My Two Men Protector

My Two Men Protector
8.



Keyra duduk dikursi yang kosong karena masih belum banyak pengunjung yang datang. Menanti para karyawan baru itu selesai beres2 baru dia akan bertanya pada mereka.


Beberapa menit kemudian mereka pun selesai.


"Maaf non..apa anda memanggil kami" tanya salah satu pegawai baru.


"Oh ya...kalian sudah selesai." ucap Keyra.


"Ehhmm..sebaiknya jangan disini, sebentar lagi para pengunjung akan datang"lanjutnya.


Dua perempuan dan dua lelaki , mereka adalah karyawan baru Keyra yang tidak tahu kenapa mereka disini.


Keyra memutuskan untuk pindah ke halaman belakang.


"Kita ke halaman belakang saja" ucap Keyra.


"Baik non." ujar mereka.


Mereka berempat mengikuti Keyra menuju halaman belakang kafe,


"Baiklah..silakan duduk" ucap Keyra dengan sopan pada mereka.


"Kami berdiri saja non.." balas mereka.


"Duduklah...tidak perlu sungkan. Semua karyawan disini sudah saya anggap keluarga..."ujar Keyra dengan senyum sopan.


Mereka tak menyangka bahwa bos nya kali ini sangat berbeda jauh dengan bos nya terdahulu. Yaa..siapa lagi kalau bukan Levin.


"Baik non..terimakasih" jawab mereka.


"Begini...saya memanggil kalian kesini ada sesuatu yang ingin saya tanyakan." ucap Keyra.


"Saya tidak merasa kalau saya menerima karyawan baru,bahkan saya pun tidak mendapat informasi apapun tentang kalian. Apa kalian betul datang ke kafe ini untuk bekerja? Apa kalian tidak salah tempat? Apa ada orang yang menyuruh kalian untuk bekerja disini?" tanya Keyra panjang lebar.


Mendengar pertanyaan Keyra mereka pun hanya saling memandang. Mereka tampak bingung harus bicara apa..?


Melihat mereka yg tampak kebingungan Keyra pun jadi heran.


"Oh..apa pertanyaanku sangat panjang membuat kalian kebingungan." tanya Key.


"Tentu saja nona cantik..pertanyaanmu membuat mereka bingung" ucap seseorang dari belakang membuat Keyra menoleh kebelakang dengan terkejut.


"Anda.." jawab Keyra dengan nada tinggi.


Tanpa disadari dibelakang sudah ada Levin dan Fero berdiri dibelakangnya. Sehingga tak terlihat langsung oleh Keyra.


"Aku...Aku yang menyuruh mereka untuk bekerja disini." ucap Levin yang membuat Keyra terkejut.


"Apa maksud Anda.." ucap Keyra sinis.


"Panggil aku Ka Levin...karena aku sebaya dengan kakakmu Fero." ledek Levin dengan senyum manis.


Keyra menahan emosi dengan mengepalkan tangan. Kenal juga ngga.."batin Keyra.


"KEY..." ucap seseorang dibalik tubuh Levin.


Dia maju melangkah didepan Levin.


Tubuh Keyra melemas seperti jelly hingga tak bisa menopang tubuhnya, dia hampir terjatuh namun segera ditangkap oleh kedua lelaki tersebut.


"Ka..kak..." ucap Keyra dengan suara lirih.


"Key...kamu ga pa2." tanya Fero


Muka keyra memucat dan berkeringat, dia syok melihat kakaknya Fero datang ke kafenya.


"Kamu pucat.." ucap Levin yg dari tadi memegang lengan Keyra.


"Ga pa2..Key hanya terkejut kak Fero ada disini,itu berarti...?" ucap Keyra melemah.


Dan seketika pandangan Keyra gelap dan tanpa sadar tubuh Keyra terjatuh kembali namun sang kakak langsung menahannya.


"KKEEYYY..." teriak Levin dan Fero bersamaan. Fero segera mengangkat Key ala bridal style.


Pak Anton yang tidak sengaja mendengar teriakan segera mendekat ke arah mereka.


"Non Keyraa.." teriak pak Anton.


"Non Keyra pingsan lagi .."ucap pak Anton.


"Apaaa.." teriak Fero dan Levin bersamaan.


"Lagii..maksud anda apa." tanya Fero


"Sebaiknya kita bawa non Keyra ke dalam dulu biar nanti saya ceritakan Tuan Fero" ucap pak Anton.


"Ruangan non Keyra ada dilantai 2 ..mari.." lanjut pak Anton.


Fero mengernyitkan dahinya, dia terheran pria paruh baya ini mengenal dirinya bahkan tahu namanya.


Levin dan Fero yang menggendong Keyra berlari menuju lantai 2 kafe menuju ruangan Keyra.


Setelah sampai..tampak pak Anton mengambil sebuah kunci ruangan lalu dibuka. Disana terlihat hanya sebuah meja kursi disertai laptop, sofa panjang dan lemari layaknya sebuah kantor yang sederhana.


"Di sini tuan..biar saya rapikan.," tunjuk pak Anton menunjuk sofa panjang yg langsung dirapikan dengan bantal dipinggir sofa itu.


"Apa tidak ada kamar.." tanya Fero


"Ada Tuan..dibalik pintu itu, harus dengan password untuk membukanya jadi kami tak pernah masuk tanpa ijin non Keyra." jelas pak Anton.


"Passwordnya ulang tahun anda tuan Fero." lanjutnya.


Memang terlihat ada pintu lagi di samping meja kantornya. Fero pun mendekati ruangan itu. Dikarenakan dia sedang menggendong Keyra, dia minta tlg pada Levin.


"Lev..buka pintunya.!" perintah Fero


Dengan segera Levin mengetik password di tombol pintu. Levin memang tahu kapan Fero dilahirkan krn waktu kuliah mereka sahabat yang sangat dekat.


Ceklek..


Terlihat sebuah kamar yang sangat bersih dan nyaman.


Segera Keyra dibaringkan perlahan oleh kakaknya. Fero mengusap lembut kepala sang adik. Dia menempelkan telapak tangannya diatas kening Keyra dan tidak terasa panas. Itu artinya dia hanya syok..dan sebentar lagi pulih.


Sekarang dikamar itu tinggal lah Fero,Levin dan pak Anton. Mereka berbincang sambil menunggu Keyra siuman.


"Maaf Tuan. Saya lancang. .Saya mau tanya apa non Keyra syok karena anda datang kemari." ucap Pak Anton sopan karena merasa tidak sopan .


"Aku tidak tahu..mungkin iya." ucap Fero dengan tidak berhenti memandangi adiknya.


"Anda pasti tak mengenal saya..tapi saya sangat mengenal anda tuan Fero" ucap Pak Anton. "Dari non Keyra tentunya.


" Tuan..saya mohon nanti kalau non Keyra siuman jangan dimarahi ya tuan."pinta Pak Anton.


Fero terheran.


"Pasti Tuan baru tahu kan kalau non Keyra punya kafe, ini hasil jerih payah non sendiri tuan. Dia tidak sepeser pun memakai uang dari anda tuan." lanjut Pak Anton.


Fero terdiam menyadari memang rekening Keyra tidak sedikit pun berkurang. Setiap bulannya Fero selalu menyetorkan untuk rekening Keyra namun tidak ada pengeluaran sedikit pun.


"Non membangun kafe ini memang dengan bantuan kredit bank dan untuk mengangsurnya kami setor dari penghasilan kafe setelah dipotong untuk gaji karyawan dan pengeluaran kafe lainnya. Alhamdulillah kafe ini tidak pernah sepi dari pengunjung, Non Keyra memang memanage kafe ini dengan profesional Tuan. Sehingga kafe nya selalu mendapat omzet yg tinggi." jelas Pak Anton.


"Bahkan dengan omzet nya yg lebih non sering beri kami uang bonus tuan. Dan satu hal lagi Tuan..." jeda Pak Anton


"Non membangun mes buat karyawan2 disini yang tidak punya tempat tinggal karena sebagian dari kami adalah anak anak yatim." lanjut Pak Anton.


Seketika Fero berkaca kaca.


"Tuan...saya sudah menganggap non Key sebagai anak sendiri, saya tidak tahu alasannya kenapa dia merahasiakan semua ini dari keluarga nya sendiri." ucap Pak Anton lirih.


"Yang saya lihat...Non seperti sedang sakit. Maaf bukan berarti sakit parah. Tapi Non jika lelah sedikit saja Non pasti mimisan Tuan. Namun disisi lain dia juga sangat sangat kuat hingga menyembunyikan kelemahannya di depan keluarganya hanya tidak mau membuat keluarganya khawatir.


Oleh karena itu dia mencari kesibukan agar kelemahannya tidak selalu datang padanya. Dia sangat menyayangi anda dan bundanya Tuan." jelas nya


Tanpa tersadar air mata Fero menetes.


Memang sejak mendiang sang ayah, Fero sangat disibukkan dengan pekerjaannya.


.....


"Eeerrrhmm..."Keyra mengerang.


Mendengar suara erangan dari Keyra semua berbalik dan mendekat ke arah Keyra.


" Key kamu ga pa2 kan.?"tanya Fero.


"Mana yang sakit..?" lanjutnya.


Keyra menggerakan badannya perlahan walaupun masih lemas tangannya mencari posisi duduk yang nyaman.


"Key ga pa2 kak.." ucapnya lirih.


"Ini minumlah.." Levin menyodorkan teh manis hangat yang tadi sudah disiapkan.


"Terimakasih..." ucap lirih Key dengan senyum.


Melihat senyuman dari gadisnya Levin merasakan sesuatu dihatinya berdesir.


"Cantik..." batin Levin.


"Kak...maafin Key kak.." ucap Key memelas dengan mata berkaca kaca.


Fero menggeleng gelengkan kepala. Dan segera memeluk erat Key.


"Tadinya kakak ingin marah padamu. Kau berani sekali menyembunyikan hal besar ini dariku.. "ujar Fero namun dia langsung memeluk adiknya erat. "Maafkan Kakak sayang..."


Tampak Keyra mengernyitkan dahi dalam pelukan Fero.


"Kenapa Kakak minta maaf..?"


"Karena kau seperti ini..."Keyra tahu maksud dari Kakaknya itu. Tapi dia menggelengkan kepala.


"Tidak Kak. Aku sudah dewasa. Aku membangun tempat ini karena aku suka..."


"Kakak tahu...Kakak tahu siapa adik Kakak ini.."


"Jadi Kakak tidak marah kan..?"


"Tidak. Ada seseorang memohon padaku agar Kakak tidak marah padamu.."


Keyra menguraikan pelukannya dan mendongakan kepala menatap wajah sang kakak. Sambil mengernyitkan dahi dia bertanya.


"Siapa maksud kakak?" tanya Key


"Pak Anton sama itu tuh.." Fero menunjuk Levin dengan dagunya.


Keyra mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk kakaknya.


Dia..."batin Key. Lalu dia teringat sesuatu.


"Kak...Bunda bagaimana..?" tanya Key kembali.


"Tenang lah..Bunda nanti kakak yang jelasin,." ucap Fero


Drrtt...Drrtt...


Ponsel Fero berbunyi dan setelah melihat dilayar hpnya tertulis nama kantor. Dan segera mengangkatnya.


"Ya.." ucap Fero


"....."


"Baiklah nanti saya segera kekantor, siapkan segalanya." ucap Fero kembali


"....."


Fero menutup ponselnya dan mematikannya.


"Key .. Maafin kakak ya , kakak harus segera ke kantor ada meeting mendadak." ucap Fero.


"Dan dengar...kamu istirahat dulu disini setelah itu pulang tapi tidak dengan motormu." lanjut Fero tegas dengan menunjuk telunjuknya.


Key seketika menggigit telunjuknya sendiri karena merasa bersalah.


"Kkaaakkk.." rengek Keyra.


"Sekali tidak tetap tidak..kamu harus nurut Key" bantah Fero


Keyra memanyunkan bibirnya.


"Biar nanti aku antar pulang Key.." ucap Levin ditengah tengah perdebatan.


Fero dan Key melihat ke arah orang yang baru saja berbicara. Keyra menyipitkan matanya dan mengerutkan dahinya. Tapi tidak dengan Fero..dia seakan tahu maksud dari sahabatnya.


"Fer..loe pake mobil gue aja, loe kan kesini ga bawa mobil. Biar nanti motor Key gue yang pake" ucap Levin.


Betul juga apa yang dikatakan Levin tadi kan Fero naik mobil nya Levin.


"Baiklah.." ucap Fero.


"Key nanti kamu diantar Levin ya, jangan bantah " ucap Fero tegas


"Ehm.." jawab Key singkat tidak berani membantah kakaknya itu.


Fero mencium kening Key setelah itu pergi keluar. Namun sebelum beranjak dari pintu ruangan itu.


"Lev...loe bisa pake moge ngga" ledek Fero pada sahabatnya itu.


"Anjir loe..loe nghina gue haahh.." jawab Levin dengan segera menyerang Fero dengan merangkul Fero dari belakang dan menjitak pelan kepalanya.


"Hahaha....sory sory. Minggir hooy gue mau ada meeting nih. Berantakan nanti.." ucap Fero. Levin menghentikan aksinya.


"Udah sana pergi loe.." perintah Levin.


"Ya gue pergi..." ucap Fero.


"Key hati hati sama dia ya...dia devil."teriak Fero dan segera meluncur pergi. Karena melihat tanda jitakan dari Levin.


"Ckck..." senyum kecil Keyra keluar dari bibirnya. Dan terlihat kilas oleh Levin.


Senyum itu lagi.."batin Levin