
Sambil nungguin Gendis pulang ke rumah. Aku masih sempet ngelanjutin rajutan ku setelah pulang tadi. Hampir saja lupa kalau putri kesayanganku yang cerewetnya kayak aku itu besok mau ulang tahun.
Untungnya tadi sempet beliin Gendis crayon dan sekarang akan ku buatkan sesuatu dari rajutan hasil tanganku sendiri.Biar kata baru pemula. Aku cukup PD kok ngasih ini buat Gendis.
Jangan dilihat dari harganya yang tak seberapa tapi lihat aku yang membuatnya dengan penuh rasa cinta. Memangnya mau diberi kado apa lagi? Semua bisa Gendis beli dengan uang ayahnya. Yang tidak bisa dibeli adalah kasih sayang yang kuberikan pada nya.
Yups...
Biar kata Gendis bukan putri kandung ku aku sayang banget lo sama dia.
"Non Binar gak mau makan malam dulu? " Tanya mbok sumi yang tiba-tiba sudah ada disampingku.
Ya...
Selesai aq merajut kini aku sedang membungkus kado untuk Gendis di samping kolam renang. Setelah tadi sempat juga bikin hiasan-hiasan di ruang tamu serta kue tart kecil yang aku buat sendiri. Hiasan kue nya maksudnya? Aslinya mah bikinan mbok Sumi.He.. he..
"Nanti saja lah mbok? Sekalian nunggu mas Abhi dan Gendis pulang. Ini kan ulang tahun nya Gendis jadi aku mau makan malam sama mereka"
"Tapi Non? " Ada sedikit keragu-raguan dalam ucapan mbok Sumi. Seperti ingin mengatakan sesuatu tapi urung.
"Tapi apa mbok?, -"Tanyaku penasaran.
" Biasanya kalau non Gendis ulang tahun kayak gini pulangnya bakal malam banget. Non Gendis sudah biasa ngerayain ulang tahun dirumah oma nya"
Benarkah.....
Tapi bukannya malah tambah bagus, Gendis pulang pas tengah malam dan aku bisa sempurna in semua yang belum sempurna sambil nungguin Gendis pulang.
Pantesan aja tadi mama minta aku nyusulin Gendis ke rumah nya. Tapi karena aku tadi punya rencana sendiri jadi aku tolak saja. Aku fikir mama juga mau quality time sama Gendis tapi aku juga gak lupa kasih tau rencanaku sama mama sih. Biar mama juga gak salah faham dan Gendis bisa pulang tepat waktu. Semoga saja acara bikin surprise beneran buat Gendis suka.
"Gak apa-apa mbok.. nanti nungguin Gendis sama mas Abhi aja "
Mbok Sumi pun akhirnya pasrah dan kembali ke dapur lagi. Sementara aku menyelesaikan pekerjaan ku yang belum selesai.
Jam sepuluh malam akhirnya semua persiapan sudah beres. Tapi tak ada tanda-tanda mas Abhi dan Gendis pulang.
Ok..
Masih belum tengah malam kan? Dan aku dengan senang hati akan nungguin ke pulangan mereka.
Hingga akhirnya jam dua belas malam..
Mereka belum juga pulang. Gak mungkin kan mama gak faham apa yang aku bilang tadi dan gak mungkin juga mama gak memberi tahu mas Abhi jika aku sedang menyiapkan surprise untuk Gendis.
"Non Binar sebaiknya tidur saja, Biasanya kalau ulang tahun seperti ini. Non Gendis sama tuan nginap disana? "
Entah kenapa ucapan mbok Sumi ini sedikit membuat dadaku sesak. Iya kalau tahun-tahun sebelumnya yang belum ada aku. Tapi sekarang...
Meskipun aku bukan ibu kandungnya, toh mas Abhi juga harus menghargai aku sebagai ibu sambungnya Gendis. Bahkan lelaki itu tak ada niatan sedikitpun menghubungiku atau mengabariku. Padahal hubungan kami beberapa hari ini cukup baik.
"Gak apa-apa mbok, biar aku nungguin mas Abhi sama Gendis dulu. Siapa tau mereka sedang dalam perjalanan. Mbok Sumi tidur dulu saja besok kan harus bangun pagi juga" Ucap ku.
Ya...
Sejak tadi mbok Sumi memang menemaniku menunggu Mas Abhi dan Gendis pulang. Tak jarang mbok Sumi juga sudah sering kali menguap karena mengantuk. Makanya aku sedikit kasihan dengan asisten rumah tangga ku itu.
"Tapi nanti kalau sudah satu jam tuan sama Non Gendis belum pulang. Non Binar makan malam terus tidur ya" Ucap mbok Sumi.
Ah... mbok Sumi...
Meskipun saat ini ibu tidak ada disini tapi kamu sudah menjadi pengganti ibuku disini mbok.
Sayangnya harapan tinggallah harapan. Hingga pukul tiga pagi tak kudapat'i tanda-tanda kepulangan mereka. Aku pun hanya memandang kue kecil buatanku dan mbok Sumi tadi sampai akhirnya aku tertidur disofa dan baru dibangunkan mbok Sumi keesokan harinya.
Ternyata benar mereka gak pulang seperti kata mbok Sumi tadi malam. Tapi kenapa mas Abhi dengan tega tidak memberi kabar padaku.
Hingga suara bel pintu menyentak lamunanku. Bergegas aku berlari ke pintu berharap mas Abhi yang datang namun ternyata mama yang ada di depan pintu.
"Pagi sayang..? Mama kepagian ya datang kesininya. Jadi gangguin kamu tidur,padahal kan semalam sudah begadang bikin surprise buat Gendis" Sapa mama padaku dengan senyum merekah.
Deg...
Apa maksud mama mengatakan seperti itu. Sengaja mengolok ku atau memang sebenarnya mas Abhi dan Gendis sudah pulang.
Tapi kalau sudah pulang kenapa sampai sekarang tidak ada dirumah. Kemana perginya mereka..
Ya Allah...
Semoga tidak terjadi apa-apa dengan mereka saat ini. Semoga mereka hanya berada di suatu tempat saja dengan keadaan selamat.
"Sayang.. kok malah ngelamun. Gimana sukses gak bikin surprise nya? Pasti Gendis suka banget dong. Masalahnya Gendis paling suka lho dibikinin surprise kayak gitu" Celoteh mama.
Entahlah...
Untuk sekarang aku berharapnya mama gak datang. Semoga aja mama gak tau kalau mas Abhi dan Gendis gak pulang dari semalam.
Masih jelas dalam ingatanku kemarin saat mama bikin telinga mas Abhi sampai merah. Apa jadinya kalau mama sampai tau kalau mas Abhi sengaja bikin surprise yang aku buat gagal.
"Masuk dulu ya ma? mas Abhi sedang keluar sebentar dengan Gendis mungkin sebentar lagi mereka pulang"
Terlihat mimik wajah mama yang terlihat berbeda. Mungkin sedikit heran. Tapi paling tidak aku sudah berusaha menutupi ketidak pulangan mas Abhi. Bisa saja aku bohong mas Abhi dan Gendis sedang tidur. Tapi gimana jadinya jika mama bakalan lama disini atau kalau tiba-tiba mas Abhi datang bisa lebih kacau nanti ceritanya.
Untungnya juga tadi aku sempat meminta mbok Sumi meletakkan kue dan kado untuk Gendis di kamarku jadi mama gak akan curiga.
Yang aku khawatirkan beneran terjadi. Baru juga kami melangkah masuk. Mobil mas Abhi memasuki pekarangan rumah.
"Bundanya Gendis... oma.... " Teriak Gendis girang begitu turun dari mobil. Ada raut bahagia yang terpancar dari wajah gadis kecil itu.
Melihat cucunya berlari ke arahnya mama segera menangkap gadis kecil itu.
"Cucunya oma dari mana nih? Kok pagi-pagi udah keluar aja? " Tanya mama.
"Dari rayain ulang tahun Gendis dong oma. Semalam sama mama juga. Semalam Gendis juga bobo sama mama lo"
Deg..
Kejujuran Gendis sungguh membuat hati ku terluka. Jadi semalam mas Abhi dan Gendis habisin waktu mereka bersama. Mas Abhi dan mantan istrinya.
Mama juga terlihat heran dengan ucapan cucunya itu. Bahkan dengan bergantian menatapku dan mas Abhi dengan tajam.
"Jelaskan pada mama ucapan Gendis barusan Bhi..."
*
*
*
Selamat Hari Raya idul fitri kak. Mohon maaf lahir dan batin..