
"Uncle....bisakah bawa istriku keluar dari ruangan ini. Istriku butuh udara segar..."suara dingin Levin keluar dengan masih menatap tajam orang asing didepannya.
Uncle Moe menatap Tuan nya itu dengan tatapan takut. Bukan karena takut pada tuannya sendiri. Tapi takut sesuatu akan terjadi padanya.
Tahu akan tatapan dan diamnya uncle Moe pada perintahnya Levin menoleh dan memandangnya. "Tenanglah uncle....tidak akan terjadi apa apa"
Saat berbicara dengan Moe...Levin merasa ada gerakan dibawah kemejanya. Levin melihatnya dan dilihatnya Keyra sedang menarik ujung kemejanya. Dan sungguh menggemaskan. Tangan Levin yang dari tadi selalu bertengger dipinggangnya menarik halus tubuh istrinya hingga merapat dengan tubuhnya.
Dia pun tahu arti tatapan istrinya.
Levin menyentuh pipinya lembut kemudian mengelusnya.
Dia tahu istrinya sedang khawatir padanya.
"Sebelum aku datang kesini...aku melihat kedai es krim disamping gedung ini. Kau mau...? "ucapan Levin sangat sangat lembut dan sangat berbeda sekali dengan orang asing disekitarnya. Keyra pun langsung berbinar mendengar kata es krim.
"Mau... "jawab Keyra dengan menganggukan kepalanya manja.
Sungguh menggemaskan. Entah kenapa bagi Levin saat melihat istri cantiknya tambah berisi dia hanya ingin menghabiskan hari harinya dengan memandangi wajahnya.
"Aku janji dalam sepuluh menit aku akan menjemputmu.. "Keyra menganggukan kepala dan Levin mengecup kening Keyra lama. "Pergilah... "ucap Levin setelahnya.
"C'mon uncle... "ujar Keyra menatap Moe.
Uncle Moe mengikuti Keyra dari samping. Dan tentu tak ketinggalan pengawal yang selalu dibelakangnya.
Baru beberapa langkah dia bertemu pandang dengan Kakak dan Dadynya. Dan Keyra menyapanya.
"Kakak... "Keyra memeluk Fero dengan sayang. Dan dibalas lembut olehnya. "Belikan aku juga ya... "ucap Fero setelah mengecup pipi adiknya gemas.
Keyra mengacungkan jempolnya dengan senyum manisnya.
Setelahnya dia berpaling pada Dady Jon.
"Dad... "Keyra berganti memeluk Dady Jon dan dibalas lembut oleh Jon.
"Hati hati my princess... "ucap Jon lalu mengecup keningnya.
"Tentu Dad... "
Setelah berpamitan pada orang orang terkasihnya. Keyra beranjak pergi dari ruangan itu. Dan Levin terus menatap punggung istrinya hingga tak terlihat lagi.
"Aku ingin kalian jelaskan kenapa kalian mengincar istriku..."kembali suara dingin dan tegas Levin membuat merinding para penghuni ruangan.
Semua masih terdiam.
"Dengar aku tidak takut dan tidak peduli siapa kalian.."
"Kalian..."tunjuk Levin dengan sinisnya. "Jika dalam lima menit tidak menjelaskannya padaku.
Aku pastikan kalian akan hancur ditanganku.."lanjutnya.
Tanpa pikir panjang seseorang maju didepan tiga orang tegas didepannya. Siapa yang tidak tahu nama keluarga Ferdinand. Semua petinggi petinggi yang terlibat dalam hukum dan kriminal takut dan segan pada sosok Jon dan putra semata wayangnya.
"Baiklah kami akan jelaskan. "
"Lima tahun lalu di Indonesia seorang gadis tanpa sadar telah membuat program komputer untuk kepolisian yang mampu membantu mendapat info kejahatan seseorang bahkan buronan kelas kakap dan saat itu buronan kelas kakap negri ini tertangkap diIndonesia dengan sangat mudah. Padahal kami sudah memburunya selama tiga tahun. Atas bantuan itu kami tertarik pada orang yang membuat program itu dan bermaksud memakainya dinegeri ini. "
"Karena bujukan dan ancaman kami dia melakukannya tapi kami lupa bahwa gadis itu sangat cerdas. Setelah berhasil membuat program yang sama dia menghilangkan data pribadi dan keluarganya dengan sangat jeli. Hingga kami sangat sulit mencarinya. Entahlah dia memakai program apa hingga seluruh akses kami benar benar tidak bisa menembus data tentang dirinya."
"Lalu untuk apa kalian mencari putriku..."Jon menyela penjelasan orang itu.
"Ada seseorang yang sangat lihai dengan program komputer. Dia berhasil menembus semua data program kami hingga beberapa penjahat berhasil lolos dengan sangat mudah. Dan hampir semua data kami berhasil dia hancurkan. Namun yang membuat kami heran dia tidak bisa menembus program yang gadis itu buat. Dan itu adalah program yang dibuat oleh Nona Keyra...yang sekarang menjadi menantu anda."
Semua terdiam mendengar penjelasannya.
Bahkan Moe pun baru mendengar alasan sebenarnya. Dia hanya diperintahkan untuk membawa Keyra kehadapan mereka karena mereka membutuhkan bantuan dari Nonanya.
"Tuan Jon...tragedi sniper yang mengincar anda pun kami mengetahuinya."
Mereka kembali tercengang.
"Meskipun pelaku sudah tertangkap. Tapi dalang sebenarnya belum ditemukan. Benar kan Tuan...?"
"Apa maksud kalian sebenarnya...!"geram Jon. Dia berharap apa yang dipikirkannya saat ini tidaklah benar.
"Anda pasti tahu maksud kami. "
"Apa kalian akan membantu mencari dalang yang sebenarnya asal istriku bekerja sama dengan kalian... "ucap Levin penuh emosi. Jon menoleh menatap putranya itu. Pikirannya sama dengan dirinya.
"Aku akan melakukannya.. "
Suara itu membuat beberapa orang menoleh kebelakang dengan sangat terkejut.
Keyra tiba tiba datang menghampiri mereka.
Keyra berjalan pelan mendekati Levin suaminya.
"Katamu dalam sepuluh menit akan datang menjemputku. "ucap Keyra polos saat dihadapan suaminya. Dalam seketika pun wajah Levin kembali berubah lembut.
Levin mengusap lembut pipi Keyra.
"Maaf sayang... "
"Dad....aku ingin kita pulang. Aku lapar...."ujar Keyra pada Jon. Jon tahu putri kesayangannya itu hanya tidak ingin membuat orang orang terkasihnya terlibat dalam keributan. Meskipun belum ada penyelesaian dalam masalah ini tapi tentu saja dia lebih menomorsatukan putrinya. Oh...sungguh dia sangat menyayangi putri menantunya itu.
"Baiklah sayang...ayo kita pulang.."jawab Jon mengulurkan tangannya pada Keyra dan langsung disambutnya.
Merasa belum ada keputusan yang pasti orang orang CIA terdiam bingung melihat kepergian mereka.
Baru beberapa langkah Keyra terhenti dan diikuti oleh beberapa pria disampingnya. Keyra berbalik dan mengatakan hal yang membuat mereka benar benar mencengo.
"Aku akan kirimkan rumus datanya lewat flashdisc. Dan suruh saja orang orang kalian yang membuatnya...aku tidak mau datang ketempat ini lagi. Aku akan kabari jika datanya sudah selesai. Dan pastikan orang terpercaya dan terpilih untuk mengambil data itu..."setelah mengatakan itu Keyra kembali berbalik dan beranjak pergi.
"Tunggu... "panggilan itu membuat Keyra berhenti lagi namun tak membalikan badannya.
"Terimakasih Nona. Dan jangan khawatir aku sendiri yang akan mengambilnya. Mengingat itu adalah data yang sangat penting bagi kami. .."
Keyra tak bergeming dia sama sekali tidak berbalik atau sekedar membalas ucapannya. Dia malah menarik lengan Levin dan lengan Jon disamping kanan kirinya. Meskipun mereka tercengang dengan sikapnya kenapa wanita kesayangan mereka melakukan tindakan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Namun mereka tahu satu hal...Levin Jon Fero dan uncle Moe tahu bahwa Keyra tidak suka...sama sekali tidak suka jika keluarganya diusik.
Dan Keyra akan benar benar memberi pelajaran pada mereka. Lihat saja..
"Kakaaakk...."teriak Maxy sambil berlari kehadapan Keyra lalu memeluknya erat. Keyra sempat terhuyung kebelakang tapi dengan sigap Levin menahan tubuhnya. Walau geram Levin tahu bahwa adik sepupunya yang satu ini sangat berbeda dengan adik adiknya yang lain.
Keyra tertawa sambil membalas pelukan Max.
"Whooowww...rupanya kau ikut juga kesini Max...?"tawa Keyra sambil menepuk punggung Max.
"Tentu saja...bahkan yang lain pun ikut. Tapi mereka menahan kami. Tidak boleh terlalu banyak orang masuk.. "ucap Max geram saat mengingat beberapa orang berpakaian hitam menahan Max Kevin dan Rey masuk.
Tawa Keyra kembali pecah sambil menepuk pipi Max.
"Kau kira ini mall... Max.. Max...kau lucuuu sekali.. "
Tawa Keyra membuat semua orang ikut senang. Bahkan Levin benar benar kagum pada istri didepannya ini. Dalam sekejap dia bisa membuat seluruh keluarganya damai dan rukun seketika.
Levin terus menatap Keyra yang sedang asik bercanda dengan saudara saudara iparnya. Pelukan diperut buncitnya pun tak sekalipun dia lepaskan. Berkali kali dia kecup kepalanya dengan sayang.
Keyra berbalik dan menatap suami tampannya...lama.
Levin mengelus lembut pipi Keyra dan mengecupnya.
"Bagaimana aku bisa ke kantor jika sekretaris cantikku saja masih disini. Hari ini aku libur. Kau harus menghabiskan waktumu hanya denganku sayang. Hanya...Denganku..."ucap Levin dengan penuh penekanan dikalimat terakhirnya sambil melirik pada keempat laki laki tampan didepannya. Max Kevin Rey dan Fero.
Keempat lelaki itu memutar bola matanya jengah. Lagi lagi dia mulai menguasai Keyra.
Keyra hanya tersenyum manis melihat mereka.
"Ayo sayang kita pulang...kita isi perutmu dulu. Kau dan the baby's pasti lapar..."tanpa menunggu jawaban Levin menarik pinggang Keyra pelan dan membantunya masuk kedalam mobil.
******
Keyra tiba tiba terbangun dari tidurnya dan mendapati wajah suami tampannya didepannya dengan jarak yang sangat sangat dekat. Bahkan dia bisa pastikan jika dia bergerak sedikit saja pasti ...
Keyra tersenyum menatap suaminya. Dia mengingat perlakuan suaminya yang sangat sangat posesif padanya sejak keluar dari gedung itu.
Dia juga ingat bagaimana suaminya melakukan kegiatan tadi dengan sangat sangat lembut. Oh...mengingatnya membuat dia ingin sekali tertawa terbahak. Jadi tentu saja dia urungkan. Keyra saat ini menahan tawanya dengan mengatupkan bibirnya rapat.
"Jika ingin tertawa....tertawalah sayang..."suara bariton terdengar diikuti gerakan matanya perlahan terbuka. Key benar benar terkejut melihat mata tajam itu mulai terbuka penuh.
Levin semakin mengeratkan pelukannya dan tentu saja membuatnya hangat dan enggan untuk bangun dari tidurnya.
"Kau tahu sendiri kan sayang kita ada dimana..? "lanjut Levin sambil mengedipkan matanya. Tentu saja karena saat ini mereka sedang diapartemen pribadi Levin yang memang baru pertama kali Keyra mengunjungi tempat ini.
"Jadi katakan padaku apa yang ingin kau tertawakan sayang... "
"Tidak...siapa yang ingin terta... "
Cup
Levin mengecup bibir Keyra cepat.
"Kaak... "
"Kau berbohong sayang... "
"Tidak.. itu ti.. "
Cup
"Kau berbohong lagi sayang.. "
"Kakaaakk.... "Keyra memukul dada bidang Levin pelan karena ulahnya.
"Lalu... "
"Aku mau mandi Kaaakk.... "
"Jangan mengalihkan sayang.. Dan lihat sekarang pukul berapa...apa tidak salah kau ingin mandi. Takkan kuijinkan.."ujar Levin final.
Keyra bergerak sedikit sambil menaikan selimut sebatas dadanya dan melihat jam dinding diatasnya. What...apa tidak salah.
"Tentu saja tidak sayang... "ucap Levin seakan tahu isi hati istrinya itu.
"Memang kita melakukan berapa ronde sayang sampai kau lupa ini jam berapa. Kau ingat kita memulainya sore tadi pukul mmpffthh.... "Keyra segera membungkam mulut Levin.
"Cukup Kak...jangan teruskan. Apa kau tidak malu... "
Levin menarik lengan Keyra yang membungkam mulutnya lalu mengecupnya.
"Malu pada siapa sayang...?"ucap Levin dengan senyum jahilnya.
"Bahkan kau lupa tak ada orang lain selain kita..."
Keyra menutup wajahnya malu dengan kedua lengannya. Levin benar benar sangat gemas melihat tingkah istrinya ini. Sejak hamil Keyra memang sangat agresif tapi justru itu menguntungkan Levin. Bahkan sempat terlintas dalam hatinya ingin membawa kabur wanita cantik didepannya ini pergi jauh hingga tak ada keluarga lain yang selalu ingin menguasai istrinya.
Enak saja Keyra adalah miliknya. Tentu saja dialah yang berhak dan harus menguasainya.
"Sayang....kumohon jaga tingkahmu itu jika tidak ingin kita memulainya lagi..."ucap Levin sambil mengenggam kedua lengan Keyra dan mengecupnya berkali kali.
Keyra membuka kedua lengannya kesal.
"Kak...kenapa sekarang kau mesum sekali..."geram Keyra.
"Entahlah...mungkin sejak aku mengenalmu. Tapi tentu saja aku tahan. Dan ini adalah puncaknya... Hahaha..."tawa Levin
"Kakak...."Keyra terus memukul tubuh Levin yang terus saja tertawa.
Pukulan Keyra memang keras tapi bagi Levin bagaikan pukulan kapas dan sungguh menggelikan.
"Sekarang katakan padaku...kenapa tadi kau menahan tawa saat terbangun tadi.."tanya Levin setelah berhasil menangkap kedua lengan Keyra lalu direngkuh tubuhnya kedalam pelukan Levin.
Keyra mendongak menatap wajah tampan Levin.
"Aku hanya teringat kejadian tadi siang sewaktu keluar dari gedung itu. Kalian selalu saja berdebat. Dan kau Kak tidak mau mengalah...tapi saat kau melakukan tadi kau sangat lembut padaku. Dan itu sungguh membuatku terharu.. "jelas Keyra dan saat menjelaskan itu Keyra menunduk malu didada bidang Levin.
Levin tersenyum dan mengangkat dagu Keyra pelan agar menatap dirinya.
"Mereka itu selalu ingin menguasaimu sayang...tentu saja aku tidak mau mengalah. Enak saja..."Levin mengecup bibir Keyra.
"Dan satu lagi...aku melakukan itu karena aku ingin kita menikmatinya sayang..."ucap Levin lirih dengan jarak yang sangat dekat dengan bibir Keyra. Bahkan Keyra masih bisa merasakan aroma mint dari suaminya itu.
"Lagipula aku tidak ingin mengganggu mereka..."lanjut Levin sambil mengelus perut buncit Keyra dibalik selimutnya.
Keyra tertegun mendengar ucapan suaminya
"Terimakasih suamiku.. "ucap Keyra memberanikan diri mengecup bibirnya.
Sontak saja Levin terkejut dengan ulah istrinya itu.
Levin mematung seketika bahkan tak menyadari bahwa Keyra sudah mulai beranjak dari kasur king sizenya. Keyra tersenyum jahil lalu mengambil bra dan kemeja kebesaran milik suaminya kemudian langsung memakainya.
Key langsung turun setelah memakai underwearnya. Dia menggelengkan kepala saat melihat suaminya masih dengan lamunannya.
Keyra keluar dari kamarnya lalu melangkahkan kakinya menuju dapur dan dengan cekatan membuat jus jeruk kesukaannya. Keyra sempat terkejut saat melihat lemari es di apartemen ini penuh dengan buah buahan dan makanan kecil lainnya. Padahal dia sama sekali baru pernah datang kesini dan Levin suaminya sejak pindah ke kota ini dia sama sekali tidak pernah meninggalkannya.
Tapi karena antusiasnya saat melihat buah jeruk dia hilangkan rasa penasarannya.
Namun tiba tiba suara nyaring menggangunya.
"Saaayaangg....kau dimana...? "
"Aku didapur Kak... "balas Keyra dengan suara tak kalah nyaring.
Jarak antara kamar dan dapur diapartemen ini hanya beberapa langkah. Tapi Levin memanggilnya seolah dia sudah pergi jauh dari kota ini. Keyra lagi lagi menggelengkan kepala.
Tak membutuhkan waktu hingga menit pelukan kekar sudah melingkar di tubuhnya.
"Bisakah kecilkan volume suaramu Kak ...?"ucap Keyra sambil menuangkan jus itu kedalam dua gelas yang sudah siap didepannya.
"Tidak... "jawab Levin singkat dibahu Keyra
Keyra membalikan badannya menghadap suami tampannya.
"Aku hanya membuat jus dan kau berteriak seperti orang kemalingan.. "
"Dan... "belum selesai dengan ucapannya Keyra mengernyit dahinya. Ada yang aneh dengan penampilan suaminya. Dia men scan tubuh suaminya dari ujung rambut pelan turun kebawah hingga...
"Kak Levin....pakai celanamu. "teriak Keyra dengan suara menggelegar. Tak percaya melihat penampilan suaminya hanya dengan memakai celana boxer saja.