My Two Men Protector

My Two Men Protector
32.



Nggg... "Key membuka matanya pelan. Ditatapnya langit langit kamar yang sudah tidak asing baginya. Ini adalah kamar suaminya Levin.


Dia terdiam sejenak....dia menolehkan kepalanya ke kanan kiri, dia sendirian... Dimana Levin.? Seketika matanya berkaca teringat namanya.


"Ka ak... "isak Keyra.


"Aww.... "Key merasakan sedikit nyeri pada lengannya yang sudah dibalut perban.


"Kakak.... hik.. hik...


Keyra turun dari kasur dan melangkah keluar kamar mencari sosok suaminya. Dia pun turun tangga berpikir ada seseorang dilantai bawah. Karena sedari dia tak kunjung melihat penghuni rumah ini.


"Kemana mereka..?"batin Keyra dengan mengusap air matanya.


Disuatu ruangan tidak jauh dari ruang tamu Key mendengar suara beberapa orang yang sepertinya sedang membahas masalah serius. Key memberanikan diri mendekati ruangan tersebut.


Tok.. Tok..


Pintu dibuka dari dalam.


"Nona Key..."ucap Pak Jay terkejut melihat Keyra.


"Pak...ada Kak Levin.? "tanya Keyra.


"Ada Non..silahkan masuk.."ujar Pak Jay.


Keyra masuk keruangan dan terlihat disana Levin sedang duduk bersama Dady disampingnya dan beberapa orang didepannya namun Keyra tidak melihat mereka karena tubuh mereka membelakanginya yang baru saja masuk. Levin saat tahu seseorang yang masuk adalah gadisnya langsung beranjak dan menghampiri Keyra.


"Sayang...kamu sudah bangun...?"Levin membingkai wajah Keyra dan menatapnya lembut.


"Hmm..."angguk Key.


"Apa masih ada yang sakit..? "


Keyra menggelengkan kepalanya pelan dan menatap Levin rindu.


"Tadi waktu aku bangun Kakak tidak bersamaku, aku takut Kakak pergi ke..."belum selesai Keyra mengutarakan ketakutannya. Levin langsung memeluk istrinya erat.


"Bukankah Kakak sudah berjanji padamu. "ucap Levin.


Momy melihat Key dengan bahagia akhirnya putri cantiknya sudah sembuh dan menghampiri mereka.


"Key sayaang...apa kau baik baik saja..."Momy langsung memeluk istrinya engan sayang. Keyra tersenyum dan menganggukan kepala.


"Key sayang ...Momy sudah menyuruh Dady untuk menghubungi polisi dan detektif untuk menyelesaikan kasus ini.  Momy tidak mau putri Momy jadi incaran selanjutnya.  Dan sekarang mereka ada disini. Ayo Nak... Momy kenalkan mereka."ajak Momy pada Keyra.


"Ya Mom..."ucapan Keyra terhenti saat melihat beberapa orang yang duduk disebelah Dady menoleh ke belakang dan melihatnya.


"Ka li an.. "ucap Keyra lirih dengan terbata karena terkejut.


Mereka pun yang tadinya duduk segera beranjak berdiri menghampiri Keyra.


Dady dan Momy pun ikut beranjak berniat memperkenalkan tamu mereka.


"Tuan Tuan...kenalkan ini Keyra menantu keluarga ini. Dia istri dari Levin putra kami. Dan Key sayang...mereka polisi yang akan menyelidiki kasus ini .."Dady Jon memperkenalkan mereka.


"Kami mengenalnya Tuan Jon.. "sahut Mike salah seorang dari mereka.


Seketika mereka bertiga berjejer langsung memberi hormat pada Keyra dengan membungkukkan badannya setengah.


"Salam hormat Nona Keyra.. "ucap mereka bertiga bersamaan.


Dady,Momy,Pak Jay dan Levin pun terkejut membelalakan matanya.


Keyra yang sedari tadi dipeluk pinggangnya oleh Levin melepaskan pelan lengan Levin. Kemudian dia memposisikan dengan berdiri lurus dan membalas salam hormat mereka dengan membungkukan setengah badan juga.


"Salam..."ucap singkat Keyra dan kembali mengangkat setengah badannya. Lalu mereka pun ikut mengangkat badannnya


Levin tercengang melihat Keyra.


"Kalian...?"pertanyaan itu terlontar dari Dady Jon.


"Maaf Tuan...Nona Keyra menantu anda putri dari Tuan Putra Hijaya bukan..?"tanya Mike


"Ya betul... "jawab Jon.


"Beliau adalah Master kami. Tuan Hijaya adalah Guru karate kami sejak kami masih sekolah dan Beliau sering mengajak Nona Keyra ketempat latihan kami."


"Nona Key pun sering berlatih dengan kami. Bahkan Nona lebih jago dari kami."


"Apa...?"sontak Dady dan Levin bersamaan.


"Ya benar... Dan sekarang kami tahu siapa yang membuat para penculik itu tidak sadarkan diri. Pasti anda kan Non.. "ucap Mike.


Keyra yang sedari tadi jadi peran utama pembicaraan hanya diam tak jelas.


Levin menatap Keyra menunggu jawaban dari mulutnya. Suasana berubah menjadi tegang.


Keyra menatap Levin bingung harus memulai dari mana.


"Maaf Nona.. Kebetulan sekali kami bertemu dengan Anda.  Salah satu dari penculik itu tubuhnya tidak bisa digerakan dan kesulitan untuk bicara...apakah anda melakukan sesuatu padanya...?"tanya Tomy yang sekarang menjadi detektif kepolisian.


"Apa maksud Anda..?"geram Levin dengan merapatkan tubuh Keyra kembali pada tubuhnnya.


"Maaf Tuan Levin...sejak ditangkapnya mereka sampai sekarang ini belum ada informasi yang akurat karena kami sulit menginterogasi mereka. Empat dari mereka belum sadarkan diri.  Hanya satu dari mereka yang sadar, kami pikir kami bisa mendapat informasi darinya namun setelah melihat kondisinya yang tidak bisa bergerak dan sulit untuk mengeluarkan suara kami sama sekali tidak mendapat apapun.


"Dokter pun terkejut melihat kondisinya. Sepertinya aliran darah ditubuhnya tiba tiba terhenti dan menjadikannya seperti orang lumpuh.. "penjelasan Tom terputus karena Keyra mengucapkan hal yang mengejutkan.


"Aku totok jalan darah kesaraf pusatnya..."ucap Keyra yang membuat suasana menjadi hening seketika.


Semua orang menatap Keyra dalam diam. Tak menyangka gadis ceria dihadapannya ternyata gadis yang sangat penuh dengan rahasia.


"Totok... "ucap Mike,Tomy, dan Kriss bersamaan. Kriss juga seorang detektif kepolisian.


"Lalu bagaimana caranya melepaskan totokan itu..?"tanya Mike namun Keyra hanya diam.


"Totokan hanya bisa dilepaskan oleh orang yang menotoknya saja. Betul kan Nona Keyra..?"ucap Kriss yang ahli beladiri taekwondo.


Keyra tetap diam tanpa ada kata kata keluar dari mulutnya.


"Nona Key... Apa itu benar..? "ucap Mike dengan nada tinggi.


"Heeeyyy..."bentak Levin pada Mike karena merasa istrinya ditekan. Levin langsung menarik Key kebelakang tubuhnya menutupinya dari ketiga polisi itu.


"Jaga bicaramu pada istriku. Memang kenapa kalau dia tidak terlepas dari totokan itu..."bentak Levin.


"Dia akan MATI "..ucap Kriss membuat semua orang membelalakan matanya.


"Totokan aliran darah pada saraf pusat sangat menyakitkan dan menyiksa daripada mati karena bunuh diri jatuh dari lantai tertinggi sekalipun.."jelas Kriss .


"Kami sangat berharap Nona Keyra mau melepaskan totokan itu.."lanjutnya.


Keyra yang mengetahui hal itu masih saja tetap diam.


"Bagus kalau begitu lebih baik dia mati karena telah melukai keluargaku.. "geram Levin kembali.


"Tapi bukan seperti ini caranya Tuan Levin. Kami justru takut hal ini akan membawa dampak buruk pada keluarga anda lagi terutama istri anda.  Nona Keyra... "ucap Mike dengan nada tak kalah tinggi.


"Nona Keyra.. Kami mohon... Bersediakah anda melakukannya.? "tanya Kriss kembali.


"Aku akan melakukannya.. "ujar Keyra dari balik tubuh Levin.


Levin membalikan tubuhnya menghadap Keyra.  Momy dan Dady pun terperangah mendengarnya.


Keyra terlihat mencari sebuah arloji diruang itu.


"Jam berapa sekarang Kak... "tanya Key


"Jam 8 malam ..memang ada apa sayang..?"tanya Levin.


"Kita harus segera kesana sebelum terlambat ...ayo Kak...."tanpa aba aba Keyra langsung menarik lengan Levin dan membawanya keluar ruangan.


Seakan tahu tujuan Keyra akan kemana. Kriss dan yang lainnya bernafas lega. Mereka pun bergegas mengikuti Keyra.


"Non... Mereka masih dirumah sakit. Mari ikut dengan mobil kami saja agar lebih cepat."ujar Kriss dan disetujui oleh Levin yang masih setia mendampingi Keyra.


Saat mereka diujung pintu rumah Levin teringat sesuatu.


"Tunggu disini sayang...jangan kemana mana.. "ucap Levin dan langsung masuk kedalam lagi. Keyra yang terheran dengan Levin hanya bisa diam dan mematuhinya.


Tak lama Levin kembali dengan membawa jaket dan membantu memakaikannya ketubuh Keyra.


"Makasih Kak.. ."ucap Keyra


"Kakak tidak mau mereka melihat tubuh seksimu.. "bisik Levin ditelinga Keyra.


Key membelalakan mata. Dia melihat tubuhnya sendiri. Apa ada yang salah dengan penampilannya. Celana panjang biru yang sama saat Key berangkat kuliah namun hanya atasannya saja yang berbeda. Momy menyuruhnya memakai kemeja panjang putih Levin yang bahkan kelihatan masih kebesaran ditubuhnya.


"Ini baju Kakak kan.. ?"


"Hmm..."jawab Levin singkat.


"Apa ada yang salah kalau aku pakai baju ini Kak.. ? Momy yang menyuruhku memakai bajumu Kak.. "ucap Keyra .


"Tidak ada yang salah...Kakak hanya tidak suka pria lain melihatmu. Kamu seluruhnya hanya milikku."ucap Levin dengan menangkup kedua pipi Keyra.


"Bahkan jika boleh memilih lebih baik kamu pakai baju Kakak saja. Tapi hanya untukku..tidak untuk orang lain. ."Levin mengecup bibir Keyra singkat namun berkali kali.


"Ehem..


"Jadi pergi tidak. ..?"ledek Dady Jon pada mereka yang masih setia berada diujung pintu.


"Iya.. .iya..."geram Levin.


"Ayo sayang...nanti kita lanjutkan dirumah kita saja ya.  Disini ada Yang mengganggu. "lirik Levin sinis pada Dady Jon.


Keyra hanya tersenyum malu karena tingkah Levin.


---------------


"Sudah sampai Tuan.."ucap Kriss saat mereka telah sampai disebuah rumah sakit.


"Baiklah... "ujar Levin.


"Ayo sayang... "ucap Levin pada Keyra lembut. Key keluar mobil dengan jantung berdetak cepat dan tangannya berkeringat dingin.


Levin merasakan bahwa istrinya saat ini dalam keadaan tidak baik. Diapun merapatkan tubuhnya pada Keyra dan menatap Keyra lembut.


"Apa kau baik baik saja sayang.?"


"Kenapa banyak sekali orang Kak..."tanya Key saat melihat banyak sekali sekelompok orang yang sama tidak dikenalnya.


Levin mengelus pipi Key menenangkannya.


"Mereka mengawal kita..."jawab Levin singkat.


"Kenapa banyak sekali Kak..."


"Ya.. Itu perintah Dady. Dady tidak percaya pada polisi jadi dia mengerahkan  semua pengawal pribadinya."


"Tenang saja...Kakak akan selalu disampingmu..."


"Mm..."Keyra menganggukan kepalanya.


"Kak...aku butuh penutup wajah."pinta Key.


Levin tidak mengerti maksud Key hanya mengerutkan keningnya. Tapi dia tetap menuruti keinginan istrinya.


Levin memberi isyarat pada pengawal pribadinya. Tak lama pengawal itu memberikan sebuah masker hitam penutup wajah dan memberikannya pada Levin.


Kemudian dia membantu memasangnya pada wajah Key.


"Istri Anda sangat cerdas...mari ikut kami.. "ujar Kriss yang dari tadi masih disamping mereka.


Levin menarik pinggang Keyra dan memeluknya erat. Keyra pun membalasnya dengan memeluk pinggang Levin.


"Apa maksud Anda tadi..?"tanya Levin pada Kriss yang sedang berjalan disampingnya menyusuri lorong rumah sakit.


"Tentang... "tanya Kriss


"Istriku cerdas..."


"Oh... Nona Keyra tidak ingin mereka mengenali wajahnya. Menurut keterangan dari Pak Jay supir pribadi keluarga Anda..istri anda menyelamatkan ibu anda juga dengan menutupi wajahnya. Sejago jagonya Nona Keyra dalam seni bela diri dia tetaplah seorang perempuan.."jelas Kriss.


Levin tercengang mendengar penjelasan Kriss. Dia semakin merapatkan tubuh Keyra padanya dan mengecup puncak kepalanya seolah memberi kekuatan pada istrinya itu.


Sesampainya disebuah kamar inap yang didepannya banyak sekali polisi menjaga ruangan itu , Levin Keyra dan yang lainnya dikejutkan dengan seorang dokter yang tiba tiba keluar dari ruangan itu dengan panik.


"Ada apa Dokter.. "tanya Mike pada dokter itu.


"Pasien kejang...dia kesulitan bernafas.."ucap dokter itu. Belum selesai dia menjelaskan Key memaksa masuk ruangan itu. Levin menahan Key namun ditepis olehnya. Terpaksa dia mengikuti Key dari belakang bersama dengan Mike dan yang lainnya.


Setelah melihat sebuah tubuh seseorang yang sedang tersiksa. Tanpa aba aba Keyra langsung mendekat dan melepaskan totokannya yang berada disekitar leher orang itu sebanyak 3 kali hanya dengan dua jarinya saja.


Begh... Begh... Begh...


Dan seketika orang itu langsung bisa menghembuskan nafas lega. Bahkan matanya pun sudah bisa dia buka.


Levin dan polisi lainnya sempat terkagum melihat keahlian Key.


"Tung gu.."ucapan seseorang yang berbaring lemah di ranjang rumah sakit itu membuat langkahnya terhenti namun dia tak bergerak sedikitpun.


"Terima kasih dan Maaf... "


"Berhati hati lah... Dia sangat ber baha ya. Kau lah tu juan utamanya.. "ucapnya dengan terbata membuat Levin dan Mike terkejut. Tapi tidak dengan Keyra dia tetap saja diam dan tenang malah langsung pergi meninggalkan mereka yang masih tercengang mendengar ucapan dari penculik itu.


Langkah kaki Keyra seperti tidak bisa dihentikan. Dia terus saja berjalan sendiri menyusuri lorong rumah sakit. Pikirannya kosong dan tak bisa untuk berpikir jernih. Sampai tiba tiba sebuah tangan menarik tubuhnya dan berbalik.


"Sayangg.. "Levin menatap istrinya lembut.


Tiba tiba perasaan nyaman berdesir dihatinya saat Levin berada didepannya. Sesaat dia lupa kalau dirinya sekarang sudah ada Levin yang selalu setia menemaninya.  Keyra sekarang ini ingin meluapkan seluruh beban dihatinya. Mungkin sudah saatnya dia menceritakan yang sebenarnya pada Levin.


Levin seakan tahu isi hati istrinya menarik tubuh Keyra hingga tak ada jarak sedikitpun. Dia menatap lekat wajah cantik istrinya yang matanya sudah penuh dengan cairan bening.


Levin mengecup kedua mata Key dan langsung menetes membasahi bibir Levin.


"Apa ingin menjelaskan sesuatu..."tanya Levin lembut dengan menangkup kedua pipi Key. Karena dia tahu istrinya ini menyimpan banyak cerita yang belum mau berbagi dengannya.


Keyra menganggukan kepalanya dan langsung mengalungkan kedua lengan ke leher Levin. Dia menangis terisak dalam pelukan Levin melepaskan sesak didadanya selama ini.


"Aku takut Kaak....takut sekali..."isak Keyra.


"Aku sudah coba menahannya tapi malah semakin sesak dada Key.. "


"To long aku Kaakk.... "Key menangis hingga seluruh tubuhnya gemetar.


Levin semakin mengeratkan pelukannya, dia seakan sudah ikut merasakan kepedihan dihati istrinya ini.


"Hssst... Hsstt....


"Kakak selalu disampingmu jadi jangan pernah merasa takut lagi... Hm."ucap Levin menenangkannya.


Levin membiarkan istrinya yang masih menangis agar beban dihatinya sedikit berkurang. Dia tidak perduli keadaan disekitarnya yang memang mereka masih berasa dirumah sakit.


"Kakk...."tangis Key mulai mereda dan mengurai pelukannya pada Levin.


"Hmm.... "Levin menatap Key dan menghapus sisa air matanya.


"Aku lapar..."


"Oh Tuhan.. Kakak dari tadi ingin membawamu untuk makan. Tapi polisi sialan itu mengganggu kita terus.. "


"Kak jangan begitu mukanya...serem."ledek Keyra yang memang saat ini muka suaminya itu sedang berubah dingin dan datar.


"Ya memang kalau bukan karena mereka kita tidak akan ketempat ini.."geram Levin namun masih tetap memeluk pinggang Keyra erat.


"Ok.. Ok...lebih baik kita pulang... Bagaimana..?"bujuk Keyra


"Tidak... Kita makan dulu... "


"Kita bisa makan dirumah Kak, nanti aku yang masak... "


"Tidak.... "


"Kamu tidak boleh melakukan apapun sebelum lenganmu sembuh. "ucap Levin tegas.


"Ok.... Ok... Sekarang terserah Kakak kita makan dimana.. "bujuk Keyra dengan menyentuh leher Levin yang dari tadi hanya bisa emosi terus.


"Kita makan diluar saja ya..."ucap Levin dengan muka memelas dan tidak lupa mengeratkan pelukan padanya.


"Hmm.. "jawab Key singkat dengan anggukan kepala.


"Gendong ... "kali ini Key yang ingin bermanjaan dengan suaminya itu.


"Tentu sayang....."Levin kemudian membelakangi Keyra dan berjongkok. Setelah dilihat Levin sudah siap Keyra menubrukan tubuhnya kepunggung Levin. Dan dia langsung mengangkatnya dengan erat.


Keyra mengalungkan kedua lengannya keleher Levin. Saat menggerakan satu lengannya dia merasakan perih dilukanya dan meringis kesakitan.


"Sstt..."rintih Key pelan namun masih didengar oleh Levin.


"Kenapa Key... Kau baik baik saja... "ucap Levin penuh khawatir.


"Tidak apa apa Kak..."


"Jangan bohong .. Kita kerumah sakit ya... "


"Aku baik baik saja Kak...hanya nyeri sedikit mungkin karena jahitannya "


"Ayolah Kak jangan berlebihan seperti itu.. Key kan lapar Kak... "


"Baiklah ayo... Kita pergi dari sini " Levin melangkah pergi dari rumah sakit dengan menggendong Keyra.


"Levin.... Key.... "Dady dan Momy memanggil mereka saat sudah berada dilobi rumah sakit.


"Mau kemana kalian.. "tanya Dady Jon.


"Key lapar Mom...jadi aku akan bawa dia untuk makan.. "ucap Levin.


"Oh sayang... Momy lupa dari tadi kamu belum makan. Maaf kan Momy sayang..."Momy merasa bersalah karena dari tadi belum memberi waktu makan untuk Keyra.


"It's ok Mom...."jawab Key tulus.


"Oh sayang... pergilah makan. Makan yang banyak ya..."Momy mendekati Keyra yang sedang dalam gendongan Levin dan mengecup kening Keyra.


"Hmmm..."angguk Keyra.


"Dad... apa besok Dady sibuk..? "Tanya Keyra.


"Tidak Nak...memang ada apa..? "tanya Dady Jon heran


"Ada hal ingin Key bicarakan dengan Dady.. "ucap Keyra.


"Tentu Nak... Dady selalu ada waktu untukmu. "


"Lev... pakai mobile Dady bukankah tadi kalian ikut dengan mobil polisi.


"Oh ya Dad... Aku lupa. "


Dady memberikan kunci mobilnya pada Levin. 


"Baiklah Dad...kita lanjutkan nanti aku harus mengurus princess cantiku ini"


"Tentu Nak...pergilah. Jangan biarkan putri cantiku kelaparan.. "Dady Jon menghampiri Keyra dan mengecup keningnya sayang.


"Hati hati sayang... "ucap Dady pada Keyra.


"Tentu Dad.... "jawab Key dengan senyuman.


Levin melanjutkan langkahnya keluar rumah sakit.


"Kenapa mereka jadi lebih sayang padamu daripada anaknya sendiri.. "gumam Levin yang masih didengar oleh Keyra.


"Siapa dulu.... Keyraaa... "canda Key pada Levin namun sesaat.


"Apa Kakak marah karena mereka sayang padaku.? "tanya nya lirih.


Levin menurunkan Keyra dari gendongannya pelan setelah sampai disamping mobilnya. Dan kemudian dia mengelus pipi Key lembut.


"Bagaimana kau bisa berpikiran seperti itu sayang...Kakak malah bersyukur karena berarti mereka menerimamu."


"Ayo masuk.. "ucap Levin setelah mengecup kening Keyra. Lalu membukakan pintu mobil dan membantu Keyra masuk kedalam mobilnya.


Levin memutari mobilnya dan segera masuk.


"Tapi hati hati ya sayang jika Momy meminta sesuatu... ?"ucap Levin dengan mulai menyalakan mobilnya.


"Maksud Kakak... "tanya Key penasaran.


"Daru dulu Momy ingin sekali menimang cucu.. "jawaban Levin membuat Key terkejut dan langsung terdiam.


Memang sejak Key menikah dengan Levin dia belum sekalipun melakukan hubungan suami istri. Pertama karena dia belum siap. Ditambah dengan dirinya selama ini sibuk menyiapkan skripsi ditambah dengan kesibukan Levin dengan perusahaan barunya.


Skripsi....??


"Kaak.... "teriak Key karena teringat sesuatu. "Kak...skripsiku ?...Bagaimana ini Key belum kumpulin skripsinya. Waktu itu... "ucapan Keyra terpotong oleh Levin.


"Skripsimu sudah sampai tujuan dengan selamat..."jawab Levin santai.


"Apaa..?"teriak Key lagi


"Sayang bisakah jangan teriak teriak seperti itu..."geram Levin yang masih fokus menyetir.


"Maaf..."


"Skripsimu sudah Kakak antar langsung kedosennya sebelum para polisi itu datang ke rumah.  Makanya tadi Kakak tidak disampingmu waktu kamu terbangun. "


"Kakak ingat bagaimana perjuanganmu menyelesaikan skripsi itu setiap hari hingga terjaga sampai dini hari. Jadi Kakak langsung pergi kerumah dosen itu menjelaskan semuanya.. "


"Kak Levin...."mendengar penjelasan Levin, Key sangat terharu dan menetesakan air matanya.


Levin menoleh sebentar pada Keyra karena masih menyetir. Namun dia sangat terkejut karena istrinya sedang menangis.


"Heeyy sayang kenapa menangis..?"Levin menarik Keyra ketubuhnya dengan satu tangannya dan mengecup kepalanya.


"Maaf Kak..maafin aku ya.."rengek Keyra dengan menyandarkan kepalanya didada Levin mencium aroma yang sangat dirindukannya.


"Maaf untuk apa sayang..?" lagi lagi Levin mengecup kepala Keyra hingga berkali kali namun matanya masih fokus kedepan menyetir mobilnya.


"Untuk semuanya...terutama karena belum menjadi istri yang baik untuk Kakak. "ucap Keyra.


Levin hanya mendengarkan celotehan istrinya dengan mengeratkan pelukan satu tangannya dan mengecupi kepalanya.


"Kak.."


"Hmm.. "


"Aku sudah siap menjadi istri sepenuhnya untukmu Kak.. "


Cxhhhiittt..


Levin terkejut dan menghentikan mobilnya mendadak. Levin mengerem mobilnya kuat hingga mereka berdua terdorong kedepan. Levin sadar yang telah dilakukannya memeluk tubuh Key erat dengan satu tangannya memegang kepalanya kuat agar tidak terbentur sesuatu.


"Kak Levin....apa yang Kakak lakukan.."teriak Keyra.


"Maaf maaf.... Apa kau baik baik saja sayang.. Sini coba Kakak lihat.. "Levin memutar mutar tubuh Keyra dengan khawatir mengecek seluruh tubuhnya takut terluka.


"Aku tidak apa apa Kak..."


"Maaf. "


"Kakak baik baik saja..? "


"Hmm..."ucap Levin kemudian membingkai wajah Keyra dengan kedua tangannya.


"Apa tadi ucapanmu serius Key..? "


"Hmmm...."Key menganggukan kepalanya pelan.


Levin langsung menarik tubuh Keyra , dipeluk erat istrinya itu bahkan sangat erat. Keyra membalas pelukannya dengan lembut.


"terimakasih sayang... "ucap Levin diceruk leher Keyra. Dan berlanjut dengan mengecup leher dan pundak Keyra.


Mendapat perlakuan dari Levin Key merasa jantungnya berdetak sangat cepat.


Key menguraikan pelukannya membuat Levin sedikit kecewa.


Levin menatap Keyra tanpa berkedip dan langsung mengecup bibir Keyra lembut.


Entah siapa dulu yang memulai hingga kecupan itu berubah menjadi lumatan yang menggairahkan. Levin merasakan gairahnya sangat memuncak kali ini sejak pertama kalinya Keyra mengatakan siap menjadi istri sepenuhnya untuknya.


Lumatan demi lumatan mereka lakukan untuk melepas rindunya selama ini.  Bahkan kali ini Levin menurunkan kecupannya dileher Keyra berkali kali hingga desahan dari mulut Keyra keluar dengan sendirinya.


"Aku mencintaimu Key sayang... Sangat mencintaimu... "ucap Levin disela sela kegiatannya.


Kecupan Levin turun hingga perut Keyra yang bajunya sudah diangkat keatas oleh Levin. Namun...


Kryuukk.... Krruuykk...


Suara perut Keyra berbunyi nyaring hingga mengganggu kegiatan mereka. Levin menghentikan aksinya dengan perasaan bersalah. Dan Keyra langsung menutupi wajah dengan kedua tangannya.


Levin membantu merapikan baju Keyra karena ulahnya.


"Maaf sayang...."


"Aaahhh..... Kakak jahat. Aku malu Kaaakkk.. "ucap Keyra dibalik wajahnya yang masih ditutupi dengan tangannya.


Levin menahan tawanya.


"Maaf maaf sayang... Buka dong tangannya jangan begini.."bujuk Levin dengan mencoba membuka kedua tangan Keyra.


"Aku mau makan Kak...."


"Iya.. Iya... Sekarang kita pergi makan."ucap Levin mulai menstater mobilnya.


Akhirnya Levin dan Keyra pergi kesebuah restoran dengan Keyra memalingkan mukanya keluar jendela dan Levin masih dengan menahan tawanya.  Levin menarik lengan Keyra dan menyematkan jarinya sela sela jari Keyra dan sesekali mengecup punggung tangannya.


Keyra hanya tersenyum manis dengan masih menahan malu.