
Aku membuka mataku perlahan, suasana masih terlalu gelap saat ini. Rasa malu sekaligus bahagia menjalar dihatiku saat ku dapati kini aku tidak bobo sendiri lagi melainkan ada mas Abhi yang ada disampingku. Ea....
Duh... mas Abhi, mengingat malam panas kita tadi jadi membuatku senyum-senyum sendiri. Masih gak nyangka aja kamu beneran jadi suami aku. Emang kalau sudah jodoh gak kemana ya.
Perlahan aku turun dari ranjang ku dan bergegas memunguti pakaian ku dan segera memakainya. Rasanya sudah tidak tahan menuju ke kamar mandi untuk buang hajat saat ini.
"Mau kemana? "Ucap mas Abhi serak. Khas orang yang baru bangun tidur.
Baru juga selangkah aku berjalan tapi sudah kudapati suamiku itu terbangun dan menegurku. Gini banget ya mas jadi pengantin baru. Baru juga ditinggalin sebentar sudah berasa gak mau jauh aja.
"Kamar mandi mas" Jawabku pelan.
"Ikut" Ucapnya tiba-tiba. Sejenak aku mengernyit heran tapi aku tetap saja setia menunggu mas Abhi memakai sarungnya kembali. Untung saja ibu masih menyimpan baju dan sarung punya bapak jadi saat mas Abhi datang kesini tidak membawa pakaian mau tak mau mas Abhi pun memakainya.
Mau beli dimana coba. Ini itu kampung. Pasar saja jauh apalagi mall.
"Ayo" Ucapnya kemudian tapi tidak beranjak untuk berjalan.
Roman-romannya ada yang aneh dengan mas Abhi. atau hanya perasaan ku saja ya. Entahlah...
Tanpa mau membuat kegaduhan aku pun berjalan duluan sambil sesekali melihat mas Abhi yang berjalan di belakang ku. Bahkan seringkali tubuh mas Abhi menabrak ku karena aku yang berhenti mendadak. Ini beneran gak lihat atau cuma modus saja.
"Jangan suka berhenti mendadak Binar" Tegur nya padaku.
Bibirku mencebik mendengar nya. Yang nabrak siapa yang marah siapa. Lagian salah kamu mas jalan kok gak lihat-lihat. Orang Binar segede gini malah ditabrak.
Kenapa aku juga yang disalahkan. Entahlah.. ada yang aneh dengan mas Abhi. Tapi aku tetap berjalan ke arah barat mencari kitab suci. Ups...
Harap maklum ya pemirsa karena ini dikampung. Makanya kamar mandi saja jauhnya sepanjang jalan kenangan.He..he..maksudnya kamar mandinya diluar alias belakang rumah ya bestie..
"Aku duluan Bee... " Ucap mas Abhi sambil mendahului langkahku begitu pintu kamar mandi sudah kelihatan.
Aku hanya melongo dibuatnya. Tapi aku masih ingat pesan ibu untuk mematuhi perintah suami. Meskipun sebenarnya aku pun sudah tidak tahan lagi.
Lima menit kemudian mas Abhi membuka pintu dan hanya menyembuhkan kepalanya.
"Aku sekalian mau mandi wajib ya Bee.. kamu tunggu disana saja dulu. Kalau perlu kamu sambil nyanyi juga tidak apa-apa" Ucap mas Abhi tanpa jeda dan menutup pintu kamar mandi kembali.
"Ingat ya Bee.. jangan kemana-mana dan tunggu disitu" Tambahnya lagi. Setelah itu baru terdengar suara gemricik air.
Lagi-lagi aku dibuat melongo dengan ucapan dan sikap mas Abhi. Rasanya saat ini yang kuhadapi bukan mas Abhi seperti biasanya. Mas Abhi yang galak dan mas Abhi yang bermuka datar.
Saat ini bahkan mas Abhi terlihat sangat menggemaskan. Kalau tidak salah tebak suamiku itu takut dengan sesuatu. Gelap kah... karena memang suasana disini sangat gelap hanya ada satu penerangan kecil. Itu pun hanya didalam kamar mandi.
Atau yang lebih ekstrem lagi? Mungkinkah mas Abhi takut dengan hantu. Masa sih...
Membayangkan itu aku jadi ingin tertawa saja. Mas Abhi yang ganteng dan gagah takut sama hantu. Ya salam... durhaka kah diriku jika aku tertawa. Ternyata orang ganteng ada yang ditakuti juga.
Setelah setengah jam kemudian mas Abhi baru menyelesaikan ritual mandinya. Mas Abhi keluar dengan wajah yang sangat segar. Laki-laki memang terlalu tampan walaupun hanya memakai pakaian sederhana punya ayah. Tapi sayang takut hantu. Hampir saja aku tertawa. Jika saja aku tak ingat orang yang mau ku tertawakan ini adalah suamiku.
Sudahlah...
Kini giliranku yang masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai membuang hajat rasanya sangat lega. Tega banget mas Abhi membuatku menahannya hingga setengah jam. Tapi tak apa yang penting kini semua telah tuntas.
Baru tiga gayung air yang aku siram ke tubuhku mas Abhi sudah berteriak dari luar.
"Kalau mandi jangan lama-lama Bee... " Begitulah kiranya ucapan yang aku tangkap di telingaku.
Ceh... Baru juga berapa menit mas udah teriak kayak gitu. Lagian aku kalau mandi juga gak lama lima belas menit juga sudah selesai. Apa kabar aku yang nunggu kamu setengah jam tadi?
Hah...
Tiba-tiba muncul ide jahil di kepalaku. Biar saja orang mengatakan aku gak ada akhlak karena ngerjain suami.Yang penting aku happy. Sekali-kali bolehlah..mumpung ada kesempatan.
Lingsir wengi.....
Baru juga satu baris lagu kunyanyikan. Tiba-tiba pintu kamar mandi ku sudah terbuka.
"Astaghfirullah hal adzim" Ucapku refleks
Kini berdiri sosok suamiku itu didepan pintu kamar mandi. Satu hal yang aku lupa jika saat ini aku sedang mandi dan...
Malu....
Tentu saja, meskipun mas Abhi adalah suamiku tetap saja aku masih belum terbiasa.
"Ih... mas Abhi kok main masuk aja sih" Ucapku sambil menutupi area tubuhku yang sensitif dengan tanganku.Sambil perlahan menarik handuk dan melilitkan ke tubuhku Terlihat mas Abhi juga salah tingkah dan menelan ludahnya kasar. Tapi sejurus kemudian dia bisa mengatur dirinya.
Untung sudah sah. Kalau belum... sudah pasti aku akan mengeluarkan jurus karateku. Seenak Kate masuk kamar mandi yang ada orangnya.
"Setelah aku fikir-fikir, aku nunggunya didalam saja" Ucapnya gak ada akhlak. Kamar mandi sekecil ini mas Abhi mau nunggu di dalam? Iya kalau rumahnya yang kamar mandinya saja lebih luas dibanding kamarku.
"Mas Abhi kan habis mandi, gak takut basah lagi apa. Udah sana keluar, aku mau nerusin mandi dulu" Usir ku. Tapi laki-laki itu tak bergeming dari tempatnya.
"Kalau gitu aku ikut mandi aja lagi deh" Ucapnya lalu berbalik menutup pintu dan melepas kembali bajunya.
Ya Salam....
Ku tepuk jidat ku pelan. Sepertinya keputusanku menjahili nya berbalik padaku. Lihatlah akibat yang bisa aku timbulkan setelah itu. Awalnya hanya mandi biasa namun lama-lama jadi panas dingin didalam sana.
Rupanya kelamaan menduda membuatnya benar-benar khilaf terhadapku. Ya iyalah.. dapat nya yang masih segel sih.
Acara mandi cepat ku gagal sudah dan baru selesai saat kumandang adzan subuhsubuh terdengar. Lain kali gak lagi-lagi deh gangguin mas Abhi dalam kondisi seperti ini.
Ampun....
*
*
*
Intermezzo dulu sebelum ke cerita utama. Mas Abhi belum bucin ya kakak. Masih panjang perjalanan Binar merebut hati mas Abhi. Semangat Bee... 🤣🤣
Jangan lupa Like, komen and Vote ya kakak. Point nya mana nih.. adakah yang mau nyumbang sikik-sikik he....