? Perasaan mas Abhi tau tempat ini juga pas hari ini saja.


Mas Abhi terus menggandeng tangan ku dan membawaku ke suatu tempat. Hingga dapat ku lihat dengan jelas apa yang dimaksud mas Abhi.


terpampang jelas tulisan didepanku dan membuatku begitu terharu.


Warung pem-pek pak Tarno


Oh my good...


Jadi mas Abhi masih ingat dengan ngidam Pertamaku yang belum diwujudkan dulu.


"Maaf ya sayang.. dulu waktu kamu ngidam itu aku masih dibutakan perasaanku yang belum pasti. Kini aku sudah yakin dengan perasaanku dan sudah benar-benar bisa move on. Maka mulai sekarang akan aku turuti semua keinginan kamu selagi aku mampu"


Tes..


Tanpa terasa satu tetes bening keluar dari mataku.


Bukan merasa terluka justru saat ini aku merasa bahagia.


Rupanya seperti ini rasanya dicintai.


*


*


*


Yng minta Visual...


Gimana ya? Bingung banget mau milih siapa. Yang paling ganteng mah suami aku sendiri Ea...


Masa iya Visual suami sendiri. Gak rela ding dilihatin banyak orang WkWkWk....


Bayangin sendiri aja deh kak. Kalau Jongkok Bts gimana? Ngefesnya sama dia🤭🤭🤭🤭